Aku dan kamu adalah kita. Sebuah hubungan yang tercipta dari pertemuan dua orang yang saling jatuh cinta. Kita memutuskan untuk saling bersama, saling berbagi rasa. Aku mencintaimu dari tatapan matamu, senyum bibirmu, sikapmu, serta perlakuanmu terhadapku. Kamu menyayangiku tulus tanpa pamrih. Mencintaiku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Kita bersama menjalani hari-hari dan membunuh waktu dengan penuh cinta. Aku dan kamu, kita selalu merasa nyaman bersama.

Setiap pertemuan didunia pasti berakhir. Apakah dalam waktu yang singkat atau waktu yang lama. Begitu juga dengan hubungan kita. Selama apa kita mempertahankan nya, pasti akan tetap berakhir. Bermula saat aku mempertahankan egoku dan kamu pun tidak bisa merubah prinsip hidupmu. Kita merenggut semua mimpi yang pernah kita ukir bersama. Saat cinta benar-benar diuji oleh perbedaan. Ketulusan berganti menjadi benci. Rasa peduli berubah menjadi terserah. Cintapun pergi begitu saja.


Semuanya berubah. Pada akhirnya menjatuhkan kita yang dikira tegar. Seolah semua janji dan ikrar yang pernah kita ucap adalah lukisan. Tak bersuara tapi bernilai. Akankah hal yang berharga itu harus kita buang begitu saja? Tergantikan oleh rasa sakit hati, sakit sekali.


Lebih baik kita akhiri sampai disini. Sebelum semua cerita indah yang kita rencanakan tergantikan oleh sakit hati. Aku dan kamu hanya bagian dari cerita indah. Biarkanlah, semua terukir menjadi kenangan. Bukanya kita takut menghadapi semua ini, tapi kita hanya bersikap bijaksana. Kita mengerti bahwa kita tidak perlu egois untuk melanjutkan hubungan ini. Hanya menambah luka saja.


Kamu adalah bagian dari cerita indah hidupku. Akupun pernah mewarnai hidupmu. Kita akhiri dengan baik meskipun tak kan seindah dan semudah kata baik tersebut. Semua kenangan biarkan terurai rapi dalam bayangan kita. Kita hanya butuh memaafkan semua kenangan tersebut tapi tidak melupakannya.


Advertisement

Semoga kita bertemu kembali disaat kita benar-benar lupa pernah bahagia bersama dan terpisah oleh rasa sakit. Aku dan kamu kini adalah masa lalu. Aku akan menunggu masa dimana aku akan tersenyum mengingat masa-masa kita pernah bersama. Suatu saat nanti kamu tidak akan lagi menjadi bagian penting yang akan membuatku terus memikirkanmu.

Aku akan terbiasa mendengar namamu, melihatmu atau bahkan berbicara denganmu. Tidak akan ada lagi rindu yang menghimpit hati dan pikiranku. Semua kebaikanmu akan menjadi biasa bagiku. Pada akhirnya, aku akan ikut merasa bahagia ketika mendengar bahagiamu meski bukan denganku.