Jangan Suka Merundung Jomblo, Sebab Kamu Tidak Pernah Tahu Apa yang Sedang Diperjuangkannya

Mulai sekarang berhentilah membully teman kalian yang masih jomblo. Berhentilah terlalu mencampuri kehidupan mereka.


Jomblo juga bisa bahagia.


Advertisement

Seseorang yang telah memasuki usia 20-an tahun ke atas biasanya mulai di galaukan oleh berbagai hal salah satunya adalah pasangan hidup. Bagi sebagian besar orang rasanya tabu sekali kalau masih jomblo seolah jomblo itu sebuah kutukan yang sangat mengerikan. Sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk segera mendapatkan pasangan, ada pula yang pasrah menerima siapapun yang datang ke hidupnya asalkan statusnya bisa berubah dari jomblo menjadi berpasangan. Dan ketika ada teman yang masih jomblo langsung di bully habis-habisan.


“Kok bisa sih kamu jomblo? Nggak laku ya?”

“Aku bingung deh sama kamu. Kok betah sih hidup dalam kejombloan?”

Advertisement

“Jomblo pasti tidak bahagia, tidak ada yang memperhatikan!”

“Kamu sih terlalu pemilih jadi orang makanya jomblo sampai sekarang!”

“Jodoh yang seperti apa sih yang kamu inginkan? Kok belum ketemu jodohnya!”

“Kasian banget deh jomblo malem mingguannya sama HP dan laptop!”

“Cepetan nikah dong biar bisa bermesraan seperti kita. Biar ada yang di gandeng!”

“Fotonya sendirian mulu. Kapan foto berdua?”


Ya mungkin bagi sebagian besar orang kata-kata tersebut terdengar sepele. Tapi tanpa sadar kata-kata itu bisa menjadi hal yang sangat menyebalkan. Mengapa terlalu mengurusi hidup orang lain? Bukankah setiap orang memiliki fase kehidupannya masing-masing termasuk fase menemukan jodoh. Bukankah tugas kita adalah berusaha dengan sebaik-baiknya dalam mempersiapkan diri menyambut datangnya jodoh? Bukankah seseorang yang baik akan di pertemukan dengan orang yang baik pula?

Lagi pula menjadi jomblo bukanlah sebuah kesalahan, bukan kutukan. Banyak kok para jomblo yang bekerja keras dalam meniti karir atau membangun bisnisnya agar sukses di usia muda dan bisa menafkahi keluarganya dengan uang yang halal. Ada juga yang mencari ilmu agar berwawasan luas saat berumah tangga nanti. Ada yang sedang fokus hijrah dan memantaskan diri agar menjadi pendamping yang saling menyempurnakan satu sama lain. 

Lagi pula pernikahan bukanlah sebuah permainan yang apabila gagal bisa di ulang lagi berkali-kali sesuka kita. Pernikahan adalah sebuah perjalanan hidup yang panjang yang perlu di persiapkan dengan sebaik-baiknya mulai dari mental, ilmu, finansial dan lain-lain. 

Bukankah sebuah kecerobohan jika seseorang nekat menikah hanya karena ingin segera ganti status tapi lupa untuk menyiapkan bekal pernikahannya? Ibaratnya seperti seseorang yang menyeberangi sebuah lautan yang luas dengan perahu kayu tapi lupa tidak membawa dayung, kompas dan bekal makanan yang di butuhkan selama perjalanan berlayar. Betapa banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga yang di picu oleh ketidaksiapan seseorang dalam menjalani pernikahan, kurangnya ilmu seputar pernikahan dan masalah finansial?

Jadi mulai sekarang berhentilah membully teman kalian yang masih jomblo. Berhentilah terlalu mencampuri kehidupan mereka. Dukunglah mereka dalam berproes memperbaiki kondisi finansial, ilmu pengetahuan seputar pernikahan, mental dan proses hijrah mereka. Dan doakanlah agar mereka bisa menemukan jodoh terbaik mereka di waktu yang tepat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang pemuda sederhana, penyuka Nasi pecel dan suka menulis apapun yang ada di pikirannya.

CLOSE