Sepertinya diam-diam aku jatuh cinta. Kepada kamu lelaki berlesung pipi, yang dari awal pertemuan pertama membuatku jatuh hati. -Dwitasaridwita


Advertisement

Aku tidak ingin mendramatisir tentang kisah manis yang berujung pahit ini. Tentang perasaanku yang tiba-tiba menyukaimu, kemudian kecewa karena status barumu. Bertepuk sebelah tangan, kecewa, patah hati, mungkin itu yang paling mendekati status hatiku saat ini. Tapi aku akan mencoba membiasakan diri melihatmu yang sekarang telah berdua dengannya. Wanitamu, yang akan berbahagia mendapatkan tempat di hari-harimu.

Advertisement

Masih sangat jelas di memoriku tentang pertemuan pertama kita dahulu. Pertama kali melihat kamu, mengingatkanku pada sosok yang hangat di hidupku. Ya, kamu mengingatkanku pada sosok lelaki yang sudah akrab di hidupku. Dan mungkin karena hal itu, membuatku nyaman bersamamu, bahkan di awal kita bertemu.


Perbincangan denganmu tak pernah terasa membosankan. Notifikasi pesan darimu selalu mampu membuat senyumku mengembang. Aku jatuh cinta padamu tanpa alasan. Hanya dengan pesan darimu terbukti mampu membuat hatiku senang.


Aku tak tahu perasaan ini kapan munculnya. Menyukaimu sudah kurasa sejak lama. Mengagumi pun aku rasa di awal kita berjumpa. Tapi jatuh cinta, entah kapan ia bersemayamnya.

Kini, memang aku merasa terluka. Perasaan bertepuk sebelah tangan tidak akan pernah ada orang yang menginginkannya. Tetapi jika Tuhan berkehendak jodoh kita hanya sebagai teman saja, aku akan belajar menerima.

Sebuah kebohongan jika aku bilang aku bahagia melihatmu bahagia bersamanya. Tapi tulus aku doakan, semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan. Entah dengan atau tanpanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya