Apa kabar kamu yang jauh di seberang pulau sana? Aku masih orang yang sama yang pernah kau kenal lewat hati dan penglihatan matamu. Aku sama sekali tidak berubah, masih punya rasa sayang dan kagum akan hadirmu yang tiba-tiba waktu itu hadir dalam hidupku. Aku berharap di sana kau selalu bahagia. Aku di sini masih berpelukan dengan rasa yang pernah kau tinggalkan dan aku yakin rasa itu juga ada padamu di sana meski kau bagi dengannya.

Hari terus berganti dan bulan-bulan pun berlari untuk mengejar tahun yang baru, dan hampir setahun berlalu kau pernah di sini. Bertemu denganku dan mengenal diriku yang waktu itu baru saja selesai membasuh luka dari cintaku yang lama yang sangat membuatku berduka dan kecewa. Kehadiranmu laksana bunga kamboja di taman yang gersang dan pernah terbakar. Kau mewangi menyelimuti seluruh hatiku yang hangus, lalu kau warnai dengan sinar cintamu yang tulus. Pada saat itulah seketika lukaku sembuh dan hatiku yang tandus kembali ditumbuhi benih bunga cinta yang indah padamu.

Namun, waktu tak pernah bertahan lama dengan rasa bahagiaku, seakan dia kembali merebutmu dari pelukanku. Kau kembali ke kota kelahiranmu dan dengan berangsurnya waktu yang perlahan merangkak, hal yang menakutkan bagiku kemudian menjadi kenyataan di dirimu. Kau mulai jenuh dan melupakanku dan aku tahu alasannya, karena di sana kau punya dia yang kau puja dan dia sangat cinta padamu juga. Sedangkan aku hanya orang baru yang mencoba menaruh rasa dan apalah dayaku yang tak seperti dia kekasihmu di sana yang telah lama mengenalmu.

Tapi aku tak pernah menyesali pertemuan dan perkenalan kita berdua yang awalnya diliputi rasa bahagia dan berakhir duka yang mengiba. Mungkin itu karena perasaanku saja yang terlalu mendamba. Namun, aku tahu kau juga sama sepertiku, jarak dan waktu melumpuhkanmu untuk tetap bertahan dengan rasa itu dan akhirnya menyerah pada waktu dan mencoba untuk melupakanku.

Pesanku untukmu di sana, semoga kau mengenangku juga dalam cinta dan akan kubiarkan waktu menarikmu kembali ke sini, ke tempat semestinya jika memang kita di takdirkan bersama. Aku mengenangmu dalam sebuah tulisan penuh cinta ini dan semoga kau bisa memahaminya tentang rasa dan harapan yang ku punya. Semoga kau menyukai puisi tentang kenangan kita di bawah ini:

Advertisement


Suatu saat kamu pasti kembali ke kota ini

Kota di mana asal darah yang kau bawa di dalam ragamu

karena di sini, di sepanjang jalan lurus yang memanjakan mata

Kita pernah bercerita banyak bersama melintasi sore dan menutup senja

Aku kemarin kembali melintas di atas panasnya aspal yang pernah membangunkan gejolak rasa kagum di antara kita

Kau masih aku bawa dalam kesunyian yang kurasa

Namun, senyumanmu menggodaku dari semua penjuru di kejauhan rasa

Kekasih, aku mungkin tak bisa memanggilmu pulang,

Namun, aku yakin takdir dan yang Maha Cinta akan kembali membawamu datang

Bersama setia yang selalu ku damba ke tempat yang membuatmu tenang

Ke tanah yang pernah kau sebut tempat yang malang

tapi di sini kita pernah menang

menikmati cinta yang tak pernah kita undang

Kamu adalah yang pernah datang dan tiba-tiba menghilang

Kamu adalah yang tersayang dan akan tetap ku kenang