Paham akan cinta, paham akan cerita hati. Bertemu di suatu titik cinta, menuai penolakan di akhir kisah perjalanan. Demikianlah ku sebut kisah dalam cinta ini, di mana sempat tertulis namamu di dalam bagiannya. Seluruh upaya dan keberanian sudah ku lepaskan dalam semangat kasih untuk meraihmu, berharap kisahmu akan temukan takdirku. Namun bukan jawaban indah seperti “manjanya cinta ” yang ku dapatkan, akan tetapi penolakan yang membawa ratapan panjang dalam kisah perjalananku selanjutnya.

Putus asa yang kualami, membawa kisah ini ke dalam babak baru yang cukup menguras strategi dan permainan. Aku sadar kalau waktu masih terlalu cepat untuk memberi penolakan terhadap usahaku, maka ku putuskan untuk menghargai waktu sembari tak ingin membuangnya sekali pun untuk hal yang kelihatannya sepele. Setiap detik waktuku dalam satu hari selalu ada terselip namamu, walau hanya beberapa detik namun itu selalu ada. Semua itu adalah fakta yang saat ini ku pahami sebagai kenyataan yang merindukan.

Advertisement

Jika ku tanyakan padamu, di manakan letak cinta itu? Maka sudah pasti kamu menjawab kalau cinta terletak pada persahabatan. Jawaban singkat yang sempat ku dengar jauh sebelum aku beranikan diri untuk memasang pertaruhan dalam menggapai sayangmu.

Saat ini jawaban itu pula yang malahan sedang malambai manis dan memanggil namamu kembali dalam kenanganku. Hanya kesedihan ketika membayangkan itu, perih tersayat pedang rasanya hatiku melihat lambatnya sikapku. Kesal diriku karena hanya sebagai teman, cara perjuangan yang bisa ku maksimalkan dalam meraih terang cintamu. Kalau saja menjadi sahabatmu dapat aku raih, maka pasti saat ini kau sudah menjadi kekasih hatiku.

Berbulan-bulan bahkan bertahun- tahun ku habiskan nyaliku untuk melupakanmu. Namun sayang seribu maaf, kalau aku tidak bisa berhenti mencintai dan menyayangimu. Hingga ku tulis cerita ini, aku belum bisa melupakanmu. Hampir sama dengan malam-malam sebelumnya, selalu ada ingatan akan wajah dan raut tatapanmu. Padahal sudah hampir 6 tahun aku tidak pernah berbicara denganmu dan sempat hanya 2 kali melihatmu lebih lama saat perayaan natal, ketika misa peribadatan di Gereja Tabanan. Banyak lagu sedih dan lagu galau yang sudah ku dengar, namun tidak berarti karena justru hanya mendekatkanku akan bayanganmu.

Advertisement

Seribu kata motivator sudah menjadi panutanku dalam menjauhi dirimu, namun percuma karena hanya membuatku semakin membohongi perasaanku. Dan yang terakhir lewat doa, sudah ku panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa, kalau memang bukan jalanku maka aku terima. Namun juga sama, malahan makin membangkitkan semangatku untuk kembali dan kembali mencarimu.

Pengungkapan perasaan cintaku padamu, dahulu pernah ku utarakan namun belum ada jawaban yang kudapatkan. Saat masih SMA aku mengatakan rasa cintaku padamu, namun belum kau seutuhnya manjawab itu. Hingga saat yang paling nekad dalam hidupku sudah kulakukan, yakni mendatangi rumahmu dan memberikan langsung 7 ikat bunga mawar pink pada tanggal 8 februari 2013. Sekali lagi gagal seribu kegagalan, yang ku dapatkan hanya pembantumu yang berbicara denganku dan mengatakan dirimu sedang tidak ada di tempat. Tolong berikan aku pengertian itu, karena pada saat yang sama aku tau kamu sedang berada dalam rumah dan tidak ingin bertemu denganku.

Yang ku lakukan semuanya, jika bukan cinta, apakah namanya itu? Karena sampai sekarang belum ku temukan kata pengganti yang rasanya tepat untuk mewakili seluruh perasaan yang kupertaruhkan, yakni Aku masih tetap cinta kamu, kemarin, sekarang dan besok selalu ingat kamu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya