Wabah Covid-19 memberikan dampak yang besar bagi dunia konstruksi di Indonesia. Salah satu dampak terbesarnya adalah pemotongan dana infrastruktur pada proyek pemerintah. Potongan dana ini akan digunakan negara untuk  membantu   menangani wabah Covid-19. Berdasarkan anggaran Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) , anggaran yang dipakai untuk infrastruktur negara mencapai Rp.120,21 triliun , kemudian dipangkas untuk dana penanganan wabah Covid-19 sebesar Rp.44,58 triliun sehingga dana yang tersisa sebesar Rp.75,63 triliun.
Dengan adanya pemotongan dana, maka perlu adanya pemilihan pembangunan jenis infrastruktur yang tepat. Menurut Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, dengan kondisi ekonomi yang belum pulih dan APBN yang berdarah-darah, diperlukan adanya skala prioritas untuk tujuan pemulihan ekonomi negara. Pemulihan ekonomi negara dapat dilakukan dengan refocussing tujuan infrastruktur yang semula untuk pengembangan negara menjadi infrastruktur pemulihan ekonomi.
Infrastruktur pemulihan ekonomi dibangun berdasarkan situasi negara saat ini. Melihat kondisi sekarang, terdapat 3 infrastruktur yang dapat dibangun untuk menunjang perekonomian negara. Pertama, infrastruktur ketahanan pangan. Menurut riset yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Wabah Covid-19 akan membuat 25 juta pekerja dipecat atau dipotong gajinya. Hal ini menyebabkan roda perekenomian negara berhenti sehingga masyarakat kesulitan untuk mencari makan. Apalagi impor pangan dari luar negri masih sulit dilakukan di tengah wabah ini. Contoh infrastruktur pangan yang paling utama  adalah program cetak sawah baru. Program cetak sawah baru adalah kegiatan cetak sawah dengan membuka lahan baru dan mencetak sawah dengan mengubah lahan tidur menjadi sawah atau optimalisasi lahan. Karena beras merupakan bahan makanan pokok Masyarakat Indonesia , pengoptimalisasian sawah akan memperkuat pangan negara. Berdasarkan pertimbangan tersebut , Infrastruktur ketahanan pangan di butuhkan untuk menunjang hasil pangan negara.
Kedua, infrastruktur penunjang energi dan telekomunikasi. Wabah Covid-19 menciptakan kebiasaan hidup yang baru khususnya dalam pola kerja. System pola kerja baru yang disebut sebagai Work from Home menyebabkan jaringan koneksi juga menjadi prioritas utama. Menurut Executive Vice President Telkom Regional III Jawa Barat M Khamdan , kebutuhan akan internet terus bertambah seiring semua kegiatan masyarakat yang difokuskan dari rumah pada masa pandemi ini. Maka, dibutuhkan infrastruktur penunjang energi dan telekomunikasi yang memperkuat jaringan koneksi serta mendstribusikannya secara merata. Contohnya seperti infrastruktur nirkabel teknologi seluler. Karena jaringan seluler sekarang menjadi kebutuhan pokok , perlu adanya penunjang energi dan telekomunikasi khususnya di bidang teknologi seluler.
Infrastruktur pemulihan ekonomi yang terakhir adalah Infrastruktur fasilitas kesehatan. Datangnya Covid-19 mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Melihat upaya pemulihan yang dilakukan negara , fasilitas kesehatan Indonesia masih tergolong kurang. Karena itu diperlukan infrastruktur yang mendukung pola hidup bersih dan sehat. Contoh infrastruktur fasilitas kesehatan yang dapat dilakukan adalah memperbanyak unit wastafel di tempat-tempat umum. Memperbanyak unit wastafel mengajak masyarakat untuk rajin mencuci tangan demi menjaga kebersihan diri sendiri.  Riset dari WHO membuktikan bahwa orang yang rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan dirinya memiliki resiko 20% lebih kecil terkena penyakit. Pembangunan seperti ini akan menunjang negara dalam hal kesehatan.
Banyak orang berpikir bahwa membangun infrastruktur akan mengeluarkan banyak biaya. Namun dengan mengubah tujuan infrastruktur negara,  pembangunan yang dilakukan dapat membantu menutup biaya yang dikeluarkan atau bahkan membantu menggerakkan roda perekonomian negara. Dimana tujuan barunya adalah pemulihan ekonomi yang fokus pada aspek pangan , kesehatan serta komunikasi. Ketiga aspek ini merupakan aspek yang perlu dicapai agar menggerakkan kembali roda perekonomian negara. Maka,  tujuan infrastruktur negara harus secepatnya diubah menjadi infrastruktur pemulihan ekonomi.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”