Gagal? Nggak Masalah! Yuk Simak Secuil Cara Bangkit dari Kegagalan

Berbicara tentang kegagalan pasti semua orang pernah mengalami yang namanya kegagalan. Kenapa sih kita harus ngrasain yang namanya kegagalan? Ya karna kegagalan merupakan proses dalam kehidupan, nggak ada keberhasilan yang datang tanpa melewati yang namanya kegagalan. Saat kita sedang berproses, sedang mengejar cita-cita ataupun sedang berusaha untuk membanggakan orang tua, pasti dalam proses tersebut kita akan dibumbui sama yang namanya kegagalan. kita harusnya bisa mengambil pelajaran dari suatu kegagalan tersebut.

“Ketika beras gagal menjadi nasi, maka buatlah ia menjadi bubur yang enak”. Saya jadi teringat kata salah seorang penulis yang menurut saya pantas untuk dijadikan motivasi saat mengalami kegagalan. Memang benar ketika seseorang gagal,seharusnya orang tersebut harus mampu menjadikan kegagalannya tersebut sebagai suatu pembelajaran untuk berproses lebih baik lagi.

Kalau berbicara soal kegagalan, saya jadi inget proses kehidupan seorang Bill Gates. Kalian pasti tahu Bill Gates,siapa sih yang nggak kenal Bill Gates? Buat yang belum tahu siapa sih Bil Gates itu, Dia merupakan orang terkaya sedunia nomer dua dan orang yang menciptakan Microsoft. Dibalik kesuksesan dan keberhasilanya,tentu saja Gates pernah mengalami kegagalan dalam proses karirnya. Sebelum dia menciptakan Microsoft ,Bill Gates pernah bekerja sama dengan Paul Gilbert dan Paul Allen untuk menciptakan Traf-O-Data yang berfungsi untuk memproses data. Mereka berhasil menciptakan alat tersebut akan tetapi ketika mereka ingin mempresentasikan mesin tersebut kepada perusahaan Seattle Country, masalah datang menghampiri mereka dimana alat tersebut tidak bisa digunakan dan mengalami kerusakan. Sehingga  kerusakan tersebut membuat mereka harus mengalami kerugian sebesar USD 3.494. Wah banyak banget ya duitnya, namun jangan salah sangka dari kegagalannya tersebut tidak membuat mereka menyerah dan mereka menjadikan kegagalannya tersebut sebagai pelajaran. Bisa dibayangkan jika Bill Gates adalah orang yang mudah menyerah maka dia tidak akan menjadi seseorang yang mampu menciptakan Microsoft dimana aplikasi tersebut berguna bagi banyak orang. Usahanya berhasil membuat dirinya menjadi seseorang yang menduduki peringkat orang terkaya nomer dua sedunia dan memperoleh keuntungan untuk dirinya “Saya gagal dalam beberapa mata pelajaran saat ujian, tetapi teman saya berhasil melewati semuanya. Sekarang dia adalah seorang insinyur di Microsoft dan saya adalah pemilik Microsoft”. Kata seorang Bill Gates yang sebenernya bisa kita ambil pelajaran. Tentu saja kita pernah merasa iri dengan keberhasilan orang lain. Tapi harusnya kita bisa mengambil pelajaran dari kesuksesan orang lain. “Jika mereka bisa,maka saya harus lebih bisa dari mereka”.

Ngomongin lagi soal iri sama keberhasilan orang lain rasanya kaya lagi ngaca dicermin. Ya karena kalau dibilang iri juga bukan sih, lebih tepatnya merasa nggak bisa pamer soal keberhasilan sama orang lain. Pernah waktu itu ketika masih SMA rasanya kaya “Duh nggak enak banget masih SMA, pengen deh buru-buru kuliah seperti artis-artis disinetron”. Ternyata waktu lulus dari SMA pengennya kan juga bisa masuk ke Universitas Negeri, diluar dugaan ternyata mau masuk ke Universitas Negeri susahnya minta ampun, harus ngalamin yang namanya ditolak beberapa kali, padahal waktu masih SMA yakin banget bakal langsung diterima sama Universitas Negeri,apalagi waktu itu guru-guru dan temen-temen di SMA udah ngeyakinin kalo aku bakal keterima di Universitas Negeri. Tapi ternyata malah justru gagal. Emang bener ya jangan pernah sesekali kamu sombong atas apa yang kamu punya. Waktu itu ketika mencoba mendaftar SNMPTN kesuatu Universitas Negeri, aku udah yakin banget bakal keterima dan ternyata takdir berkata bahwa aku belum bisa masuk ke Universitas tersebut melalui SNMPTN. Sedih? Tentu saja, karena waktu itu aku sangat berharap banget bakal keterima melalui jalur SNMPTN, apalagi waktu itu temen-temen yang bahkan nilainya dibawah aku dan waktu SMA sering nyontek aku ternyata malah mereka keterima. Seketika air mata langsung bercucuran dan ngerasa kaya dunia itu nggak adil banget. Kenapa mereka keterima sedangkan aku nggak. Bener-bener waktu itu aku ngerasa gagal banget,gagal buat wujudin mimpi aku dan juga gagal buat bikin orang tuaku bangga sama aku.

Apalagi waktu itu aku liat raut kekecewaan yang tergambar jelas dimata orang tuaku dan dengan tersenyum mereka masih tetap berkata “Nggak apa-apa masih ada acara lain buat masuk kesana”. Entahlah ketika mendengar kata tersebut rasanya aku ingin berteriak dan menangis sekencang-kencangnya. Aku merasa aku gagal dan aku nggak berguna,hingga setelah seminggu lamanya aku masih merenungi kegagalanku,salah satu keluargaku berkata “ Mau sampai kapan meratapi kegagalan? Sampai temen-temen kamu menertawai kegegalanmu?”. Seketika ketika mendengar ucapannya aku merasa ditampar. Kemudian aku ingat lagi dia berkata “ Yang namanya keberhasilan,pasti bakal nglewatin yang namanya kegagalan,segera bangkit dan kejar keberhasilan,karena habis ini keberhasilan udah nunggu kamu didepan sana”. Entahlah setelah mendengar kata tersebut aku merasa bahwa diriku sangat lemah dan tidak bisa menghadapi yang namanya kegagalan. Hingga akhirnya ketika aku sudah bangkit dari kegagalan tersebut. Sebuah jalur untuk masuk ke Universitas yang sangat ingin aku masukin terbuka. Dengan bermodal yakin dan optimis mendaftar kejalur tersebut dan hingga akhirnya aku bisa merubah sebuah tangisan menjadi suatu kebahagiaan diraut wajah orang tua dan bahkan semua keluarga. Aku merasa sangat beruntung waktu itu karena dihadapkan pada suatu kegagalan, karena dengan kegagalan aku bisa mendapatkan keberhasilan dengan bermodal kan pelajaran dari suatu kegagalan.

Berdasarkan cerita seorang Bill Gates dan berdasarkan sedikit pengalamanku sendiri kita harus bisa mengambil pelajaran dan menjadi lebih semangat untuk menggapai suatu keberhasilan ataupun kesuksesan. Gagal saat ini bukan berarti gagal dimasa depan. Jika kesempatan pertama gagal, masih ada kesempatan kedua,jika kesempatan kedua gagal masih ada kesempatan ketiga begitupun seterusnya. Kamu bisa kalau kamu mau berusaha.

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini