Adalah Furqon, namanya. Pemuda desa, lugu nan percaya diri. Ia kali ini mulai membuka diri, mulai percaya diri setelah tersakiti bertubi-tubi. Furqon, pemuda desa. Ia pernah jatuh cinta semasa menjadi mahasiswa. Maklum, ia sudah terkenal di kampusnya. Selama satu tahun ia menjadi ketua umum organisasi intra kampus yang bergengsi. Tak jarang ketika menjadi mahasiswa, ia dikelilingi adik-adik tingkatnya.


Hingga tahun 2015 ia menjalin hubungan istimewa dengan seorang gadis kecil nan mungil, cantik. Hubungan Itu ia bina dengan penuh rasa cinta. Ia setia kepada sang gadis. Ia rela berkorban waktu, pikiran dan materi demi sang gadis.


Advertisement

Namun…

Namanya saja Furqon, anak desa. Ia tak paham kalau sang gadis tak mencintainya lagi. Penolakan sang gadis membuatnya trauma, sungguh trauma hingga ia ragu untuk membuka hati dan memulai perasaan yang baru. Berbulan-bulan ia sibukkan diri dengan penelitian dan kepenulisan. Ia mencoba membuang jauh-jauh rasa kecewanya yang dalam. Ia mencoba move on. Tapi sulit! Ia terlihat lemah dengan urusan cinta dan kecewa.


Hingga, suatu sore, teman dekatnya mengirim pesan lewat aplikasi Whatsapp.

Advertisement

“Sir……..masih single, kah?” tanya temannya itu.

“Masih dunk”, jawab Furqon.

“Mau gak saya kenalin sama temen saya?”


Furqon terdiam dan mengira-ngira apakah ia bisa kembali membuka hati dan mulai mencari hati yang penuh bunga-bunga cinta untuk sebuah hubungan persahabatan istimewa. Setelah berpikir, saling adu pendapat, pasang-surut keputusan, Furqon mengiyakan tawaran temannya itu. Ternyata…

Peremuan yang dikenalkan kepadanya bukan perempuan biasa. Sang perempuan berasal dari keluarga kelas atas. Awalnya Furqon ragu untuk membuka halaman baru. Ia takut tidak dapat mengimbangi ritme sosial yang ada. Suatu malam ia mencoba istikharah, dan pagi hari, setelah perdebatan panjang dengan teman baiknya itu, Furqon memberanikan diri untuk mulai mengenal sang perempuan yang ditawarkan itu. Furqon memang anak yang pintar, penuh semangat, dan sederhana. Ia terlahir dari keluarga yang juga sederhana, jauh dari kata berlebihan.

Namun Furqon yakin bahwa perempuan yang ia coba dekati kali ini adalah perempuan yang mengerti cara melihat kualitas seseorang. Ia semakin yakin setelah memberanikan diri menghubungi perempuan itu. Beberapa chat-nya dibalas dengan ramah dan santai. Mereka (Furqon dan perempuan) itu berada dalam irama baru saling mengenal satu sama lain. Bahasa percakapan yang mereka gunakan tidak formal, terkesan santai. Rupanya Furqon menikmati alur ini.

Furqon sekarang terlihat lebih percaya diri dan bisa membuka hati. Apakah Furqon akan bisa bertahan dan membangun kembali dongeng cintanya?

Tunggu cerita selanjutnya…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya