Ibu bagian yang tak kan pernah lepas dalam kehidupan, seorang anak yang terlahir ke dunia PASTI melalui rahimnya. Bukan main perjuangan dan pengorbanan yang telah beliau lakukan untuk ku, dari ku kecil hingga dewasa. ibu anakmu ini sekarang sudah berusia 21 tahun tepat 13 april yang lalu, selama itu pula perhatianmu padaku tak pernah putus.

Saat aku sedang dalam masalah, engkau hadir dengan memberikan nasihat yang seketika memberikan ketenangan dan keberanian kepadaku. saat aku sedang bahagia, engkau adalah orang pertama yang bahagia melebihi siapapun di dunia ini.

"aku masih ingat keinginanku, yaa… aku ingat… aku tidak ingin kau menangis ibu…"

Ibu, maaf aku belum bisa memberikan yang terbaik buatmu, masih terus, terus, dan terus merepotkanmu. ibu, maafkan anakmu ini yang selalu membangkang terhadapmu, begitu besar dosa yang telah ku lakukan terhadapmu, tapi engkau tetap tersenyum kepadaku.

"ya… aku ingat… aku masih ingat setiap senyumanmu ibu…"

Advertisement

Ibu bisakah aku meminta satu hal dari mu…? (bukan perhatian, ibu (perhatianmu selama ini sudah sangat-sangat cukup untuk ku), bukan cinta, ibu (cintamu, aku tahu tidak akan pernah surut kepada anakmu ini))

Aku hanya meminta satu hal ibu…… Aku ingin kau melihatku sebagai seorang anak yang berusia 21 tahun, seorang anak yang telah menyelesaikan studi s1 nya tepat ketika dia berusia 20 tahun.

"ya aku hanya ingin itu ibu…. aku ingin kau melihat ku sebagai seorang lelaki seutuhnya"

Aku ingin kau melihatku sebagai seorang dewasa yang ingin mengabdikan hidupnya untuk merawatmu, bukan seorang anak yang selalu ingin dimanjamu ibu. Mungkin untuk sekarang, aku masih selalu membutuhkanmu ibu. tapi aku berjanji……

"ya.. aku berjanji ibu… dalam beberapa tahun kedepan.. aku ingin menjadi seorang anak yang membahagiakanmu yang memberikan segalanya untukmu.. yang akan merawatmu ketika tubuhmu mulai melemah termakan usia, ibu…"

Untuk ibu… seorang pejuang.. tanpa tanda jasa…

Ibuku, ibumu, dan ibu kita semua…