Dapatkah Media Sosial Menjadi Kebahagian Instan? Cari Tahu Yuk!

Saat ini kegiatan apapun serba instan. Misalnya saja saat kita merasa lapar, kita bisa membuka aplikasi lalu memilih makanan dan membelinya. Setelah itu tidak membutuhkan waktu yang lama makanan tersebut bisa langsung datang ke rumah kita.

Jika kita ingin pergi ke suatu tempat lalu membuka aplikasi memesan ojek online tidak lama kemudian ojek online pun datang, sedangkan dulu kita harus pakai ke stasiun Menaiki bis lalu menaiki angkot bahkan masih saja yang menggunakan sepeda motor sepeda ontel.

Jika kita sakit, kita tidak perlu ke rumah sakit untuk memeriksakan keluhan kita tetapi, kita bisa menggunakan media sosial untuk berobat dengan berkonsultasi dengan dokter secara virtual. Tidak hanya sandang dan pangan bahkan kebahagiaan pun kita bisa dapatkan secara instan.

Di tengah kesibukan mengerjakan suatu pekerjaan yang menumpuk, pasti kita sering merasa bosan dan membutuhkan refreshing. Misalnya saja saat kita mengerjakan laporan praktikum yang sangat banyak, pasti belum sampai selesai kita sudah merasa bosan dan mengantuk. Oleh karena itu biasanya kita menghilangkan rasa bosan dengan membuka media sosial.

Media sosial adalah sebuah media virtual yang digunakan satu sama lain yang bisa dengan mudah berpartisipasi berinteraksi berbagi menciptakan isi blog jejaring sosial volume dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dengan media sosial kita bisa mendapatkan teman sebanyak-banyaknya mulai dari yang paling dekat hingga berada di luar negeri.

Namun, kebahagiaan tersebut tidak kita lakukan selama 5-10 menit. Melainkan selama berjam-jam, seperti men-scroll Instagram hingga postingan habis dan berganti ke Twitter lalu kembali lagi ke Instagram dengan postingan yang baru.

Hal itu dilakukan secara berulang-ulang, hingga kita tidak sadar bahwa kita telah menghabiskan waktu yang banyak untuk mencari kebahagiaan instan tersebut. Sehingga pekerjaan yang belum selesai tadi kita tunda terus menerus sehingga, kita jadi tidak produktif.

Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut dapat mengabaikan pekerjaan dan dapat memiliki efek jangka panjang jika dibiarkan. Akibat yang dapat terjadi yaitu kita dapat kecanduan dan hilang konsentrasi serta motivasi. Padahal  sebelumnya kita dapatkan sebelum mengerjakan pekerjaan tersebut.

Berbicara mengenai kebahagiaan, terdapat hormon yang ada dalam tubuh yang mengatur kebahagiaan kita, yaitu Hormon Dopamin. Hormon Dopamin ini perannya sangat penting untuk manusia.

Hormon ini membantu kita untuk fokus dan juga menemukan sesuatu yang menarik, yang pastinya membuat kita lebih tenang. Namun, terlalu sedikit atau terlalu banyaknya produksi dopamin juga tidak baik untuk kita. Istilah yang sedang trend saat ini yaitu Dopamin Detox.

Detox disini bukan berarti kita menghilangkan semua kebahagiaan kita tetapi, lebih kekita mampu mereset sistem otak istilahnya yaitu beres-beres terhadap pola pikir otak. Jadi intinya kita bisa mengontrol gimana caranya mengurangi perilaku jika kita bosan kita ubah menjadi respon yang lain.

Misalnya saat kamu sedang sibuk pastinya kamu merasa emosi dan menjadi tidak senang. Oleh karena itu, kamu berpikir gimana caranya agar kita senang kembali  lalu kita membuka instagram untuk mencari kebahagiaan instan.

Namun, sebenarnya hal itu bukan merupakan kebahagiaan yang sesungguhnya karena pekerjaan kita belum selesai bahkan belum ada profit sama sekali. Dari kebiasaan ini kita belajar jika kita merasa bosan atau emosi selalu ada cara mudah untuk menghilangkan itu meskipun, hal itu hanya membuat masalah di belakang.

Masalah-masalah tersebut sering terjadi oleh remaja saat ini. Kebiasaan ini mengakibatkan tidak adanya profit dan tidak produktif. Oleh karena itu, untuk menghilangkan kebiasaan tersebut sebaiknya saat kita bosan kita berpikir apa yang membuat kita bosan.

Berpikir apakah ada kegiatan-kegiatan yang lain, yang bisa menjadi kebahagiaan. Namun, tidak secara instan dan lebih sehat. Pastinya ada yaitu, kita bisa memulai kebiasaan baru saat kita bosan dengan membaca buku, mencari udara segar di luar atau sekedar bertemu orang-orang.

Selain itu juga kita dapat melakukan kegiatan seperti membuat cokelat panas karena cokelat dipercaya dapat membuat seseorang bahagia. Kebiasaan-kebiasaan itu tadi selain tidak instan dan lebih sehat kebiasaan ini juga dapat menghilangkan kecanduan terhadap media sosial. Namun kita sadar bahwa dalam menciptakan kebiasaan tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Merubah kebiasaan menjadi lebih baik sangatlah sulit harus didasari dengan niat dan konsistensi.

Meskipun sederhana tetapi jika kita mampu mengubah kebiasaan tersebut, itu menjadi suatu peningkatan dalam diri kita untuk tidak kecanduan terhadap media sosial. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk merubah kebiasaan mencari kebahagiaan secara instan dengan kebahagiaan yang tidak instan Tetapi lebih sehat. Hal ini dilakukan untuk kita terbiasa dalam merubah sesuatu hal yang memang harus dirubah untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan dan mencapai tujuan yang kita inginkan.

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini