Setiap orang memiliki dunianya masing-masing. Dunia di sini yang dimaksud adalah kehidupannya, ada yang memiliki dunia yang begitu luas dan pula yang sempit. Dunia yang luas berarti dunia yang memilki begitu banyak pilihan, sedangkan dunia yang sempit memilki sedikit pilihan.

Selintas berpikir mengapa orang-orang memiliki dunia yang berbeda? Seseorang yang saya maksud mempunyai dunia berbeda berarti merekalah yang menciptakan dunianya sendiri. Orang yang memiliki dunia yang besar berarti mereka dapat membuat sebuah dunia mereka yang luas. Sedangkan orang yang menganggap dunia ini sempit, apakah mereka gagal untuk membuat sebuah dunia yang luas seperti orang-orang yang memilikinya? Apakah setiap orang ingin menciptakan sebuah dunia yang sama luasnya?

Ya, saya pernah berpikir ketika mengalami kegagalan dalam sesuatu atau keinginan yang tidak tercapai. Pemikiran bahwa dunia ini begitu sempit, tetapi saya juga bingung mengapa saya bisa berpikir begitu. Dengan pemikiran tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa semua orang ingin memiliki dunia yang sama luasnya. Seperti yang dikatakan dalam peribahasa yang tidak asing lagi yaitu “dunia tidak selebar daun kelor” Peribahasa tersebut ditunjukkan untuk orang-orang yang merasa putus asa, yang mengartikan bahwa jangan berputus asa dahulu karena masih banyak pilihan yang lain.

Jika kita menganalogikan daun seperti peribahasa tersebut, dunia yang luas merupakan daun yang lebih besar dibandingkan daun kelor. Sehingga, semakin lebar daun tersebut maka pilihannya akan lebih banyak pula. Daun-daun yang besar pada umumnya merupakan daun yang tunggal, sedangkan daun kelor merupakan daun majemuk yang menurut teori berevolusi dari daun yang tunggal. Sehingga, daun kelor pada mulanya merupakan daun yang besar tetapi terbagi-bagi menjadi anak daun yang berukuran kecil-kecil.

Sederhananya, daun kelor merupakan daun yang terdiri dari anak-anak daun atau daun majemuk yang berasal dari satu daun atau daun tunggal. Kita tinggal menjadikan daun kelor tersebut menjadi daun tunggal dengan menyatukan anak-anak daun tersebut menjadi satu. Sehingga bisa diartikan bahwa anak-anak daun tersebut merupakan pilihan-pilihan yang terpecah atau belum ditemukan. Sehingga jika masih merasa dunia ini sempit, maka belum dapat menemukan sebuah pilihan-pilihan yang memang jelas ada dan menjadikannya sebuah satu kesatuan yang akan menjadi lebih luas.