“Walau ia tak bermata, ia tetap mampu untuk memandang. Walaupun ia tak bertangan, ia tetap mampu untuk meraba dan merasa. Cinta memang buta, namun ia tak akan pernah salah dalam memilih orang yang tepat dan pantas untuk dicintai. Cinta itu memang terkadang sedikit rumit, namun rasa dan aromanya bisa mengalahkan aroma kopi arabika terbaik di dunia. Meski ia buta karena tak bermata, percayalah bahwa ia tak akan pernah menabrak atau bahkan menikung milik orang lain.”


Menikmati cokelat di saat rentetan air hujan menerjang dan menyerbu atap rumah itu rasanya sungguh luar biasa. Manis, hangat dan nikmat berpadu menjadi satu sehingga menyebabkan surga dunia itu benar-benar terasa begitu dekat. Namun, nikmatnya rasa cinta aku mampu menandingi rasa dari semua rasa cokelat yang ada di dunia. Cokelat memang manis, namun manisnya cinta tak akan pernah mampu tergambarkan dengan kata-kata. Manisnya sungguh berbeda. Begitu pula dengan rasa hangatnya, pelukan yang di latari oleh rasa cinta tentunya akan lebih terasa berbeda. Nikmatnya melebihi kenikmatan memeluk sang rembulan di siang hari.

Advertisement

Cinta itu membuat manusia menjadi bahagia. Makanan dan minuman bahkan mampu tersingkirkan hingga beberapa hari disebabkan karena cinta. Kata orang, cinta terkadang membuat perut yang lapar menjadi kenyang seketika dan rasa haus yang luar biasa kering sirna bagai mentari ditelan rembulan di kala senja. Ada bius khusus yang sengaja dimasukkan Tuhan ke dalamnya agar manusia dapat terlena dan mabuk dibuat olehnya. Hingga bahkan terkadang, manusia bisa mengalami kecanduan cinta.

Jika seseorang dapat masuk penjara karena mengalami candu oleh ganja dan sabu-sabu, maka seharusnya orang yang sedang dimabuk cinta juga bisa dimasukkan ke dalam sel penjara, karena mereka adalah orang yang terjangkit indahnya perasaan cinta. Mereka adalah pecandu cinta yang sedang terlena dan merana dengan nikmatnya isapan cinta. Namun karena cinta bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia, serta datangnya tanpa diundang dan diminta, maka negara pun tak bisa memenjarakan manusia ketika ia sedang dimabuk cinta. Tak seperti ganja dan sabu-sabu.

Semua itu bisa dibeli dengan uang, kecuali cinta. Kau tak akan pernah merebut hati seseorang hanya dengan bermodal lembaran kertas berupa uang. Cinta bukan masalah uang, namun ini masalah perasaan yang bersembunyi di balik hati yang berada pada lapisan dada yang paling dalam yang tak mampu di sentuh dan di deteksi oleh alat-alat canggih manusia. Cinta itu hanya mampu dirasakan ketika seseorang merasa bahagia ketika melihat dan berdekatan denga orang lain. Uang memang dapat membuat seseorang menjadi bahagia walaupun itu hanya sesaat, namun rasa bahagia itulah yang tak mampu di konversikan menjadi nilai-nilai dalam lembaran-lembaran uang tersebut.

Advertisement

Pernahkah kalian mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa cinta itu buta?

Pastinya sangat sering sekali. Alasan para pecandu cinta mengatakan bahwa cinta itu buta adalah karena kegilaan cinta dapat menyebabkan orang yang pintar menjadi bodoh dengan meninggalkan segala pemikiran kritisnya. Cinta membuat orang yang cerdas menjadi lumpuh seketika menelan segala logika-logika matematikanya. Cinta membuat orang yang begitu tegas dalam mengambil keputusan menjadi luntur seperti karet.

Cinta membuat orang yang begitu jahat bertransformasi menjadi manusia yang berhati seperti malaikat. Kesimpulannya, cinta akan membuat segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin untuk dilakukan. Bahkan cinta terkadang membuat iman yang sudah di bawa sejak lahir menjadi tergeser dan luntur. Cinta memang gila. Tak jarang pula, cinta membuat yang bernyawa menjadi tak bernyawa. Cinta memang benar-benar buta.

Namun apakah benar cinta itu benar-benar buta sehingga tak dapat untuk melihat?

Cinta itu memang buta. Namun, tak dapat melihat bukan berarti tak dapat meraba dan merasa. Meski tak dapat melihat, ia tetap mampu dengan sangat peka untuk memilih hati yang pantas untuk disinggahi. Meski tak bermata, cinta tetap mampu untuk merasakan getaran misteri yang sedang bergejolak di dalam hati. Cinta tak buta tanpa rasa. Cinta tetap mampu memilih meskipun dengan kondisi mata yang tak mampu melihat. Ia masih tahu dan sadar, mana hati yang bisa disinggahi dan dijauhi, terlebih jika raga itu telah berpenghuni oleh cinta yang lain.

Jangan jadikan cinta sebagai bentuk pembenaran atas semua kesalahan yang telah dilakukan. Cinta itu memang buta, namun ia masih bisa dikendalikan agar tidak menabrak hati orang lain yang telah berpenghuni. Cinta masih bisa sehat ketika hati yang disukai telah dimiliki oleh orang lain. Cinta memang buta, namun ia masih bisa rasional dengan cara menjauhi cinta yang sudah berpenghuni. Cinta tak akan menabrak atau bahkan menikung cinta orang lain.


Dalam keadaan buta, cinta akan terus berjalan menelusuri ribuan kerikil yang dilaluinya. Ia akan terus berpetualang menjamah seluruh cinta yang bisa di singgahi, yang tentunya tak berpenghuni. Percayalah, cinta itu memang buta. Namun, ia masih bisa berjalan tanpa harus menabrak atau bahkan menikung milik orang lain. Karena orang yang telah mengenal cinta, tidak akan pernah tega tanpa rasa untuk mengambil cinta yang sudah dimiliki terlebih dahulu oleh orang lain. Karena cinta telah mengajari kita arti dari sakit dan pedihnya ditinggali.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya