Efek Self-Soothing: Tak Apa-Apa, Semua Tak Harus Selalu Baik-Baik Saja

Tidak Apa dengan Menangis, Itu Menenangkan

Di dalam hidup kita pasti memiliki momen paling emosional dalam diri kita ketika kita tertawa lepas hingga menangis sesenggukan. Momen-momen seperti ini agaknya sulit untuk kita lupakan karena selalu membekas di ingatan. Dalam satu waktu, kita mengalami yang namanya momen menyakitkan. Rasanya sungguh sakit hingga di akhir hari, kita pun menangis sendirian di kamar, di atas bantal empuk kita meratapi segala hal negatif yang sedang kita rasakan. Kata orang sih menangis itu hanya untuk orang lemah, cengeng. Namun, kalian sepertinya perlu tahu ini.

Advertisement

Mungkin banyak yang bertanya mengapa kita menangis? Pada dasarnya kita tahu saat bayi normalnya kita akan menangis pertanda bahwa kita adalah makhluk yang baru lahir dengan ketidakberdayaan yang ada dan juga sebagai tanda kita butuh bantuan. Setelah kita beranjak dewasa, alasan ini bertambah lagi. Menurut Gracanin, Bylsma, dan Vingerhoets (2014) seorang yang dewasa menangis karena butuh bantuan dan kedekatan dengan orang lain, berdamai dengan nilai sosial dan moral, serta permintaan maaf. Selain itu Vingerhoets dan Bylsma (2015) menyebutkan banyak sekali alasan seorang dewasa menangis sedih, seperti kehilangan, perpisahan, konflik, kesendirian, kegagalan, menderita, merasa tidak berdaya, dan penyakit fisik.

Seperti bisa kalian lihat, alasan-alasan tersebut ada di luar kendali kita. Control yang ada bukanlah ada di dalam diri kita, jadi jika kita menangis itu tidak apa-apa, itu wajar kok. Perasaan yang sedang kalian rasakan itu valid. Menangislah kata orang, tetapi sebenarnya apa sih alasan di balik kita diperbolehkan menangis?


Menangis membuat kita merasa lebih baik


Advertisement

Menurut Rendeza (2018), menangis itu bersifat menenangkan dan katartik. Dalam artian menangis adalah salah satu bentuk kita dalam menyalurkan perasaan kita. Hal ini yang mengakibatkan setelah kita menangis terdapat perasaan lega selepasnya. Selain itu, menangis juga memberikan kita rasa tenang.


Menangis bermanfaat secara fisik


Advertisement

Dengan menangis, menurut penelitian Rendeza (2018) dapat meringankan rasa sakit fisik dan emosional. Sebaliknya, jika ditahan hal ini malah menyebabkan jantung yang berat dan sakit kepala. Menurut Borreli (2015)  menyebutkan bahwa air mata mengandung fluid lysozyme yang dapat membunuh 90%-95% bakteri dalam waktu hanya lima sampai sepuluh menit. Jadi, dalam arti lain menangis dapat membersihkan mata juga.


Melepaskan emosi negatif dalam diri


Dilustrasikan bahwa jika seseorang sedang menangis alih-alih ditanya alasan mereka bersedih, malah membiarkan mereka mengeluarkan segala emosi negatif, seperti kesedihan, frustasi, dan luka. Hal ini dikarenakan saat kesedihan terjadi, maka tangis yang dihasilkan berasal dari energi negatif. Dengan menangis, sebenarnya kita menyalurkan energi negatif ini untuk keluar dari dalam diri kita.


Membantu meringankan perasaan yang sedih dan down


Dalam proses menangis sedih, kita mengalami masa down yang sangat sedih. Menangis akan membantu kita mengeluarkan itu semua sehingga dampaknya akan mengurangi kesedihan dan perasaan down itu. Di samping manfaat-manfaat menangis di atas, kita juga perlu mengetahui bahwa manfaat ini akan sangat bergantung pada kondisi sosial lingkungan yang memaklumkan perilaku menangis atau tidak, sifat pembawaan yang terkadang terlihat tegar di luar lingkungan akan mengejeknya, sehingga janganlah berlarut-larut dalam bersedih dan menangis. Semua tidak ada yang abadi, begitu pula rasa sakitmu. Bersedih secukupnya dan bangkit kembali menjadi pribadi yang lebih baik.

Referensi :


  • Gracanin A.C., Bylsma L.M., dan Vingerhoets A..J.J.M. (2014). Is crying a self-soothing behavior?. Hypothesis and Theory Article.

  • Vingerhoets & Bylsma (2015). The Riddle of Human Emotional Crying: A Challenge for Emotion Researchers. Emotion Review, 1-11.

  • Rendeza K.V. (2018). Turning Weakness Into Strength: The Benefits of Shedding Emotional Tears. People: International Journal of Social Sciences, 4 (3), 1-16.

  • Borreli L. (2015). Cry It Out: 6 Surprising Health Benefits Of Shedding A Few Tears. Diakses pada tanggal 3 November 2020.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE