Perilaku Orang Memang di Luar Kuasa Kita. Ada Baiknya Belajar Bersikap Diam agar Tidak Tersulut Emosi Belaka

belajar bersikap diam

Kehidupan ini begitu banyak drama, maka dari itu juga ada pepatah yang mengatakan bahwa dunia ini adalah panggung sandiwara. Pernyataan ini sangatlah benar, karena memang dunia dan hidup ini dipenuhi dengan drama-drama kehidupan. Bukan hanya tayangan drama yang ada di televisi saja, lho. Tapi, sadarkah bahwa kita sebenarnya juga adalah pemeran drama itu?

Advertisement

Saking banyaknya drama di kehidupan ini, banyak orang yang berpikiran pendek atau bahkan berpikir terlalu panjang. Padahal sebenarnya ada 2 (dua) cara yang bisa menang dari semua emosi drama di kehidupan ini, yaitu diam dan sadar. Kedua cara ini tidak boleh hanya dilakukan salah satunya saja, namun harus dilakukan bersamaan dan juga harus dilakukan dua-duanya.

Dengan diam, kamu akan lebih tenang. Dengan keadaan diam yang membuat kamu menjadi sedikit tenang pun akhirnya kamu bisa berpikir lebih jernih dan tidak gegabah. Orang mungkin bisa membuat kamu emosi, namun tidak seharusnya mereka mengontrol emosi yang ada pada diri kita. Dengan diam, orang lain yang melihat pun akan kebingungan sebenarnya apa yang terjadi pada kita. Tentunya, mereka tidak menginginkan kita diam, mereka justru menginginkan tindakan ataupun ucapan kita yang dipenuhi dengan emosi.

Diam yang disertai kesadaran memiliki makna yang lebih banyak. Dengan kita tenang dan bisa berpikir lebih jernih, kita juga harus sadar atas apa yang sedang terjadi pada kita. Sadar akan setiap hal yang terjadi pada kita dan tenang untuk menyikapinya. Alhasil, kamu pasti akan mendapatkan faedah yang lebih baik minimal kamu akan menjadi lebih dewasa dalam menyikapi setiap hal yang terjadi pada diri kamu.

Tentunya untuk melakukan keadaan yang diam disertai ketenangan dan kesadaran pada satu waktu yang sama sangatlah susah. Seringkali kita terlalu meluap-luap dengan emosi atas kejadian yang sedang menimpa kita. Apapun kejadian itu, baik yang hanya masalah sepele sampai masalah yang rumit. Namun satu hal yang harus diingat, bahwa tidak ada masalah yang tidak memiliki penyelesaian. Walaupun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan, tapi setidaknya itu menyelesaikan masalah.

Contoh yang paling gampang dan sering terjadi di sekitar kita yaitu ketika kita sedang jadi bahan pembicaraan orang-orang. Baik bahan pembicaraan yang buruk ataupun baik. Tentunya ketika mendapat penilaian/pembicaraan buruk di khalayak ramai kita pasti akan emosi apalagi kalau yang dibicarakan itu tidak sesuai dengan kenyataan alias hanya asumsi orang-orang. Emosi dong pastinya ya, tapi apakah dengan kita menegur orang-orang tersebut masalah akan selesai? Belum tentu juga, kan?

Advertisement

Yang sering terjadi apabila kita menegur orang-orang yang sedang berasumsi buruk terhadap kita adalah pertengkaran yang membuat suasana semakin memburuk. Jangan pernah berpikir bahwa ketika kamu berhasil menyuarakannya maka mereka akan takut atau segan kepada kamu. Malah yang ada orang-orang berpikir kita tidak dewasa. Kita tidak bertanggungjawab atas mulut-mulut yang membicarakan keburukan orang lain, mereka yang akan mempertanggungjawabkannya dengan Tuhan.

Tapi cerita dramanya akan berbeda apabila kita menanggapi asumsi buruk orang lain dengan diam dan penuh kesadaran. Toh, nantinya mereka akan capek dengan sendirinya. Kita bisa tunjukkan kenyataan dengan action kita yang bermanfaat tanpa menyakiti fisik dan perasaan orang lain. Tentunya, ini akan jauh berfaedah, kan?

Selain itu, satu hal lagi yang ingin saya ingatkan, yaitu tidak seharusnya orang lain mengontrol emosi kita. Seperti contoh yang saya uraikan di atas, terbukti apabila kita menanggapi apa yang orang lain bicarakan, otomatis emosi kita akan terkontrol oleh mereka. Dibicarakan baik maka mood akan baik, dibicarakan buruk akan dendam seumur hidup.

Seharusnya hanya kita yang bisa mengontrol emosi kita. Kita yang membuat diri kita bahagia, kita juga yang membuat diri kita bersedih. Tapi dengan diam dalam tenang dan berpikir jernih ditambahkan dengan kesadaran yang penuh, alhasil hanya kita yang akan mengontrol emosi diri ini. Memang sulit, tapi jika tidak kita lakukan dari sekarang, kapan lagi?

Nggak mau dong emosian mulu karena hal-hal yang nggak penting? So, yuk kita mulai melatih diri ini menjadi lebih dewasa dalam menanggapi setiap hal. Mulai mencoba diam dalam tenang dan berpikir jernih serta tidak lupa disertai dengan kesadaran penuh. Yakin deh, pasti hidup akan jauh lebih bermakna~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta travelling dan dunia tulis menulis sedari dulu. Berharap selalu bisa melihat sisi lain dari dunia dan bisa berbagi pengalaman serta dapat memberikan inspirasi kepada semua orang yang membutuhkan.

Editor

une femme libre

CLOSE