Kita tahu bahwa menjadi mahasiswa tingkat akhir adalah hal yang menyenangkan, tapi juga patut diwaspadai. Menyenangkan karena sudah tiba di pengujung akhir masa studi. Tentunya patut diwaspadai karena bila tak kuat mental, bisa jadi depresi. Hmmm, nggak bermaksud berlebihan juga, sih~

Namun, sebagai mahasiswa tingkat akhir memang harus siap dengan drama menjelang berakhirnya masa studi. Kuncinya ya dijalani dan dinikmati saja. Harus sabar. Apalagi kalau harus revisi berkali-kali atau menunggui dosen pembimbing berjam-jam yang tak kunjung datang, padahal sudah janjian. Mohon bersabar, ini ujian.

Advertisement

Tapi serunya, ya di bagian itu; menunggui dosen di depan ruangannya, revisi berkali-kali, pulang sore, bahkan sampai petang. Terus, giliran niat mau bimbingan, dosen nggak datang. Giliran nggak ada niat, eh dosennya stay di ruangan. Dikasih harapan palsu sama dosen yang katanya ada jam di kampus ternyata nggak jadi datang karena ada job di luar kota bahkan luar negeri dan berbagai drama lainnya. Tapi, kalau nggak ada itu semua, ngerjain skripsi tuh nggak ada sensasiny! Ya walaupun itu juga menjadi salah satu hal yang menghambat tercapainya pakai toga.

Tips yang paling sederhana adalah kamu harus punya teman untuk berjuang bersama. Yang selain bisa mendorongmu untuk bergerak maju, juga menjadi penenang kala diri dihantam rasa lelah dan tekanan. Bisa dibilang skripsi itu adalah masa-masa sulitnya menjadi mahasiswa. Kalau kamu nggak ada teman untuk berjuang bersama, yakin deh, bukan rasa semangat membara yang muncul dalam benakmu. Melainkan rasa malas yang akan semakin menghambat lajumu.

Mumpung masih ada teman yang juga sama-sama berjuang untuk menyelesaikan skripsinya, ada baiknya kamu memanfaatkan itu untuk menjadi pemantik semangatmu. Biar kamu rajin ke kampusnya, berjam-jam di perpustakaan, dan ketemu dosen untuk bimbingan. Ingat bahwa kamu nggak bakalan lama menyandang status mahasiswa karena semua itu tentu ada masanya.

Advertisement

Drama skripsi itu pasti ada. Kuncinya harus bisa sabar dan kuat menjalaninya. Harus siap mental ketika nanti melewati jalan terjal atau berliku tajam. Bukan melebih-lebihkan, tapi memang begitu fakta di lapangan. Mumpung masih ada teman berjuang, jangan disia-siakan. Oh iya, biar nggak stres hingga berakhir depresi, sering-seringlah liburan. Nggak perlu yang mewah-mewah, kok. Bisa santai sejenak dengan jalan-jalan ke tempat wisata yang murah meriah atau ngumpul bareng kawan-kawan di kafe tempat biasa. Itu untuk menjaga kondisi pikiran agar tetap waras saat mengerjakan bab selanjutnya.

Selamat berjuang, Mahasiswa!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya