Dunia Pendidikan Melakukan Penyesuaian. Tentunya Ada Tantangan Baru Dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Dunia pendidikan kembali harus melakukan penyesuaian dengan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid 19. SKB ini menjadi dasar hukum bagi seluruh penyelenggara pendidikan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan.

Advertisement

Mulai 3 Januari 2022, semua satuan pendidikan pada level 1, 2, dan 3 PPKM wajib menyelenggarakan PTM terbatas. Pemerintah daerah tidak boleh melarang PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria dan tidak diperbolehkan juga untuk menambahkan kriteria yang lebih berat dan menyulitkan satuan pendidikan. Hal ini tertuang di dalam SKB 4 Menteri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 yang dikeluarkan dan ditandatangani pada 21 Desember 2021.

Pengaturan kapasitas peserta didik dan durasi pembelajaran dalam penyelenggaraan PTM terbatas diatur berdasarkan cakupan vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan di masing – masing satuan pendidikan serta vaksinasi warga masyarakat lansia di tingkat kabupaten/kota, dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus karena kondisi geografis sesuai kepmendikbud 160/p/2021.

Provinsi DKI Jakarta sendiri saat ini berada pada status level 1. Berdasarkan data, persentase vaksinasi pendidik sebanyak 91,26%, tenaga kependidikan sebanyak 89,72%, dan vaksinasi lansia mencapai 71,1%. Hal ini menandakan bahwa DKI Jakarta berada pada kategori A, yakni vaksinasi dosis 2 PTK nya telah di atas 80% dan vaksinasi lansianya di atas 50% sehingga kapasitas PTM nya 100%, full hari sekolah dengan durasi maksimal 6 jam pelajaran yang alokasinya dapat diatur oleh satuan pendidikan.

Advertisement

Meskipun dalam status PTM 100%, pembelajaran tatap muka terbatas di dalam kelas harus tetap menerapkan protokol kesehatan, salah satunya adalah menerapkan jaga jarak antar orang dan/atau antar kursi/meja paling sedikit 1 (satu) meter. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi satuan pendidikan yang memiliki ruang kelas terbatas dan jumlah peserta didik di setiap kelas yang banyak. Pasalnya, tidak memungkinkan jika seluruh peserta didik hadir di dalam kelas dengan berjarak 1 (satu) meter.

Mensiasati hal tersebut, satuan pendidikan perlu membuat pembelajaran menjadi dua sesi dan membagi peserta didik ke dalam dua kelompok belajar. Misalnya, 50% peserta didik masuk pagi dan 50% lainnya masuk siang. Dengan cara inilah upaya menciptakan jaga jarak aman dapat tercipta meskipun jumlah ruang kelas terbatas.

Advertisement

Di sisi lain solusi tersebut juga menciptakan tantangan baru, khususnya di sekolah swasta yang mayoritas pendidiknya tidak hanya mengajar di satu sekolah. Pembelajaran jarak jauh membuat sebagian besar pendidik mengambil banyak jam mengajar di berbagai sekolah. Saat pembelajaran tatap muka diberlakukan dengan jadwal setiap hari, memungkinkan pihak sekolah harus menyesuaikan dengan jadwal pendidik di sekolah yang lainnya. Tantangan ini memerlukan keterampilan dari tim manajemen sekolah untuk menyusun jadwal yang mampu mengakomodir kebutuhan peserta didik, kesesuaian struktur kurikulum, dan kesediaan waktu pendidik.

Selain itu, durasi waktu belajar maksimal 6 jam pelajaran setiap harinya atau maksimal 30 jam pelajaran setiap minggunya menunjukkan bahwa durasi ini akan mengurangi jam belajar yang normal dari struktur kurikulum, terutama bagi jenjang SMA. Artinya, tantangan bagi pendidik adalah pendidik harus mampu mengoptimalkan pembelajaran dengan durasi waktu yang ada.

Adanya learning loss selama pembelajaran jarak jauh juga menjadi tantangan bagi pendidik untuk menyelaraskan pembelajaran pada semester atau jenjang sebelumnya yang mungkin ada keterkaitannya dengan pembelajaran pada semester ini. Seringkali pendidik hanya berfokus pada ketercapaian materi ajar bukan pada ketercapaian kualitas pembelajaran. Hal inilah yang membuat peserta didik mengalami berbagai kesulitan belajar yang belum dapat teratasi.

Mengingat durasi waktu belajar yang terbatas, pendidik harus dapat menentukan kompetensi dasar atau materi esensial yang lebih dibutuhkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global. Pemberian materi esensial bertujuan agar pendidik tidak mengejar kelengkapan kurikulum semata, tetapi mampu memberikan pendalaman konsep yang fundamental kepada peserta didik sehingga mereka akan memperoleh pembelajaran yang bermakna.

Tantangan lainnya juga berkaitan dengan komitmen seluruh warga di satuan pendidikan untuk menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan protokol kesehatan tersebut meliputi menggunakan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu, menghindari kontak fisik, rutin membersihkan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, tidak saling meminjamkan perlengkapan dan peralatan belajar, serta tidak berbagi makanan dan minuman bersama secara berdekatan. Satuan pendidikan juga harus menyiapkan masker cadangan, thermogun, tempat cuci tangan, dan semprotan disinfektan.

Jika diketahui terdapat klaster penularan Covid 19 di satuan pendidikan, angka positivity rate hasil ACF di atas 5%, dan warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi kasus hitan 5%, maka akan dilakukan penghentian sementara PTM terbatas di satuan pendidikan tersebut sekurang – kurangnya 14×24 jam. Maka dari itu, seluruh warga satuan pendidikan harus disiplin terhadap protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Pembelajaran tatap muka dapat berjalan lancar jika seluruh warganya dalam keadaan yang sehat.

Berbagai tantangan yang ada harus dilewati dan dilalui oleh satuan pendidikan demi terciptanya pembelajaran yang kondusif. Upaya ini bisa dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen dan pihak yang terkait, mulai dari warga sekolah, orang tua, tokoh masyarakat setempat, dan puskesmas. Jika kolaborasi yang baik sudah dapat dilakukan, maka pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE