juliusdeliawan Verified Hipwee Author Hipwee Reader

Penulis lepas bisa ditemui di : juliusdeliawan@gmail.com
www.kompasiana.com
Urut berdasarkan

Benarkah Manusia itu Tidak Sempurna? Atau Kita yang Berpikir Demikian?

Saya meyakini bahwa, sesungguhnya, manusia diciptakan sempurna. Sempurna sebagai manusia, sempurna sebagai diri saya dengan segala keberadaan, bahkan jalan kehidupan yang harus saya lalui. Karena tidak ada sesuatu bisa terjadi diluar kehendakNya.

Dalam Kehidupan Tidak Semua Hal Dimulai dari Nol

Jika kita melihat hal-hal baik, itu membuat kita terbiasa sehingga hal baik yang selalu akan kita lihat. Bukan hal buruk berarti tidak ada. Hanya karena kita tidak terbiasa saja melihatnya.

[CERPEN] Dilema Berharap dan Kepastian

Untuk apa semua ini jika pada akhirnya kamu hanya terluka? Kamu hanya membuang-buang waktumu. Buka hatimu untuk yang lain

Ketika Menulis Menjadi Jalan Keberuntunganku

Aku masih berharap, ini bukan mimpi. Namun dalam hati bersyukur, untung aku jadi penulis.

[CERPEN] Jogja, Aku Kembali dengan Cinta Seperti Janjiku

Jogja, aku memenuhi janjiku, kali ini aku kembali tidak seorang diri. Bukan juga hanya berdua seperti tahun-tahun sebelumnya.

Cinta Itu Tergantung Bagaimana Ia Dimulai, Jika Diawali Dusta Maka Akan Berakhir dengan Luka

Meski lampau, tetapi eksistensi cinta ternyata tidak pernah berbeda

[CERPEN] Menyeyumi Luka, Merengkuh Kebahagiaan Paripurna

Kulihat Ria perlahan mencoba tersenyum, meski kulihat bukan senyuman terbaik yang pernah ia miliki. Tetapi aku tahu, ia juga sedang berdamai dengan apa yang pernah ia rasakan.

[CERPEN] Kebahagiaan Sempurna Ada Dibalik Kata Maafmu

Aku hanya ingin kamu memaafkanku. Supaya kebahagiaanmu dan kebahagiaanku sempurna, Ria

[CERPEN] Ruang dan Waktu Istimewa Untuk Cinta

Dirindukan, itu membuatku berarti. Kehidupan yang kujalani menjadi lebih berwarna. Rasanya kemanapun pergi, selalu ada pelangi di atasnya. Ketika gundah, tinggal menengadah, semuanya jadi terasa lebih indah.

[CERPEN] Aku Bahagia Pernah Mencintaimu

Aku tetap bahagia walau pada akhirnya bahagiamu bukanlah bersamaku