Jika Perasaan Ini Tak Dapatku Tunjukan Setiap Detiknya, Ketahuilah Akan Ada Satu Jalan untuk Selalu Bisa Menunjukkannya

Mencintaimu dalam sabar~

Hai, apa kabar? Masih sibuk? Semoga engkau tidak berniat melupakan diriku, di sela-sela kesibukanmu, diriku selalu menunggu kabar darimu. Walaupun diriku sadar, dirimu akan tetap seperti itu, namun setidaknya rasa rindu ini sedikit dapat terobati.  Tak mengapa, diriku akan jauh lebih mengerti dan memahaminya lagi. Jika, dirimu dan diriku memang memiliki dunia yang tak sama. Dirimu boleh sibuk 24 jam, tapi jika bisa meminta bersibuklah hanya 23 jam 55 menit sisanya untuk memberikan kabar kepada diriku.

Advertisement

Selamat datang kesibukan pada duniamu yang secara langsung berimbas pada semestaku, selamat menempuh segalanya. Walaupun diriku sangat cemburu saat kamu berdampingan mesra dengan kesibukanmu. Walau diriku terlalu iri saat kamu lebih mementingkan kesibukanmu. Atau? aku yang terlalu merasa kesepian ketika dirimu menikmati harimu dengan segudang kesibukanmu itu.

Tahukah engkau? Segala hal yang aku perbuat hanya untuk satu kebahagiaan kecil yang bisa kamu ingat dan tidak akan hilang di telan waktu begitu saja. Lelucon, candaan, tawa, sedih dan hal hal kecil lainnya yang pernah terucap ketika kita berbincang melalui video call. Semoga bisa membuatmu untuk selalu tersenyum ketika mengingatku sama seperti hal nya aku ketika mengingat segala hal tentangmu dalam keseharianku.


Hei, aku rindu! 


Advertisement

Diriku cemburu dan iri akan kemesraanmu dengan segudang kesibukanmu yang selalu engkau perhatikan itu. Namun, tak dapat aku pungkiri, diriku pun bangga kepadamu. Aku bangga kamu bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Senyumku mengalahkan sabitnya bulan untuk rasa banggaku padamu. Namun sangat disayangkan, andai dirimu mampu membagi waktu di sela-sela kesibukanmu, tentu aku merasa memiliki dua kali lipat keberuntungan. Harapanku, engkau selalu bahagia dengan kesibukanmu.

Walau aku merasa hampa, diriku tak bisa mengekangmu. Kali ini yang dapat diriku lakukan adalah mengekang diri sendiri untuk memaklumi segala aktivitasmu. Walau ada pepatah yang bilang; 

Advertisement


Kalau ada seseorang yang tulus mencintaimu, sesibuk apapun kondisinya. Dia akan selalu menjadikan dirimu prioritas utamanya


Awalnya kalimat ini membuatku terdiam sejenak. Yah, kali ini tak dapat aku pungkiri lagi, aku takut. Aku takut, apakah sebenarnya kamu mencintaiku atau tidak, seketika pertanyaan yang bodoh itu melewati pikiran aku yang memang pantas di pertanyakan.

Namun, aku buang jauh-jauh pertanyaan bodoh itu dari hati dan pikiranku, aku alihkan perhatianku dengan menulis apa pun tentangmu yang membuat diriku bahagia dan selalu bangga memilikimu. Memang, aku harus overdosis dengan obat yang bernama kesabaran. Saat ini, aku hanya perlu menunggu dan terus menunggu kamu bisa melepaskan sejenak kesibukanmu dan berharap kamu tidak terlalu lelah menjalani kesibukanmu.


Tak mengapa jika diriku bukan menjadi satu-satunya yang menguasai pikiran dan harimu. Aku tak menuntut dirimu untuk menjadikan diriku satu-satu yang harus dirimu perhatikan. 


Aku tahu, kesibukanmu, masa depanmu jauh lebih penting dari sekedar memikirkan sosok diriku yang menyebalkan dan selalu mencari masalah untuk mendapatkan perhatian darimu. Dan tentunya lingkunganmu jauh lebih menarik perhatianmu. Tenanglah, aku tak menyalahkan perkara itu. Dirimu memiliki duniamu sendiri begitu juga denganku. Tapi, bisakah sedikit saja dirimu selipkan sedikit perhatian untukku di saat kamu tengah di kepung oleh kesibukanmu itu?


Terlalu sulitkah itu bagimu?


Tenanglah, aku tak ingin menyita banyak waktumu. Aku tahu, waktumu bukan hanya sekedar untuk diriku tapi juga untuk duniamu. Adakah yang bisa kamu sadari dari sikapku? Dari pesan singkat, serta keluhan diriku yang tak dapat aku ucap melalui lisanku.

Aku hanya ingin kamu mengerti. Aku hanya ingin kamu pahami inginku. Sederhana, kamu sangat menginginkan perhatian serta waktumu. Aku tidak menyalahkanmu. Aku tak ingin mencari permasalahan lagi denganmu. Aku tak ingin berpikir sempit untuk mengartikan maksudku.

Kamu dan aku memang berbeda keadaannya. Tapi aku dan kamu, kita memiliki waktu yang sama. 24 jam perharinya. Jika tak bisa memberi banyak waktu, maka luangkanlah beberapa menit saja untuk memberi kabar dan memberi perhatian, meskipun hanya sedikit, aku sudah sangat senang. 

Apa kamu tahu, ketika aku menuliskan satu persatu kata, kalimat demi kalimat, diriku membayangkan indahnya matamu, senyummu serta matamu yang selalu memperhatikanku ketika aku terlelap dalam tidurku. Sesekali diriku membayangkan suara canda, tawa, sapaan dan nada bicara ketika emosi sudah menghampirimu.

Apakah kamu tahu? Ada satu rutinitasku yang tak akan pernah bosan di lakukan olehku. Yaitu, menunggu kabar darimu setiap harinya. Namun, ketika tak ku dapati kabar dari mu. Tak apa, diriku tak mau marah lagi. Aku penjamkan sesaat kedua mataku, mengingat senyum, serta tawa dan tangismu. Kemudian aku menghirup nafas yang panjang dan ku keluarkan dengan perlahan.

Impianku adalah semoga engkau bisa mendapatkan dan meraih segala impianmu. Dan semoga saja, diriku ada di dalam impianmu itu. 

Jika perhatian tak dapat ku berikan secara langsung. Jika perasaan tak dapat ku tunjukan setiap detiknya. Ketahuilah, akan ada satu jalan untuk diriku agar selalu bisa menunjukkannya. Akan ku kabari dirimu setiap saat meskipun kabar darimu masih aku tunggu. Semoga segala impian dan keinginanmu dapat terwujud. Kini, aku mencintaimu dengan penuh kesabaran. Bantu aku, doakan diriku, agar aku mampu untuk selalu mencintaimu dalam sabar.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Nikmati lezatnya rasa dan peristiwa yang terbalut kata-kata