Para penggemar sejarah maupun Jepang, pasti tahu apa yang telah terjadi di kota Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia ke-II kan? Bahkan mungkin tidak ada yang tidak mengetahui tentang kejadian dahsyat itu karena peristiwa tersebut adalah salah satu faktor yang mengkontribusikan pada Indonesia untuk dapat meraih kemerdekaannya. Namun di sini kita akan fokus terhadap Peristiwa Bom Atom yang terjadi di Hiroshima.


Dengan keputusan Presiden AS, Harry S. Truman, bom nuklir yang disebut dengan “Little Boy” tersebut jatuh pada 6 Agustus 1945 pukul 8.16 waktu setempat, tepat di tengah Kota Hiroshima.


Advertisement

Warga yang sedang melakukan rutinitas tiap harinya untuk menjalani keseharian mereka langsung merasakan panas dan terbakar sehingga kurang lebih 90,000 sampai 166,000 korban meninggal seketika. Diikuti dengan 200.000 korban yang mendapatkan dampaknya secara tidak langsung – luka bakar, radiasi serta kanker – meninggal juga pada akhirnya.

Pesawat B-29 Siperfortress bernama Enola Gay ini dikemudikan oleh Paul W. Tibbets untuk membawa bom atom tersebut. Little Boy punya panjang 3 meter, diameter 71 cm, berat 4.400 kg, dan di dalamnya terkandung uranium-235 dengan berat 64 kilogram dan berdaya ledak 15 kilotons. Selepas diluncurkan, 44 detik kemudian Little Boy meledak dalam radius kehancuran mencapai 1,6 km dan menyebabkan 11 km persegi area kota terbakar hebat. Para pilot yang berada dalam pesawat Enola Gay tersebut terdiam seketika karena hanya dapat melihat awan jamur hasil ledakan Bom Atom itu menjulang sangat tinggi ke langit.

Meninggalkan hanya beberapa bangunan yang juga telah runtuh. Bangunan dalam foto ini adalah Genbaku Dome, satu-satunya bangunan yang tidak runtuh seutuhnya tepat setelah bom meledak beberapa meter di atasnya. Bangunan ini telah menjadi simbol perdamaian yang telah terjadi usai kejadian pengeboman terjadi. Struktur banguannya tidak diubah sama sekali, hanya dirawat agar mengingatkan peristiwa tersebut agar kita semua dapat mempelajari nilai-nilai penting dari kejadian ini.

Advertisement

Pada Desember 2016, saya mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung runtuhan-runtuhan bangunan, peninggalan korban, segala hal yang tertinggal dari peristiwa pengeboman hebat itu di Hiroshima Peace Memorial Museum. Sejak pertama menginjak ke dalam bangunannya, sudah terasa betapa dingin dan kejamnya kejadian tersebut. Sampai-sampai fakta, foto serta barang-barang di dalamnya berhasil membuat saya berlinang air mata.

Baju seragam sekolah yang sudah rusak serta sobek di mana-mana, kuku manusia, rambut manusia, serpihan kulit manusia, sepatu yang telah kena radiasi nuklir, sepeda anak kecil yang sudah berkarat, dan lain hal sebagainya semua ada terletak di museum tersebut dengan jelas terlihat. Memang barang-barang tersebut asli diamankan dari kejadian tersebut sampai sekarang di jaga dengan sangat detil agar tidak rusak. Saya yang baru berumur 14 tahun tersebut belum kuat menahan rasa kasihan serta sakit hati melihat semua hal yang sangat kejam tersebut.


Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki adalah kenyataan pahit yang pernah saya ketahui dalam sejarah kehidupan di dunia.


Walaupun peristiwa ini sangat kejam bagi kaum Jepang, namun Perang Dunia ke-II dapat berhenti seketika karena penyerahan Jepang pada Amerika Serikat serta negara lainnya yang berada dalam kuasanya. Memang mungkin hal ini sudah seharusnya terjadi, karena jika keputusan kejam ini tidak dilakukan mungkin sampai sekarang Perang Dunia masih berlanjut. Mungkin sampai sekarang Indonesia masih dibawah kuasa atau jajahan Jepang. Oleh karena itu, saya sudah berhasil mengerti kedua belah pihak serta pihak luar lainnya dari peristiwa dahsyat ini.

Awalnya, saya akui, saya merasa sangat tidak setuju dengan keputusan AS untuk membunuh warga sipil yang sama sekali tidak seharusnya dilibatkan dalam peperangan. Secara hukum mungkin ini sudah melanggar norma-norma perang. Namun, setelah mengerti sisi AS dan alasan keputusannya, saya sudah dapat menemukan tempat saya yaitu untuk menerima kenyataan dan memanfaatkannya untuk belajar agar tidak terulang lagi di masa depan. Toh kedua negara sudah secara tulus menerima kejayaan negaranya masing-masing serta perdamaian antara mereka sudah kembali terjalin dengan erat.

Kalau menurut kalian, bagaimana? Apakah keputusan Amerika Serikat terlalu kejam? Ataukah kalian setuju bahwa Jepang memang pantas mendapatkan bom atom ini? Atau mungkin sama dengan saya untuk mengerti kedua belah pihak tanpa pro dalam keduanya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya