Siapa yang tidak kenal dengan Batman, Superman, Iron Man dan pahlawan lainnya? Pahlawan-pahlawan super yang sering tampil dalam tayangan aksi film ini berupa sebuah inspirasi bagi anak-anak untuk melakukan sebuah kebaikan. Kehadiran mereka di muka bumi adalah untuk membantu melawan kejahatan dan juga menegakkan suatu kenyaman hidup bagi warga. Tapi itu dalam dunia fiksi, tentu beda lagi dengan dunia nyata. Pahlawan dunia nyata yang kita kenali pasti berhubung dengan pejuang Indonesia jaman dahulu, sebuah profesi seperti polisi, pemadam kebakaran, tentara dan sebagainya, atau mungkin pembuat merek teknologi seperti

Pernahkah kita sadari bahwa ada seorang pahlawan yang telah menemani kita saat pertama kali membuka mata di dunia ini? Jawabannya hanya satu, yaitu Ibu.

Advertisement

Rani Terisiana, umur 44 tahun, lahir di Bandung, 7 Agustus ini adalah seorang pahlawan super bagi anak-anaknya. Mulai dari memasak makanan dari pagi hingga malam, membereskan rumah agar selalu nyaman untuk ditinggali, mengatur keungan perbelanjaan untuk dapur dan keperluan masing-masing, dan segala hal apa pun itu yang bisa dikerjakan. Seluruh hal tersebut dilakukan dalam sehari-harinya dimana kerja tersebut sudah tentu sangat meletihkan.

Pepatah menyatakan, pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang paling meletihkan dibanding pekerjaan lainnya yang tersedia. Kenapa begitu? Mengurus satu rumah dan menjaga kebersihan dan kenyamanannya saja sudah susah, bagaimana jika harus mengurus satu keluarga. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan 24 jam sehari, bayangkan betapa letihnya jika harus mengerjakannya setiap hari. Oleh karena itu, dinamakanlah Ibu Rani Terisiana ini sebagai Wonder Woman.

Tetapi terdapat suatu tips dan dorongan di mana beliau akan selalu semangat menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. Apa tips tersebut? Jawabannya adalah dengan Tuhan. Apa maksudnya?

Advertisement

“Kita ini punya anak titipan Allah, yang harus dirawat, dijaga, kita didik dari kecil sampai besar. Jadi, apa yang saya lakukan kepada anak-anak saya ini merupakan tanggung jawab kepada Allah,” sebut Ibu Rani Terisiana, saat dilakukannya wawancara.

Tentunya sangat sulit untuk melakukannya, tetapi cara Ibu Rani mengatur kesulitan tersebut adalah dengan menyadari bahwa Allah akan selalu melihat perbuatan kita dan pastinya kita harus memberi yang terbaik baik bagi keluarga dan diri sendiri karena mengurus anak dengan baik tidak ada ruginya. “Mengerjakannya karena Allah, bukan karena kepaksaan!,” jelasnya.

Dalam pembicaraan kesulitan tersebut juga beliau menyebutkan bahwa Allah tidak akan memberi suatu cobaan atau kesulitan jauh dari apa yang kita bisa terima. Di mana jika kita memang menghadapi sebuah cobaan atau kesulitan apa pun itu, kita harus bisa bersabar dan tawakkal serta berdoa semoga diberi kelancaran.

Dapat disimpulkan bahwa menjadi seorang Ibu bukan lah sebuat tugas yang mudah dan kita harus menyadari betapa sulitnya ibu kita mengurus kita dari kecil. Oleh karena itu, sayangi lah selalu ibu kita, sebagaimana mereka adalah pahlawan sebenarnya, sang Wonder Woman yang selalu ada untuk kita sejak kita kecil hingga sekarang dan seterusnya.

Terdapat sebuah pesan dari Ibu Rani untuk anak-anak dan Ibu di luar sana yang berisi, “Pesannya mungkin klise, seorang Ibu hanya mengharapkan anaknya untuk bisa sukses untuk kedepannya, sholeh dan sholehah, dan mengetahui peraturan-peraturan atau amanah yang diberi orangtua masing-masing. Orangtua juga berdoa saja biar anak-anaknya bisa menjadi kebangaan orangtua, selalu.”

Dari situ lah dimana seluruh anak-anak harus terus menghargai keringat dan usaha yang telah dilakukan ibu kita masing-masing dan jangan putus asa serta bekerja keras agar dapat membanggakan orangtua kita kelak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya