Awalnya aku begitu yakin bahwa cinta berpihak pada kita, tapi akhirnya aku sadari yang aku perjuangkan bukan milikku lagi..

Ibarat kata cinta tak harus memiliki demikian terjadi di hidupku. Tujuh tahun berakhir sudah perjalanan cinta kita. Kita yang awalnya begitu dekat kini hanya seperti orang asing yang tak saling menyapa. Aku tak pernah berpikir akan mengalami hal seperti ini, yang aku pikirkan hanyalah kebahagiaan yang kita lalui bersama.

Advertisement


Aku yang terlanjur bahagia karena hadirmu, kini semua sirna ditelan waktu yang tersisa hanyalah bayangmu yang tak mampu kugapai.


Hari berganti hari, waktu terus berlalu. Tahun ketiga sudah aku menikmati kesendirianku. Terkadang terlintas dalam benakku pernahkah kamu berpikir aku bahagia? Pernakah kamu berpikir aku tak ingin ditinggalkan atau sudah bahagiakah kamu? Akankah waktu itu terulang kembali? Sepertinya pikiranku sudah dirasuki hingga aku lupa semua telah berakhir dan sang pemilik waktu masih membiarkan aku menikmati kesendirianku.

Waktu terus berlalu, aku kembali terusik oleh kenangan dan perasaan yang telah lama aku kubur di relung hatiku. Aku yang termakan oleh rayuan manismu. Aku yang awalnya seperti Ratu untukmu. Kamu yang datang dengan sejuta mimpi, perasaan dan harapan namun pergi tanpa seuntai kata perpisahan.

Advertisement


Bagai punggung merindukan bulan, demikian aku yang tak bisa melupakanmu.


Aku pernah berpikir untuk bangkit dari keterpurukanku ini namun sering aku gagal. Dalam benakku ingin sekali aku bangkit lagi. Ingin sekali aku berdiri lagi. Ingin sekali aku tunjukan pada semua bahwa aku sanggup. Ingin sekali aku mengekik sampai ikatan keterpurukanku ini terlepas. Tapi sayangnya aku terjatuh, aku kembali tenggelam dalam perasaan yag sama dan hanya kegagalan yang aku terima dari perjuanganku ini, aku ingin sekali menyerah untuk berjuang.

Namun hati kecilku masih menginginkan sebuah perjuangan dan kebebasan. Aku kembali berusaha dalam keterpurukanku dengan penuh harapan dan pada akhirnya Sang Pencipta alam semesta mendengar semua doaku.

Aku kembali bangkit. Aku kembali kuat. Aku mulai menikmati hari-hari bahagiaku tanpa dirinya dan aku menyadari bahwa nothing is impossible asal aku mau berjuang bahkan sampai titik terakhir masih ada perjuangan. Harapanku, jika nanti kita tak sengaja diijinkan bertemu lagi, akan aku ceritakan kebahagianku saat ini tanpa dirimu.

Terima kasih Sang Pencipta sudah mengijinkan aku berada di zona ini dan aku belajar arti kesetiaan serta arti berjuang. Terima kasih kamu yang sudah datang mengukir cerita di hidupku untuk waktu yang lama. Kini Aku bahagia.

Benar-benar sudah bahagia :)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya