Kita tidak pernah bisa mengubah penilaian orang terhadap kita, yang harus kita lakukan adalah menerima.

Setiap orang didunia ini butuh bersosialisasi. Inti dari bersosialisasi adalah kita tidak bisa hidup sendiri tanpa peran orang lain di kehidupan. Bohong jika ada yang mengatakan bahwa aku bisa hidup sendiri, karena itu mustahil. Kenapa demikian? Karena memang pada dasarnya semua manusia di dunia ini tidak akan bisa bertahan sendiri, maka dari itu ada istilah bahwa kita adalah mahluk sosial yang pada intinya diwajibkan untuk bersosialisasi.

Advertisement

Tapi tidak jarang dari beberapa orang lebih memilih mengasingkan diri dari lingkup luar karena memiliki banyak alasan, mulai dari lingkungan yang tidak sesuai, teman yang tidak sejalan, atau lebih kepada karena menyendiri dapat meluapkan semua emosi tanpa harus ditutupi, dapat berkutat dengan fikiran sendiri di dalam kamar tanpa diganggu siapapun, atau barangkali sibuk menelaah akan jadi apakah nanti kita dikemudian hari.

Sebagai makluk sosial yang dimaksud diatas, banyak sekali hal-hal yang dapat kita temui diluar sana, mungkin contoh kecilnya adalah sifat atau tingkah setiap orang yang berbeda beda wataknya. Ada yang baik, jahat, bawel dan masih banyak lagi. Kita juga tidak bisa membuat semua orang menyukai kita. Didunia selalu ada timbal baliknya, seperti halnya matahari di siang hari akan selalu ada bulan saat menjelang malam, sama seperti seseorang yang dilahirkan putih akan ada juga manusia di tempat lain yang harus menerima kodrat berkulit hitam, dan masih banyak lagi

Begitupun dengan sifat seseorang, kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita. Akan ada satu atau dua orang yang tidak suka, kita juga tidak bisa memaksakan orang tersebut merubah rasa benci itu menjadi suka begitupun sebaliknya. Sehingga 1 hal yang bisa kita lakukan adalah menerima. Menerima kenyataan bahwa akan selalu ada 2 sisi yang berlawanan di hidup ini dan itu salah satunya.

Advertisement

Memang jika harus dipikirkan terus menerus soal 'mengapa?', tidak akan ada habisnya seperti menelaah seberapa banyak pasir diantara jutaan hektar gurun, atau barangkali menghitung seberapa banyak ikan yang hidup didasar lautan. Semua akan tampak sulit jika didefinisikan. Yah, memang begitu kenyataannya.


Tak usah repot-repot memikirkan tentang hal apa yang membuat orang tidak menyukai kita, karena kadang tanpa bersalah pun kebencian akan tetap tumbuh pada orang yang memang tidak suka. Fikirkan saja bagaimana caranya agar orang yang menyukai kamu dapat kamu bahagiakan, seperti halnya orang tua yang bahkan tau kesalahan mu pun masih tetap bertahan mencintai mu sampai saat ini, atau barang kali teman-teman setia mu yang bisa tertawa girang hanya karena candaan garing mu.


Semua itu sudah cukup meyakinkan bahwasanya akan selalu ada hal positif yang bahkan kamu abaikan, ketimbang kamu harus memikirkan omongan orang. Karena satu hal yang pasti tidak perlu menjadi orang lain untuk diterima, karena menjadi dirimu sendiri itu artinya kamu tidak terlihat seperti orang yang munafik untuk terlihat baik dimata orang, meskipun memang pada dasarnya kadang kita juga butuh untuk berpura-pura hanya untuk menghargai perasaan seseorang. Tapi bukan setiap waktu kan?

Tapi satu hal yang menjadi catatan adalah, jika semua orang bahkan tak lagi menyukai mu maka yang harus kamu lakukan adalah introspeksi diri. Apa yang salah sehingga semua itu terjadi, mungkin barangkali ada sesuatu yang bisa kamu perbaiki.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya