Hidup di dunia ini berawal dari harapan. Harapan bukan hanya sekadar angan-angan belaka, tapi juga cambuk abadi yang akan menghidupkan semangat hidup kita.


Hidup di dunia ini adalah sebuah anugerah dari Tuhan yang sangat indah. Tuhan sudah menentukan bagaimana alur hidup seseorang di dunia. Tidak hanya alurnya, semua pemain yang akan menemani kita di dunia ini pun sudah ditentukan oleh Tuhan. Ibarat sebuah pertunjukan sebuah drama, sang penulis naskah dan sutradara adalah elemen yang paling penting, dan di situlah Tuhan memainkan peran-Nya.

Advertisement

Kita sering kali hidup di dunia ini dipenuhi dengan harapan. Ya, bagi sebagian orang akan terlihat sangat tidak bermanfaat untuk selalu berharap. Menurut mereka berharap itu hanya sebuah penantian yang sia-sia akan sebuah ketidakpastian. Itu memang benar, harapan itu adalah sebuah ketidakpastian dan kekosongan.

Tetapi, jangan salah, tidak sedikit juga dari kita yang percaya pada harapan dan berujung dengan indah. Harapan itu bagaikan sebuah pelita yang ada di ujung lorong yang gelap. Dia akan menjadi pemandu kita untuk bisa lepas dari kegelapan. Harapan itu untuk sebagian orang yang lain merupakan pembangkit semangat hidup.

Memang kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu apakah harapan yang selama ini kita nanti akan jadi kenyataan atau tidak. Tetapi, dari harapan itulah akan memunculkan sebuah komitmen yang nyata di dalam diri kita untuk bisa mewujudkan harapan-harapan itu. Semua hal yang ada di dunia bisa dibilang akan bermula dari sebuah harapan. Harapan yang berubah menjadi cita-cita, dan cita-cita yang akan berubah menjadi tujuan serta tekad.

Advertisement

Hidup di dunia ini tidak ada yang terjadi secara instan, semua membutuhkan proses. Nah proses itu berawal dari sebuah harapan. Lihat saja orang-orang sukses, kebanyakan dari mereka memulai dari sebuah harapan. Dari harapan itulah akan tumbuh semacam motivasi hidup yang luar biasa. Tidak hanya itu, saudara-saudara kita yang terkena penyakit kronis pun menggantungkan hidup mereka dari harapan. Mungkin secara medis hidup mereka sudah selesai, tetapi percayalah harapan-harapan itu masih ada dan belum selesai.

Harapan-harapan itu akan selalu hidup di dalam diri kita asalkan kita berani untuk meyakininya. Berani untuk tidak pasarah dan terus berjuang demi harapan itu. Percayalah orang yang punya harapan tinggi pastilah sangat kuat karena dia adalah orang yang tahu akan apa yang dia lakukan. Jadi, janganlah sedih atau berputus asa apabila hidupmu sudah selesai karena harapan-harapanmu masih akan dan selalu hidup.

Tulisan ini dibuat untukmu wahai seseorang yang nan jauh di sana. Aku masih di sini dan akan terus di sini mendukungmu apapun yang terjadi. Aku tahu kamu kuat, kamu bisa, dan yakinlah bahwa harapan-harapanmu selalu hidup meski hidupmu sudah tiada. -WD-

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya