Kesan pertama adalah hal yang biasa kita temukan saat bertemu dengan orang lain untuk pertama kali. Namun, seberapa penting sih kesan pertama ini bagi kalian? Well, mungkin bagi sebagian orang berpikir it is not important, just be your self, tapi jangan salah, di berbagai situasi orang justru menilai diri kita dari kesan pertama yang mereka lihat saat pertama kali bertemu. Misalnya saja, saat akan melakukan first dating dengan calon kekasih, pertemuan dengan calon mertua, meeting dengan potential client, hingga wawancara kerja. Untuk itu, kesan pertama sangat penting untuk memberikan persepsi diri kita terhadap orang yang akan berpengaruh dengan kehidupan kita kedepannya.

Kita hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh detik untuk membuat persepsi tentang seseorang. First impression seperti filter pertama kita melihat seseorang, kebiasaan yang kita lakukan pertama kali, akan mempengaruhi persepsi seseorang terhadap diri kita. So, you should make a great first impression, because you only have one chance to make sure it’s a great one.

Berikut adalah tips-tips yang harus kalian perhatikan untuk membuat kesan pertama yang baik:

Visual Appearance

Kita sering mengatakan don’t judge a book by its cover, hmmm bener sih, tapi masih banyak juga lho orang yang langsung men-judge kita dari penampilan luarnya dulu. Communicate your best self is important! Apakah kamu ingin dinilai sebagai orang yang rapi atau berantakan, feminim atau tomboy, berwibawa atau selengean, terlihat dari cara kamu menampilkan diri kamu. Sesuaikan juga gaya berpakaian kamu dengan level formalitas pertemuan tersebut, apakah itu formal atau casual.

Advertisement

Verbal Communication

Komunikasi verbal adalah cara kita berkomunikasi dengan menggunakan bahasa. Berikan kesan yang baik dengan menggunakan bahasa yang positif dan persuasif. Sebagai contoh, bertanya tentang kabar, kemajuan pendidikan atau karir, keluarga hingga hobi. Kalau kamu biasa bergosip, maka hindarilah, karena akan membuat seseorang tidak nyaman dan kamu akan dinilai negatif. Pilih kata dengan bijak dan tidak mengandung unsur sindiran atau hinaan. Sesuaikan juga gaya berbahasa dengan situasi pertemuan, misalnya menggunakan bahasa formal atau informal. Jika berada di situasi informal mungkin bisa sedikit memakai slang word untuk memberikan kesan hangat. Atau boleh menggunakan bahasa daerah jika bertemu dengan orang dengan satu suku agar pembicaraan terkesan lebih friendly.

Non-Verbal Communication

Walaupun tidak menggunakan bahasa, komunikasi non-verbal ini dianggap paling efektif untuk menguatkan persepsi kita terhadap orang lain, karena kita tidak bisa berbohong dibandingkan saat kita menggunakan bahasa verbal. Open your body language, tunjukan kalau kamu orang yang terbuka, respek, dan menghargai lawan bicara dengan tidak menyilangkan lengan atau kaki saat bicara, tegakkan dagu agar tidak terkesan malu-malu, dan jabat tangan dengan kuat saat bertemu atau berpisah. Make eye contact, tataplah lawan bicara kamu saat sedang mengobrol, itu berarti kamu memberikan perhatian penuh dan menunjukkan respek kepadanya. Facial expression, pasanglah muka semanis mungkin, berikan senyuman untuk menandakan bahwa kalian sedang dalam good mood, dan jangan pernah tampilkan muka cemberut saat membuat kesan pertama, even you are in a bad mood! Senyuman, membuat kamu lebih terbuka dan mudah didekati, senyuman juga dapat menstimulasi orang lain untuk memberikan senyuman kembali kepada kita.

Manners

Tinggalkan kebiasaan buruk kamu saat di rumah, because usually good manners start at home. Be on time, buat kamu yang punya budaya ngaret, mungkin sebaiknya mulai sekarang buang jauh-jauh kebiasaan tersebut. Karena bagi sebagian orang, waktu sangatlah bernilai, apalagi buat orang yang super sibuk, when you are late, you are wasting someone else’s time. Biasakan selalu tiba lima menit sebelum pertemuan di mulai, tentunya kamu juga sudah mengestimasi waktu perjalanan dengan kondisi jalan yang macet. Saat bicara mungkin coba biasakan untuk mengucapkan ‘’hai/hallo”, “terima kasih”, “maaf”, dan “permisi”, ucapan-ucapan tersebut adalah etika dasar untuk memberi rasa hormat pada seseorang. Terakhir, turn off or silent your mobile device, simpan sebentar handphone kamu saat berbicara dengan orang lain, sesekali buka jika diperlukan, namun jangan terlalu sering membuka handphone karena itu akan memberikan kesan tidak menghormati lawan bicara.