“I Miss You” Dari Jarak yang Tidak Beraturan

Aku baru tau kalau ternyata kita tidak ditakdirkan untuk menikmati waktu bersama lagi, seperti saat sebelum kamu memberikan sebuah perpisahan.

Cinta. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mungkin begitu saja menggantikan cinta dengan hal lainnya, apalagi menghapusnya dari ceritaku. Seandainya aku adalah seseorang yang mudah mencintai, aku tidak perlu menunggu ribuan waktu hanya untuk mencintaimu. Begitu juga ketika akhirnya aku harus kehilanganmu, entah harus berapa banyak waktu dan kepedihan yang akan aku korbankan untuk melupakanmu.

Advertisement

Ikhlas katamu? Bagaimana aku bisa ikhlas dengan perpisahan yang kamu buat sendiri? Aku tahu bahwa pertemuan dan perpisahan adalah dua hukum alam yang bersatu. Tapi jangankan ikhlas, terima pun aku tidak. Karena sejatinya bukan Tuhan yang membuat perpisahan itu, tapi kamu sendiri yang membuatnya, dan kamu juga yang memberikan celah untuk perpisahan itu menghancurkan cerita di antara kita. Aku baru sadar kalau ternyata aku jatuh cinta dengan seseorang yang bersahabat dengan perpisahan. Seandainya aku tahu dari awal, aku tidak akan pernah menerima jabatan tanganmu.

Aku pikir cerita yang terjadi di antara kita akan sama dengan cerita-cerita romantis yang pernah aku tonton dan aku baca, di mana tokoh utamanya selalu berakhir bersatu dan bahagia. Sedangkan dalam cerita ini, kamu yang bahagia dan aku yang justru tersakiti. Bersatu dan bahagianya kemana?

Sejak ribuan hari lalu sampai hari ini aku belum mengerti alasan kepergianmu. Aku hanya tahu kalau kamu sempat mengatakan mencintaiku. Kalau memang kamu pergi dengan alasan marah karena perasaanmu yang berubah mencintaiku, kamu bisa mengatakannya langsung. Aku akan menghormati keinginanmu sekalipun aku hanya bisa mencintaimu sebatas perasaan, asalkan bukan dengan caramu menjadi orang asing seperti ini.

Advertisement

Pngorbanankah yang kamu inginkan? Kamu mau tau apa itu pengorbanan? Aku berusaha tersenyum saat kamu dengan santainya lewat begitu saja di depanku. Aku berusaha menghapus gengsi untuk menghubungimu saat kamu tidak pernah sekalipun menghubungiku. Aku tidak masalah ketika kamu tertawa bahagia dengan yang lain, meskipun itu terjadi tepat beberapa hari setelah kamu bilang mencintaiku. Aku bahkan kehilangan mimpiku karena kegalauanku atas kepergianmu.

Kamu tidak akan pernah tahu sebanyak dan sejauh apa pengorbananku, karena memang kamu tidak peduli. Kamu hanya seseorang yang memerintahkan keinginanmu tanpa mempedulikan bagaimana orang yang kamu perintah.

Aku harus bagaimana? Setiap kali aku merindukanmu, rasanya seperti menantang waktu untuk mundur. Aku bisa apa ketika perasaanku terlalu dalam memilihmu sementara kamu sudah memilih yang lain?

Aku merindukanmu dari jarak yang tidak beraturan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Hanya seorang penulis yang berusaha untuk menggenggam dunia. Ask.fm/aohanaa

CLOSE