Kadang mencintai tak selalu tentang kelebihannya saja, mencintai juga harus siap menerima segala kekurangannya, karena cinta sejati adalah cinta yang bertahan dan tetap berjuang meski harapan dan cerita tentang kebahgiaan hampir punah. Aku dan kamu adalah dua makhluk berbeda yang memiliki rasa yang sama, meski dunia kita berbeda, cara pandang kita berbeda tapi hal itu bukanlah masalah besar yang membuat hubungan kita menjadi rumit, sebaliknya kita malah menikmati perbedaan itu.

Namun bicara tentang cinta berarti kita membahas tentang luka, cinta adalah kata manis yang kadang berujung tangis, dalam cinta beberapa orang mengatakan tak ada cinta yang indah tanpa air mata, dan dengan kini aku memahami tentang kalimat itu, denganmu aku selalu mencoba melakukan yang terbaik yang aku bisa, aku berusaha menjadi seorang yang selalu bisa diandalkan yang ada saat kamu butuhkan dan hadir saat kamu butuh sandaran.

Advertisement

Aku seperti orang yang tanpa arah sebelumnya, aku hanya berjalan mengikuti mauku, aku terus mencari hal yang kuanggap benar, namun tak satupun hal bisa dikatakan benar-benar benar. Saat aku rasa itu benar, dia bilang itu salah namun mereka bilang tidak juga, aku mulai lelah dengan semuanya, cita-cita, keinginan, kebutuhan, aku tak bisa membedakannya, aku mulai lelah dengan hidupku.

Namun ada satu hal yang tak pernah membuatku lelah, "kamu", satu-satunya hal yang aku anggap benar tanpa pernah peduli apa kata dia dan mereka, satu hal yang mengajakku untuk berlari lebih cepat, dan perlahan aku mulai menyadari bahwa kamulah cita-citaku, keinginanku, kebutuhanku dan kamulah hidupku.

Aku titipkan setengah hidupku padamu, bukan untuk membebanimu, tapi hanya untuk mengingatkanku, bahwa aku punya arah aku punya rumah. Semoga kamu dan ketulusanmu tetap menginginkanku.

Advertisement

Karena yang kutahu, "cinta itu tentang aku yang mengharapkanmu, dan kamu yang menginginkanku". Pada akhirnya aku selalu ingin cerita bahagia tentang kita yang pernah aku karang sebagai asa untuk tetap melangkah dan berjuang bisa benar-benar nyata. Aku ingin menjadikanmu rumah. Aku ingin menjalani hubungan dimana hariku yang melelahkan terhapuskan hanya dengan memelukmu sekali walaupun kamu tidak membuat jantungku berdegup setiap detik.

Tentang hari-hari lalu yang pernah menjadi benalu, aku berharap kamu bisa menberiku ruang untuk sedikit meredakan perihnya. Terima kasih telah mengajariku banyak hal, kamu adalah resiko terbaik yang pernah aku temukan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya