Energi Positif dari Pameran Pendidikan Dunia 2019 di JCC Senayan, Jakarta

Ada banyak acara yang dikemas dengan menarik

Minggu lalu saya berkunjung ke JCC Senayan karena rindu suasana pendidikan. Senang banget deh di sana, banyak ketemu dedek gemes yang semangat belajarnya tinggi. Antusiasmenya terasa sekali, termasuk guru dan orang tua yang ikut menemani.

Advertisement

Diisi oleh stand kampus dalam negeri seperti Atmajaya, Trisakti, Calvin institute dan Sae Institute. Tidak ketinggalan USU, UI, ITB dan Dikti. Dari negara tetangga ada Malaysia, Singapur, Filipina dan Thailand.

New Zealand, Australia, Perancis, Swiss, Itali, Spanyol dan Belanda juga ada. Amerika Serikat, United Kingdom serta Irlandia juga tak mau kalah. Untuk yang ingin menuntut ilmu ke negeri Cina boleh bersenang hati karena ada tiga universitas yang hadir.

Finlandia yang terkenal dengan sistem pendidikannya yang ramah juga ikut meramaikan. Biaya pendidikan di sana gratis, akan tetapi kita mesti belajar bahasa terlebih dahulu. Dikatakan bahwa masuk sekolah di sana mudah, yang sulit justru setelahnya.

Advertisement



India membawa pasukan kedua terbanyak setelah Indonesia. Dengan 10 stand pendidikan, saya jadi merasa dibawa ke India. Jangan tanya mereka nari muter pohon atau tidak ya.

Di sini juga ada lembaga pendukung pendidikan lainnya. Salah satunya Smile Consulting yang memberikan tes cuma-cuma untuk mengetahui kepribadian. Saya mengikuti tes kepribadian yang hasil tes nya dikirim ke email keesokan harinya. Sebelumnya juga ada tes Minat Bakat dari lembaga yang berbeda.

Advertisement

Kemudian saya juga mengikuti sesi persiapan tes IELTS dari British Council. Sebelumnya dijelaskan terlebih dahulu apa itu IELTS, lalu tips menjawab pertanyaan di tiap jenis soal, termasuk sesi tanya jawab. Setelah itu 30 menit digunakan untuk simulasi tes yang terdiri dari listening, grammar, dan reading.

Untuk hari pertama di panggung utama ada seminar dari dunia Aviasi. Ternyata pilot memang harus mahir berbahasa Inggris karena sifatnya yang internasional. Bahkan buku manual Garuda Indonesia semuanya berbahasa Inggris. Selain itu ada juga dari industri pariwisata yaitu NHI bandung dan bartending. Sesuai sekali dengan kebutuhan tenaga kerja dalam memenuhi perkembangan pariwisata Indonesia.

Di hari terakhir bahkan ada kompetisi film pendek. Lebih dari 10 film diputar di panggung. Sayang, karena di ruangan terbuka sehingga audio tidak maksimal. Seharusnya ditempatkan di dalam ruangan tertutup seperti saat saya mengikuti tes tertulis.

Ada juga workshop tanah liat, menulis dan doodling. Lengkap banget ya. Bisa dibilang semua minat dan bakat siswa dipenuhi di sini. Mulai dari yang teknik, kedokteran, pariwisata, ekonomi, hukum dan seni.

Menariknya saya juga menemukan ISO (International Scuba Open-Circuit) yaitu pionir agensi pendidikan penyelaman pertama dan asli Indonesia. Berangkat dari keresahan akan banyaknya diving spot di Indonesia tetapi lisensi/operatornya justru berasal dari negara lain, seperti PADI dan SSI. Walaupun baru berusia 5 tahun, ISO mengklaim secara kualitas bahkan lebih bagus dari pendahulunya, termasuk menyediakan materi dengan bahasa Indonesia.

Masih banyak lagi acara yang ada di sini dan secara keseluruhan dikemas dengan menarik meski ukuran acaranya tidak terlalu besar. Semoga di kesempatan berikutnya kamu bisa datang dan datang lagi. Selain Jakarta, Medan, Denpasar, berikutnya semoga bisa hadir juga di kotamu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE