Memang telah lewat dua minggu lebih juga sejak gelaran laga final kejuaraan antar negara di dua benua; Euro dan Copa America 2021, digelar yang akhirnya dipungkasi oleh Argentina dan Italia sebagai juaranya. Namun tetap saja bagi penulis masih saja terheran-heran.
Masih juga terngiang-ngiang di ingatan. Kala itu PPKM darurat kebetulan juga belum diterapkan, jadi masih bisa nobar lihat final beramai-ramai di warkop kesayangan.
Entah apes atau bagaimana, saya juga tidak tahu sama sekali. Dua timnas yang saat itu saya pegang saat fase final dua benua sama-sama gagal.
Brasil atau Inggris sama saja!
Ah, sudahlah. Toh juga sudah lumayan bisa masuk final walaupun agak mengecewakan.
Saya yang notabene seorang manchunian jadinya agak kecewa. Bagaimana tidak, lha wong beberapa pemain Manchester United juga memperkuat dua Timnas yang berhasil masuk final; ada Brasil di Copa America dan Inggris di Euro, yang juga sama-sama mengalami kekalahan.Â
Di timnas Brasil, Fred yang berposisi sebagai gelandang. Lalu disisi Inggris ada empat pemain, yakni Luke Shaw, Rashford, Harry Maguire serta pemain anyar Jadon Sancho.
Dari pagi sudah bela-belain buat melek lihat Brasil, tapi hasil yang saya lihat agak mengecewakan. Untungnya final Euro tidak berselang terlalu lama juga, tidak sampai menunggu sampai 24 jam. Dalam hati berkata, "Santai, masih ada Inggris nanti."Â
Dan ternyata hasilnya di luar prediksi. Padahal hati sempat happy sekali melihat Shaw mencetak gol di menit-menit awal. Permulaan yang apik. Namun akhirnya Italia menyamakan kedudukan lewat Bonucci di babak kedua. Firasat mulai tidak enak. Dan ternyata, sampai pinalti, hadeuh.
Inggris dipaksa minggir mempersilahkan Italia buat ambil piala kemenangan setelah kalah dalam adu pinalti. Yang bikin nyesek itu yang gagal cetak gol saat pinalti malah Rashford dan Sancho. Dua pemain Manchester United!
Momen ini menjadi deja vu buat Shaw, Maguire, Rashford ama Fred yang juga gagal di final Liga Europa lawan Villarreal. Saat itu MU mengalami kekalahan lewat adu penalti juga. Walhasil, dua kali kalah dalam laga final jadi pil pahit buat mereka berempat.
Saat lihatt Sancho yang dipilih buat jadi algojo, penulis agak bingung juga sama pelatih Inggris, Southgate. Padahal disana ada Sterling, Shaw sama Walker. Mengapa mereka malah absen dalam menjadi algojo pinalti. Tapi toh saya juga sama sekali tidak tahu bagaimana pertimbangan pelatih untuk menentukan siapa yang bakal menendang.
Glory, Glory Man United. Walau banyak yang bilang kalau pemain MU beban, tetap Manchester United di dalam hati. Walaupun saat ini masih belum dalam kondisi terbaiknya. Namanya juga permainan, harus legowo jika tim yang dijagokan mengalami kekalahan.
Lumayan malu juga pas diawal Inggris unggul, saya yang teriak paling keras diantara temen-temen, ternyata pada akhirnya harus lihat Inggris kalah. Nasib baiknya, penulis tidak sampai menghabiskan uang untuk pasang taruhan. Â
Saya turut bersuka cita atas kemenangan Argentina dan Italia!
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”