#DiIndonesiaAja–Wisata di Kota Tua dari Kacamata Anak SMP vs Anak Kuliahan yang Lagi Penelitian

Pengalaman pribadi

Kalian yang tinggal di Jakarta bagian mana saja mau Barat, Timur, Utara, Selatan, Pusat  pasti sudah kenal banget sama Kota Tua dan biasanya kalau udah sebut Kota Tua yang kebayang itu alun-alun luas persis di depan museum Fatahillah atau nggak Pelabuhan Sunda Kelapa 2 tempat itu memang yang paling populer dan biasanya dikunjungi oleh wisatawan termasuk saya dan teman-teman saya waktu SMP.

Advertisement

Rencananya terbentuk gitu ajah tiba-tiba sehabis pulang sekolah mau ke Kota Tua biar mainnya rada jauh, alesannya begitu dan bisa foto-foto bareng di situ. Maka kami datang naik Transjakarta dengan kondisi udah ganti baju seragam dan siap berpanas-panas ria karena daerah Kota Tua memang terkenal kalau siang itu panas banget cuacanya.

Tempat yang pertama kali dikunjungi pastinya museum fatahilah. Lumayan menghindari panasnya alun-alun yang jarang ada pohon untuk naungan padahal maunya naik sepeda keliling sambil foto-foto tapi karena panas akhirnya cari tempat yang teduh dulu. Setelah dari museum fatahilah, lanjut lagi ke museum-museum lain sampai akhirnya berakhir di museum wayang yang ada AC-nya dan itu berasa adem banget ditengah–tengah panasnya Kota Tua.

Setelah waktunya agak sorean barulah kita ke tengah alun-alun dan di situ udah lumayan ramai orang yang mau duduk-duduk sambil foto maupun makan–makan.Kita juga jajan di sana  dan yap pastinya yang bakal dicobain adalah kerak telornya. Jajanan itu udah jarang ditemuin kalau nggak ketempat-tempat untuk wisata ataupun acara kuliner dan emang seenak itu. Selesai explore di sana akhirnya kita balik naik Transjakarta lagi ramai-ramai. Yang ada di ingatan saya jalan-jalan ke Kota Tua memang serunya kalau bareng banyak teman dan kalau bisa hindarin waktu siang kalau memang nggak tahan panasnya cuaca di sana.

Advertisement

Singkatnya 7 tahun setelah itu saya memilih Kota Tua sebagai lokasi obyek penelitian saya lebih tepatnya tentang wisata sejarah di Kota Tua.Perubahan Kota Tua setelah 7 tahun dari terakhir saya kesana lumayan banyak dalam artian yang positif. Salah satunya adalah revitalisasi Kali Besar yang diubah dan diperindah sedemikian rupa sehingga bisa dinikmati oleh wisatawan seperti bisa dijadikan tempat duduk-duduk waktu sore. Sebagai mahasiswa yang sedang penelitian, otomatis saya pelajarin sejarahnya baik sejarah tentang bangunannya maupun tentang pemerintahan yang berkuasa di tiap jamannya lalu saya juga membaca perubahan lingkungan atau lahan dari peta di masa lalu sampai akhirnya menjadi seperti sekarang.

Disitu saya baru menyadari Kota Tua dilihat sebagai gambaran besar dari Pelabuhan Sunda Kelapa terus melewati jembatan gantung yang dulu sempat beroperasi lalu sekarang sudah tidak lagi lalu Kali Besar menjadi bagian Kota Tua terus lagi ke alun-alun Fatahilah hingga ke stasiun Kota yang merupakan bangunan dari jaman dahulu. Bagaimana perubahan struktur lingkungannya yang sudah berubah banyak dan menyisakan sisa-sisa masa kejayaannya yang lampau, seperti ditemukan juga bekas dinding bangunan yang runtuh bekas dinding kota ataupun ternyata dulunya terdapat Kastil seperti yang berbentuk seperti menara, bahkan kali yang mengalir membelah di Kota Tua merupakan jalur transportasi air di jaman dulunya. 

Advertisement

Maka dari sini saya merasakan perbedaannya antara wisata yang belum tau tentang informasi obyek secara keseluruhan dengan yang sudah membaca sebelumnya.Rasanya sangat berbeda, semakin banyak kita tahu tentang sejarah suatu tempat wisata terutama yang memiliki nilai sejarah yang tinggi saat kita datang ke sana, itu akan sangat memberikan dampak besar bagi rasa pengalaman akan wisata di tempat obyek tersebut.

Ternyata memang benar sebelum kita jalan-jalan atau travelling kemanapun bahkan yang di daerah tempat kita tinggal sendiri, kita harus mencari informasinya terlebih dahulu.Jadi, wisata di daerah sendiri pun sebenarnya, bisa jadi kita belum benar-benar tahu dan paham akan obyek wisata dengan segala keistimewaannya maupun informasi yang tersimpan di obyek wisata tersebut. Saya jadi penasaran tempat wisata apalagi di Jakarta yang terlewat sensasi pengalamannya karena saya tidak mencari tahu lebih jauh akan informasi tentang tempat tersebut.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Haloo nama saya oktavia, senang membaca daripada nulis tapi kalau mau punya skill sepertinya harus sering asah kemampuan menulisnya.Jadi saya putuskan untuk ikut di komunitas ini sebagai media saya untuk menulis artikel -artikel yang isinya santai dan nyaman untuk dibaca sampai pengalaman pribadi saya yang mungkin bisa jadi bermanfaat buat orang lain.

CLOSE