Mencari Harapan Lama yang Telah Hilang, Bukankah Tak Pernah Lagi Datang?

Harapan belum terbenam


Mencari harapan lama yang telah hilang.

Bukankah itu tidak akan pernah datang lagi?


Advertisement

Begitulah menurutku. Semua ini terjadi saat bulan purnama menyinari dataran yang terbentang luas ini tanpa ada sedikitpun awan menyelimuti setiap butir cahaya yang menyinari gemerlap di malam hari ini. Hari ini di sebuah bangunan tua yang ditinggalkan sang Tuan rumah beberapa abad yang lalu. Sangat teramat usang sampai mungkin jika terkena helaian udara mungkin akan langsung rubuh.

Saat ini diriku yang sedang menikmati lautan cahaya purnama ini dibuat penasaran dengan bangunan tua itu. Karena, Sebuah cahaya lain yang tiba-tiba bersinar di dalam naungan gelapnya bangunan itu. Rasa penasaranku semakin membludak seakan diriku seperti Marionette yang sedang dikendalikan oleh sang Purnama untuk memastikan cahaya asing yang berbinar di kegelapan itu.

Alhasil akupun mendekati bangunan tua itu dan masuk ke dalam isi perut bangunan itu. Terlihat beberapa barang-barang rumah tangga yang sangat lusuh namun masih kuat dan masih bisa dipakai. Namun para leluhur kita selalu mengatakan untuk tidak diperbolehkan mengambil barang apapun di sebuah banguan yang sudah ditinggalkan berabad-abad oleh tuan rumah. Karena ada kemungkinan barang itu sudah ditempati oleh beberapa mahluk yang mungkin akan mendatangkan kutukan yang tidak akan pernah bisa dihilangkan sampai 7 turunan.

Advertisement

Ya, itu hanya menurut legenda leluhur. Tetapi sekarang sudah tidak zaman lagi untuk percaya terhadap hal-hal mistis. Itulah yang aku percaya pada awalnya. Namun pada akhirnya, aku menemukan sesuatu yang sangat asing di mataku. Seperti hal nya camera, diriku sekarang dikagetkan oleh sebuah penampakan seorang perempuan yang memakai gaun serba putih dengan rambut yang diikat oleh ikat rambut yang sangat indah. Ditambah lagi dengan suasana purnama yang menyinarinya dengan lembut. Dengan kulitnya yang putih seakan seluruh kelembutan itu merasuk dalam diriku.

Akupun memberanikan diri untuk mendekatinya secara perlahan. Namun ada satu hal yang janggal darinya. Mengapa dia tidak menyadariku padahal aku benar-benar berada di depannya. Matanya yang berwarna biru sangat indah dengan ditemani sinar purnama, dan setelah aku meneliti setiap bagian tubuhnya, aku melihat sesuatu yang janggal lagi. Yaitu tangan kanannya, bukankah itu adalah tangan palsu?

Advertisement

Setelah aku menyadari bahwa setengah tangannya palsu aku melirik ke arah mulutnya yang seakan dia ingin mengungkapkan sepatah dua patah kata dengan sangat perlahan.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE