Seolah itu ungkapan hatiku bahwa ku kan kembali ke kota ini lagi suatu hari karena auranya yang begitu kuat menarikku untuk kembali lagi. Aha… Kota London, kota penuh pesona yang membuatku terbangun jam 2 pagi Rabu 7 Maret 2018 untuk menulis pengalaman ku kali ini sebagai turis di London. Next nya akan kutulis pengalaman Not or Tourist (NFT) sesuai gaya travel ku.

Ini merupakan perjalanan pertamaku di London, pulang dari markas besar IKEA medio Maret 2017. Hellow London I am here! Langsung terbayang boneka “English guard” waktu kecil yang sering kupeluk dan tergiang berbagai versi cerita tentang London dari teman, film, buku, novel, TV dengan segala plus minusnya.

Advertisement

London kota paling mahal, gloomy (selalu mendung dan hujan), kurang hijau/greenery serta kurang aman setelah beberapa insiden bom/terror. Namun semua itu tidak ada pengaruhnya. London telah menyihirku seperti sihir Harry Porter. London seperti magnet yang punya daya tarik luar biasa dan tidak pernah bergeser dalam urutan pertama bucket list travel ku. Sejarahnya yang kaya, keberagaman budaya, seni, arsitektur hingga romansa anggota kerajaan Inggris. Belum lagi pemain sepak bolanya yang tampan dari Klub Manchester United dan Arsenal yang menjadi favoritku.

Pengalamanku ini menepis anggapan bahwa traveling ke London selalu identik mahal. Ternyata ada banyak yang bisa dinikmati dengan budget pas-pasan dan bila kita cermat dan tahu caranya, ada banyak kegiatan dan hiburan yang dapat dinikmati tanpa mengeluarkan uang sepeserpun antara lain mengunjungi taman, museum, gallery, dan lain-lain. Favoritku adalah British Museum, Tate Modern dan Wellington Terrace. Banyaknya taman di London yang menunjukkan sisi hijau/greenery kota London, yang menjadi favoritku adalah Regents Park sambil memberi makan angsa dan ikan.

Kemudian melintas di Abbey Road zebra cross yang terkenal dilewati band the Beatles dan menikmati pemandangan malam di Primrose hill. Free walking tour menyusuri landmarks dan iconic buildings, colorful market yang semuanya menjadi favoritku seperti Portobello market, Borough market, Camdem Market, Bricklane serta China Town sambil menikmati musik jalanan dan street performance seniman. Selanjutnya saya mengelilingi kota London menggunakan bus dengan rute yang melewati landmarks seperti Big Ben, Traflagar Square, Westminster Abbey, StPauls Cathedral, window shopping di Harrods, Selfridges, Harvey Nichol dan Liberty.

Advertisement

Dan ada satu tempat lagi yakni Waterstone, Maison Assouline dan British Museum yang merupakan surga bagi pencinta buku. Ada lagi yang tidak boleh dilewatkan yaitu menonton atraksi “changing guard ceremony” di istana Buckingham dan selfie di stasiun Kingcross di peron 9 ¾ dengan ala Penyihir Harry Porter yang semuanya gratis. Selain itu, dapat menikmati banyaknya theater dengan harga tiket terjangkau bahkan ada yang gratis. Berbagai festival dan carnival juga dapat dinikmati secara gratis bila datang pada saat perayaan seperti saya berkesempatan menikmati live music bertepatan pada perayaan St. Patricks day.

Menurutku London sangat aman bagi solo traveler, tidak ada rasa takut bahkan saat peristiwa berdarah 23 Maret 2017 yang menewaskan empat orang termasuk polisi yang terjadi tepat di gedung parlemen yang terkenal dengan Big Ben nya, semua baik-baik saja karena saya berada sangat dekat dengan lokasi kejadian tersebut namun saya tetap menikmati meskipun London sedang mendapatkan teror dan berikut petualanganku pada hari itu.

Pagi-pagi sekali, saya menuju Borough market dengan menggunakan Underground Tube. Salah satu destinasi surga makanan untuk memanjakan lidahku. Terdapat berbagai jenis sayur, buah, makanan, jamur, seafood yang tidak pernah ku lihat di beberapa negara yang saya kunjungi sehingga menjadi obyek foto ku. Selain mencicipi street food yang menggugah selera dari berbagai stalls yang ada disana, terdapat juga restoran kecil yang menyajikan oyster raksasa yang benar-benar fresh dan tidak berbau amis.

Setelah puas menikmati food sampling, pie dan home made cake yang bikin ketagihan, saya santai sejenak di Monmouth coffee yang terkenal dengan aroma kopinya. Puas menikmati kopi yang telah menambah energiku, saya kembali berjalan kaki sambil mengecilkan perut (hahaha). Melewati the Shard, bangunan tertinggi di London dengan 95 lantai yang terkenal arsitekturnya. Tujuanku selanjutnya adalah Tate Modern gallery untuk menikmati berbagai lukisan master piece para maestro dunia.

Banyak pameran diadakan disini dan bagi yang senang akan seni modern kontemporer, ini merupakan tempat yang wajib dikunjungi. Kebetulan ada kurator yang sedang menerangkan lukisan kepada sekelompok pencinta seni dan akupun tidak mau ketinggalan untuk mendengarkan agar menambah wawasanku. Di atas gedung Tate Modern terdapat viewing roof untuk kita bisa melihat pemandangan kota London dari ketinggian secara gratis. Sebelum saya mengakhiri kunjungan di Tate Modern, saya mencicipi segelas cocktail di café dengan ditemani pemandangan indah overlooking Millennium bridge dan Thames river.

Setelah itu saya menyusuri Thames river, memasuki area jembatan Wesminster. Saya belum sadar bahwasanya beberapa saat yang lalu telah terjadi insiden tidak jauh dari lokasi yang kulewati. Memang keadaan di jembatan saat itu sangat ramai dan macet sekali. Namun suasananya tenang seperti tidak terjadi apa-apa, tidak ada kepanikan yang berarti. Tepat di atas jembatan dan area sekitarnya memang ada helicopter berkeliling di udara, namun tetap saja saya masih tidak sadar bahwa telah terjadi teror sampai ponselku berbunyi setelah saya melewati jembatan.

Temanku yang di London mengabari peristiwa teror itu dan meminta saya segera pulang namun beberapa stasiun Tube ditutup. Sejujurnya tidak ada rasa takut dalam diri saya pada waktu itu, polisi sigap dan bertindak cepat serta memberikan informasi kepada para turis. Saya malah masih berkesempatan menikmati warna-warni bunga cantik yang sedang bermekaran di taman sekitar gedung di sana dengan ditemani suara helikopter diatas udara yang lagi berpatroli. Setelah puas selfie dengan background London Eye dan Big Ben. Tak ketinggalan juga selfie di depan police line di sekitar istana Westminster dimana ada wartawan yang sedang live report dari tempat kejadian.

Karena sudah mulai gelap, saya kemudian mencari tube terdekat yang tidak ditutup dan melanjutkan petualanganku ke Sky Garden, suatu tempat yang lagi happening di kota London. Memang bagus sekali café nya apalagi di malam hari dengan lampu dan pemandangannya dari lantai paling atas gedung tersebut. Dan pastinya semua ini kunikmati gratisan karena saya tidak pesan minuman atau makanan karena kesibukan waiternya yang melayani ramainya pengunjung di saat itu.

Momento London (peace demonstration) bukan hanya slogan di London, peace walaupun saat itu ada insiden berdarah pada hari itu

London Ku Kan Kembali, kota yang penuh inspirasi. #AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya