Dear Mama,

Surat kecil ini mungkin hanyalah sekedar tumpahan rasa rindu yang kadang tak tertahankan. Mama pergi dalam tidur yang panjang tanpa sebuah peringatan, hingga semua terasa bagai mimpi yang tak berkesudahan. Anakmu ini terkadang hanya ingin terbangun dan berharap semua hanyalah sekedar ilusi bukan kenyataan.

Advertisement

Dear Mama,

Dada anakmu ini sesak Ma..air mata ini terus mengalir tak tertahankan. Seakan ada lubang kosong di dada ini yang nyerinya tak terlukiskan. Anakmu ini bahkan tak yakin, berapa banyak waktu yang dibutuhkan agar lubang  di hati ini bisa menutup entah kapan.

Dear Mama,

Advertisement

Sejak dulu selalu berulang terucapkan bahwa kehilanganmu adalah hal yang paling terasa menakutkan.

Tak lagi bisa bermanja denganmu adalah sesuatu yang bahkan tak pernah mau untuk sekedar kubayangkan. Bahkan selalu kukatakan bahwa Mama adalah poros di duniaku yang menyeimbangkan, meskipun senyummu seakan memaklumi itu hanya ocehan bocah, hanya sekedar rengekan.

Dear Mama,

Ada begitu banyak kenangan yang berkelebatan yang kadang membuat air mata menitik tanpa dapat kuhentikan. Dan hanyalah untaian doa di setiap sujudku yang dapat terucapkan untuk sekedar meredakan kerinduan yang tak terlukiskan. Allah menyayangimu Ibundaku tersayang..Dia akan membahagiakanmu lebih dari yang bisa kulakukan.

Dear Mama,

Seandainya waktu bisa kuputar. Bocah ragil ini hanya ingin menyusupkan kepala dalam pangkuan dan menatap lagi senyummu yang penuh keteduhan. Cukuplah untuk sekedar mengucapkan kata sederhana yang kini hanya dapat tersimpan dalam diam, “Mama adalah cinta terbesar dalam hidup Adek Ma, Ibu terbaik yang telah Allah berikan.”

Dear Mama,

Kini seminggu telah berlalu sejak mengantar Mama pergi dalam peristirahatan yang panjang. Maafkanlah anakmu ini untuk bahkan segores luka yang mungkin pernah tertorehkan di hatimu yang penuh dengan kebaikan. Sampai kapanpun juga semua cinta Mama yang tak berkesudahan tak akan pernah bisa untuk terbayarkan.

Hari mungkin akan terus berganti tapi arti Mama tak akan pernah bisa tergantikan. Kini anakmu ini hanya berharap Allah memberi Mama tempat terindah untuk segala kebahagiaan yang sangat layak untuk Mama dapatkan.


“Berbahagialah Ma, Ibundaku tersayang."


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya