Guru matematika, profesi yang hanya dipandang seram dimata semua murid maupun orang lain. Namun tidak banyak orang mengira bahwa menjadi guru matematika adalah pekerjaan yang mulia dan kunci masa depan. Itulah profesi yang sampai saat ini masih dijalani Ai. Anak kelahiran Jakarta ini sudah menjadi guru hampir 3 tahun di Sekolah HighScope Indonesia. Seorang guru di sekolah ini merupakan hal terpenting terutama mengajar 3 angkatan anak SMA dari pagi hingga sore. Pekerjaan ini yang sehari-hari dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab dan penuh tugas yang menumpuk tidak membuat Ai berkecil hati.

Perempuan kelahiran Jakarta ini setiap bulan harus menghasilkan topik-topik baru untuk diajarkan kepada murid-muridnya yang belum tentu memiliki niat belajar di sekolah ini. Ia tetap bersyukur dengan kesempatan untuk mengajar, kesempatan yang sangat susah untuk didapatkan karena ia menjalani banyak penggalangan. Di kota besar seperti Jakarta masih banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan dalam bidang pendidikan, bahkan bergantung hidup dengan orang lain. Ia sengat bangga dengan pekerjaannya dan beruntung bisa mendapatkan di kota besar ini terutama populasi Jakarta yang terus meningkat.

Advertisement

Ai memulai menyukai matematika ketika masuk SMA secara khusus di SMA 48, dimana ia mulai tertarik dengan masa depan yang memiliki matematika. Ai ingin kuliah mengambil jurusan teknik tetapi tidak diperbolehkan oleh orang tua dan karena keterampilan dalam menggambarnya kurang baik, jurusan arsitektur tidak menjadi peminatannya. Dari semua pelajaran selain kimia, ia sangat menguasai pelajaran matematika dan menjadikan matematika kegemarannya. Ai mengetahui bahwa mengambil jurusan atau tujuan hidup dalam bidang matematika memang susah, tetapi ia mengetahui kegemaran tersebut dari pendidikan dia di sekolah.

Ia mulai berpikir untuk mengambil jurusan matematika secara spesifik dalam bidang pendidikan dimana ia bisa belajar matematika sambil mengetahui cara mengajarkan matematika tersebut. Ai mengambil jurusan Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Jakarta dengan tujuan untuk belajar sesuatu yang ia sukai dan mengajarkan hal-hal yang telah ia belajar kepada generasi pelajar-pelajar muda. Ai masuk Sekolah HighScope Indonesia untuk mencari pengalaman bekerja di sekolah internasional tetapi tidak menyadari bahwa Sekolah HighScope Indonesia sangat berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya dengan sistem pembelajaran yang sangat unik dan berbeda dari sekolah negeri maupun sekolah internasional.

Selain menyukai matematika Ai memilih bekerja sebagai guru bukan hanya pekerjaan ini memerlukan keahlian dan latar belakang pendidikan yang sangat mendalami, tetapi ia percaya bahwa semua orang dapat menyukai matematika, ia ingin mencoba membawa semangat yang ia miliki dari kecil mengenai matematika melanjutkan kepada anak-anak muda yang berpotensi jika menyukai matematika juga. Semua pekerjaan pasti ada hambatannya, hal itu sering dialami ia.

Advertisement

Menjalani profesi sebagai guru matematika pada tahun 2015 setelah kuliah tidak membuat ia terbebas dari berbagai hambatan dan masalah. Terkadang ada beberapa murid yang susah diatur untuk belajar dengan benar dan susah memasukkan informasi-informasi penting ke dalam pikiran murid-murid. Ai terus bersabar menghadapi segala hambatan yang ia yakini sebagai ujian dalam pekerjaan yang sedang dijalaninya.

Pada saat waktu luang, Ai menggunakan dengan sebaik mungkin untuk melaksanakan hobi-hobinya seperti pergi keliling Indonesia sekalian mencicipi kuliner tempat yang ditujui. Kalau ada waktu luang di Jakarta, Ai sangat menyukai menonton drama Korea, semua genre film akan ditonton dan mendengar segala jenis musik yang tidak membuat otaknya tambah pusing. Ai juga sangat senang berinteraksi dengan murid-murid di kelas karena ia peduli akan kelulusan semua murid yang dia ajar serta memberikan kata-kata positif untuk menceriakan hari mereka, kebahagiaan sangat penting dalam sekolah terutama dalam proses belajar.

Salah satu upaya untuk mempromosikan belajar matematika adalah dengan acara bernama “Minggu Matematika” atau biasa di panggil Math Week. Acara tersebut dibuat untuk mempresentasikan proyek-proyek yang dikerjakan di kelas matematika, proyek bisa diambil dari pelajaran kalkulus sampai kelas aljabar. Acara ini juga menunjukkan semangat dalam mempelajari dan mengajar matematika. Ai adalah salah satu guru yang bertanggung jawab dengan berbagai aktivitas selama Math Week untuk mengembalikan semangat belajar di pelajaran matematika, aktivitas tersebut juga mempromosikan cara menggambar dan membuat barang-barang tiga dimensi. Aktivitas tersebut dikenal sebagai cara mengembalikan semangat murid mengenai matematika.

Semua pekerjaan juga pasti ada hal-hal yang positif, Ai mengingin pekerjaan yang tidak monoton berarti pekerjaan yang tidak interaktif seperti bekerja di bank dan kantoran, dan menjadi guru merupakan salah satu profesi yang sangat berinteraktif dan dapat bertemu orang banyak. Pekerjaan mungkin terlihat susah tetapi jika suatu kegemaran dijadikan suatu pekerjaan, pasti pekerjaan tersebut akan seru dan tidak membosankan. Ini bukan sekedar pekerjaan tetapi tugas yang diberikan kepada Ai untuk mengajar generasi murid-murid muda matematika dengan baik dan interaktif.


Sekedar pelajaran pasti bisa diajarkan siapa pun, tetapi Ai mencoba untuk membuat setiap proses pembelajaran menjadi suatu pengalaman yang menarik.


Menjadi guru matematika dijalani Ai dimulai pada tahun 2015. Guru matematika ini selalu menggunakan kacamata yang dapat diingat murid-murid yang melewati kelasnya, ia sangat dikenal murid-murid, baik karena sikap ceria dan penuh semangatnya. Pekerjaan yang dilaksanakan Ai dijadikan peringatan kepada diri ia sendiri bahwa matematika dapat diajarkan kepada murid-muridnya terutama dengan proses pembelajaran yang interaktif dan menarik. Ia sangat suka matematika dan sangat senang jika murid-muridnya memiliki kegemaran yang sama terutama dari pengajaran ia. Inilah yang membuat Ai, seorang guru matematika dihargai oleh banyak orang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya