Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Siang berganti malam dingin merasuk sukma seperti ini rasa itu hadir dalam belenggu tanya tak kunjung jawabnya “apa yang sedang terjadi dengan kita saat ini” sangat sulit aku terima entah sampai kapan ini akan berlarut satu yang ku tahu aku cinta kau tapi apa daya jika raga sudah tak sampai menggapaimu.

Kata sudah tidak dapat menyentuh kalbumu aku hanya bisa pasrah menunggu takdir apa yang akan terjadi, kau datang dengan semua harapan tanpa celah hari-hari kau nikmati dengan caramu memperlakukanku. Aku merasakan apa yang kau rasa dulu disaat hasrat membelenggu dan ada kesempatan untuk mencurahkan rasanya tak dapat menahan segala rasa yang ada.

Aku mengerti keadaanmu saat itu aku pun hati-hati dalam bersikap dan berbicara kepadamu karna aku merasakan sakitnya kehilangan orang yang kita sayangi tak lantas aku haus akan kasih sayang dan buaian cinta aku masih dalam batas normal ku hingga satu masa kau berhasil membuatku membuka mata dengan segala usahamu ku ingin mencurahkan kasih sayangku hanya untukmu


mungkin sekarang saatnya


Advertisement

Perlahan tapi pasti ku memberi segenap kasih sayang padamu hingga ku mantapkan hatiku padamu entah sugesti atau memang rasa sayang ini begitu besar padamu rasanya tak bisa sedetik pun ku tak mendengar kabar darimu. Rasa ingin sekali berada dekatmu keika kau lelah dengan duniawi mendekapmu hingga kau terlelap.

Denganmu ku yakin bahagia kau memberi rasa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hidupku keyakinanku bertambah setelah kau memperkenalkanku pada duniamu dan keluargamu walau kadang masa lalu membawa aku kepada history lama yang tak ingin aku kenang atau bahas baik dari kau maupun aku terkadang rasa cemburu meracuni fikiranku tentang kau dan dia tapi mengertilah karna aku tidak ingin kehilanganmu aku cemburu jika ada yang bisa membuatmu tertawa selain aku, rasanya lucu kalo mengingatnya.

Betapa ingin sekali aku berlama-lama jika sudah bertemu denganmu karna ku mengerti betul sibuknya kau mengejar kesuksesanmu dalam karir menunggu seminggu saja terasa sewindu bagiku. Tapi ku sabar menunggu karna aku

Menyayangimu,sekarang apa daya ku setelah kau memutuskan pergi dari sisiku tanpa tahu apa salahku. dan berkata kau tidak merasakan sayangya aku padamu bahkan kau tidak merasakan betapa ku tunggu kehadiranmu diujung minggu.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi denganmu hingga seperti itu? Kau memilih cuci tangan dan selesai semua seolah tidak pernah terjadi apa-apa, hanya begini sajakah? Ku fikir kita bisa lebih berjuang bersama lagi, betapa hancur hati tak ku kira kau bisa begitu seperti hantaman petir badai bergemuruh, tak ada sisa kenangan kita dalam benakmu bagaimana kau memperjuangkanku dulu kau bilang


"aku menikmatinya"


Kau yang ku kira akan bertahan selamanya ternyata hanya angan kau yang ku kira akan selalu di sampingku berjuang bersama ternyata hanya bualan, apa yang sudah kita lewati sudah lebih dari kata sekedar cinta biasa

Aku yang belajar menerimamu dengan segala kekuranganmu kini sia-sia, kau buat aku seolah menjadi penyebab dari keadaan kita yang tidak baik kau pandai membalik kata membuat drama seolah nyata, apa mungkin selama ini hanya “kamuflase” dimatamu apa yang aku lakukan hanyalah kesalahan yang membuat hatimu tidak senang hadirnya diriku. Sudah tidak lagi menjadi pelipur lara bagimu mendengar suaraku seperti bunyi senapan yang menyakiti telingamu.

Melihatku seperti tuna wisma yang dikasihani banyak orang, apa yang paling menyakitkan dari kata-katamu kepadaku aneh rasanya walau seperti apapun perilakumu terhadapku tapi selalu ada maaf bagimu dan bahkan aku berharap “kita akan baik-baik saja” tapi ternyata rasa itu sudah tidak ada lagi di hatimu, hati dan fikiranku berkecamuk “apa kau masih mencintai dia, atau mungkin ada orang lain selain aku?” kenapa sampai hati kamu seperti itu kepadaku atau ini hanya “bosan semata” kalau hanya bosan tidak bisakah kau mengahikan pada hal-hal yang positif.

Rasanya tidak adil buatku ya, tapi aku sadar setiap dua insan menyatu pasti ada yang berjuang lebih demi pasangan yang dikasihi sulit rasanya menyatukan keinginan masing-masing.

Ku menangis membayangkan betapa indahnya waktu itu, kalau memang seperti itu inginmu aku akan mencoba ikhlas membiaarkanmu berlabuh, mungkin tuhan menakdirkan kau bukan untukku, satu yang harus selalu kau tahu akulah hati yang telah kau sakiti, linunya merasakan kehilangan benih cinta kita yang pernah tertanam dan kau hantam dengan rasa yang tidak pernah ingin ku bayangkan. Jika kau fikir aku adalah wanita yang tegar itu sebuah kesalahan tapi aku akan mencoba tegar tanpamu demi kebahagiaanmu. Semoga kau mendapatkan apa yang kau inginkan kelak bahagia dengan takdirmu.