Membaca, suatu hal yang sangat sederhana namun pada saat sekarang ini membaca merupakan sesuatu hal yang sulit dilakukan oleh kebanyakan orang, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Entah apa yang membuat pada zaman sekarang ini, orang-orang tidak suka atau enggan untuk membaca. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dan sangat mempengaruhi kehidupan di masyarakat, membuat masyarakat menjadi perilaku yang konsumtif, terutama dengan gadget. Dimana gadget menjadi primadona di lingkungan masyarakat saat ini, dan mungkin gadget menjadi salah satu alasan seseorang, khususnya generasi muda memiliki minat baca yang lemah.

Berdasarkan data dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001% yaitu berada di urutan 60 dari 61 negara di dunia. Hal ini menunjukkan masih kurangnya pemahaman mengenai wawasan dan literasi yang ada di masyarakat Indonesia. Dengan urutan yang memprihatinkan seperti ini banyak sekelompok orang atau komunitas-komunitas yang mencari cara untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat Indonesia, salah satunya dari Langka. Langka merupakan sekelompok orang yang memiliki tujuan yang sama yang kali ini memiliki project gerak langka

Gerak Langka merupakan sebuah gerakan kecil yang bertemakan seni dan petualangan. Gerakan ini bertempat di Taman Apkasi, Porong. Dalam kegiatan hari itu Langka mengedukasi anak kecil di daerah sekitar taman tersebut dengan menceritakan sebuah cerita, kemudian mengajak anak-anak belajar sambil bermain. Tidak hanya itu, mereka juga mengajak anak-anak kecil yang ikut dalam kegiatan Gerak Langka untuk memasak dan makan bersama layaknya seperti orang yang sedang piknik.

Dimana tujuan dari hal-hal tersebut adalah untuk medekatkan diri kepada anak-anak dan membangun kepercayaan mereka terhadap Langka, karena dengan begitu Langka bisa menyampaikan sedikit isi yang ada pada Langka menuju sedikit ruang yang ada pada mereka (anak-anak). Bara (21 tahun) mengatakan “Gerak Langka ini merupakan gerakan kecil yang kami lakukan untuk membantu negara dengan cara mengedukasi kepada adik-adik penerus bangsa, dengan harapan yang sangat sederhana yaitu memberi pandangan mereka tentang arti keren yang sebenarnya. Selain itu kami mengajarkan kepada mereka untuk suka dan membiasakan diri untuk membaca buku, sayang terhadap alam, dan menghargai dirinya sendiri dan tidak perlu menjadi orang lain untuk mendapatkan suatu pengakuan.”


“Gerak Langka ini tidak hanya dilaksanakan untuk anak-anak yang ada di Taman Apkasi saja, tetapi Gerak Langka ini akan dilaksanakan untuk anak-anak kecil yang kami temui di kaki gunung, pedalaman desa, pinggir jalan, taman-taman kota dan dimanapun langkah ini berpijak. Selain itu, kami juga memerima donasi buku-buku, khususnya buku-buku yang bertemakan seni dan petualangan”, tambahnya.


Advertisement

Evi (8 tahun) salah satu anak kecil yang rumahnya cukup jauh dari daerah tersebut yang sejak jam 07.00 pagi telah menunggu kakak-kakak dari Langka. Dia begitu semangat untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh kakak-kakak dari Langka.


“Aku lo mas nang kene mulai isuk jam 07.00,” pungkasnya dengan polos. Artinya aku dari tadi sudah ada di sini dari jam 7 pagi.


Namun dalam kegiatan hari itu hanya sedikit anak-anak kecil yang ikut dalam kegiatan tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya anak kecil yang ada di daerah Taman Apkasi tersebut yang rumahnya telah digusur dan dipindahkan di daerah yang jauh dari kawasan tersebut. Walaupun begitu kegiatan tersebut tetap terlaksana walaupun tidak seperti yang diharapkan sebelumnya.