Dalam Kehidupan Tidak Semua Hal Dimulai dari Nol

Semesta bergerak tidak seperti apa yang kita pikirkan. Selalu memiliki caranya sendiri. Entah apa yang akan kita pikir tentang itu. Menikmati setiap pergerakannya atau tersiksa karenannya.

Advertisement

Jika kita melihat hal-hal baik, itu membuat kita terbiasa sehingga hal baik yang selalu akan kita lihat. Bukan hal buruk berarti tidak ada. Hanya karena kita tidak terbiasa saja melihatnya. Seperti model algoritma yang biasa dibicarakan dalam dunia perinternetan di zaman ini. Apa yang mendatangi layar maya kita adalah apa apa yang biasa kita buka.

Mantra di zaman dulu ternyata juga memiliki makna demikian. Mengafirmasi diri kita untuk fokus mendapatkan apa yang diinginkan. Kata-kata itu melambung dan mempengaruhi semesta, begitu dari sedikit yang saya pahami ketika membaca The Secret. Meski saya meyakininya sebagai cara pikiran kita memilah dan memilih bagaimana kita mengambil keuntungan dari pergerakan semesta.

Masyakat kaki gunung Merbabu juga telah membangun filosofi megah ini dengan pemikiran sederhana. Jangan bilang dingin supaya tidak kedinginan. Begitu mereka memberi nasihat pada saya ketika menggigil di depan tungku perapian dapur mereka. Sebab kala itu mulut saya selalu bilang dingin sembari mendesis.

Advertisement

Sayangnya, pikiran kita juga sama seperti semesta. Punya caranya sendiri untuk memikirkan apa. Kadang berpikir sebaliknya dari apa yang mau kita pikir. Semakin kita paksa, semakin sering justru pikiran itu melintas. Benar-benar bisa membuat kepala berdenyut nyeri.

Saya merasa sudah memiliki banyak latihan untuk hanya berpikir hal-hal baik dari kehidupan. Menikmati dan mensyukuri setiap hal yang harus saya jalani, meski kadang saya tidak inginkan. Ternyata itu tidak semudah seperti banyak literatur yang saya baca. Sering kali saya galau dibuat oleh pikiran sendiri.

Advertisement

Tidak tahu apa yang sebenarnya saya inginkan sehingga pasti juga tidak tahu hal-hal baik seperti apa dari semesta yang saya mau untuk menghampiri. Saya tidak mampu mengafirmasi diri, apalagi merapalkan mantra yang sesuai. Inilah persoalan itu.

Jika tidak mampu mengarahkan jalannya kehidupan, ya sudah, mengalir saja. Ikuti lajunya, nikmati jalurnya dan jangan biarkan diri kita terbentur. Jika harus terbentur, usahakan sekuat mungkin tidak mencelakai kita dan menghentikan perjalanan. Ambil keuntungan dari setiap kesempatan. Begitu suatu kali seorang teman mengingatkan saya.


Ini saya sama sekali bukan kalimat orang menyerah menurut saya. Ini adalah hal bijak dalam mengarungi kehidupan di semesta yang tidak mudah.


Sambil melakoni nesihat itu, saya pelan-pelan berusaha melambungkan kata-kata afirmasi. Melatih lebih banyak dan mencari tahu apa yang sebenarnya saya inginkan dalam menjalani kehidupan karena itu bukan hal mudah, sebab kehidupan ini ada bukan karena kita menginginkannya. Faktanya kita ini harus berpikir untuk apa hidup, setelah menjalani kehidupan. Segala sesuatunya harus dimulai bukan dari nol.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penulis lepas bisa ditemui di : juliusdeliawan@gmail.com

CLOSE