Untukmu yang Merasa Hidup Ini Terlalu Melelahkan dan Terus Saja Diremehkan

hidup melelahkan


“Aku lelah,” keluhnya.

Advertisement

“Lelah kenapa? Hidupmu tampak baik-baik saja, kau masih bisa makan minum tidur dan lain-lain. Kau lihat mereka yang ada di luar sana, banyak dari mereka yang harus berjuang hanya untuk sesuap nasi. Masih pantaskah kau berkata lelah?”

“Ya kau benar. Terima kasih telah menyadarkanku. Tapi bolehkahaku bertanya satu hal?”

“Silahkan.”

“Apa kau pernah merasa lelah?”

“Hmm, pernah sih, saat pekerjaan menumpuk dan banyak pikiran.”

Advertisement

“Begitukah? Kau masih sempat makan, minum dan tidur?”

“Tentunya.”

“Berarti kau tidak lelah. Kau masih baik-baik saja,” dan diapun terdiam.


Terkadang kita mengomentari sesuatu yang dirasakan orang lain tapi kita justru tak sadar kita pernah merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan orang lain tersebut. Kita menasihati dengan cara yang mudah tanpa memikirkan kebenaran apa yang dirasakannya. Lelah adalah sesuatu yang lumrah dirasakan setiap manusia. Saat dirimu tak sanggup lagi melanjutkan sesuatu, saat dirimu memilih untuk berkeluh kesah, saat dirimu memilih untuk berdiam. Tak apa, setiap manusia berhak mengalaminya.

Terkadang lelah itu tampak terlihat, namun kadang tidak. Ada yang bisa menampakkannya, ada yang pandai menyembunyikannya. Untuk seseorang yang pandai menyimpan rasa lelah, mengubahnya menjadi senyuman yang seakan membuatnya tampak baik-baik saja. Orang akan mengira hidup mereka mudah, nyaman hingga tak perlu berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu. Padahal kita tak tahu apa yang sedang dirasakannya. Kita hanya melihat luarnya tanpa tahu dalam hatinya mungkin mereka menangis. Menahan rasa kelalahan yang membuat batin mereka tersiksa karena tak bisa mengeluarkannya.

Berbeda halnya dengan mereka yang memilih untuk mengeluh. Mereka akan mengeluarkan segala keluh kesahnya, entah bercerita dengan orang terdekatnya ataupun meluapkannya melalui social media yang saat ini banyak dilakukan oleh kaum milenial. Dengan begini mereka akan merasakan sedikit kelegaan dalam dirinya. Setidaknya rasa lelah dapat sedikit berkurang. Namun tak ayal ini justru terkadang menambah beban pikiran.

Respon manusia berbeda-beda dalam menanggapi sebuah keluh kesah. Ada yang menganggap hal yang kita keluhakan itu hal biasa bahkan sepele. Terkadang kita juga tak luput untuk dicibir jika mengungkapkan keluh kesah kita dalam social media. Kita akan dianggap seseorang yang alay, lemah, dan tak bersyukur dengan apa yang telah kita miliki.

Tak apa, seperti yang dibilang di awal, lelah itu hal yang lumrah dirasakan setiap manusia. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menginterprestasikan rasa lelah. Simpanlah jika kau masih kuat untuk menyimpannya, dan keluarkanlah jika kau sudah tak kuat. Pandangan orang lain memang akan selalu menghantui.  Orang tetap  akan mencari celah kesalahan dalm setiap tindakan mereka. Entah dicibir, dicela atau bahkan dimusuhi. Yang pasti kita harus tetap bertahan. Hidup memang terkadang melelahkan, namun kita harus tetap hidup bukan?

Semoga lelahmu berbuah menjadi berkah :)

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Just ordinary girl who likes to write

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE