Selamat malam wanitaku, 

Bagaimana harimu? Lelahkah? Kemarilah, ceritakan padaku tentang satu hari yang kamu lewati ini. Aku akan di sini, siap mendengar keluh kesahmu, tentang segala pekerjaanmu yang menumpuk, atau makan siangmu yang kau bilang tak enak tanpa sambal. Telingaku tak akan bosan. Jika kau perlu nasihat, mulutku akan berujar, atau kau hanya sekedar butuh sandaran, pundakku masih kuat. Sebelum mimpi membawamu jauh, mari sini dekat denganku, tak akanku biarkan kau terlelap dengan air mata.

Advertisement

Aku tahu, berjuta kali kau meragukan dirimu, meragukan kemampuanmu, parasmu, atau bahkan hobimu. Kamu berpikir kamu terpuruk, kemampuanmu tak sebanding ribuan wanita di luar sana, atau parasmu tak seindah jutaan wanita lain, kamu terkadang malas untuk mandi dihari liburmu, rambutmu tak selalu tertata rapi, bekas lukamu masih ada dibeberapa bagian tubuhmu, tentang make up dan berdandan, kemampuanmu di bawah rata-rata, kamu punya segudang blush on yang tak kunjung kau gunakan sampai sekarang. Hobimu, tak ada yang istimewa katamu, hanya setumpuk buku yang selalu kau baca, atau lagu-lagu tua yang kau dengarkan.

Tapi tahukah kamu wanitaku, kamu mampu merebut hatiku, kamu mampu membuatku merasa hidup dengan tawa candamu, dengan air matamu atau dengan celotehanmu. Dengan pemikiranmu yang sedikit gila, dengan tingkahmu yang mengundang tawa, atau aksi-aksi manjamu. Ketulusanmu, kejujuranmu, kebaikan hatimu, kesabaranmu, dengan semuanya kamu mampu mewarnai hari-hari orang lain, terutama aku, lalu kau meragukan kemampuanmu?

Parasmu mungkin tak indah, tapi senyummu, sadarkah kamu dengan senyumanmu aku bisa memulai hari terberatku? Dengan doamu aku lalui hidupku. Dengan wajah tanpa make upmu itu aku sudah kau buat jatuh hati. Jadi wanitaku, tak apa jika parasmu biasa saja, asal hatimu luar biasa. Tak apa jika kau tak bisa menggunakan blush on, asal kau selalu tersenyum. Kamu indah, dengan caramu yang terbilang biasa.

Advertisement

Oh yah hobimu, dengan membaca kamu selalu membuka topik baru dan menarik setiap malam di meja makan. Lagu-lagu tuamu yang membuat kita mengingat masa muda dan remaja kita. Kita bisa duduk berjam-jam hanya membahas karakter Gatsby dalam buku yang baru saja kamu baca, atau tentang Frank Sinatra, penyanyi yang kau suka. Tak akan ada pembahasan yang habis denganmu. Selalu ada hal baru dan menarik untuk di bicarakan.

Maka wanitaku, tak perlu kau tutup kekuranganmu di hadapanku, karena aku kekasihmu. Tak perlu kau repot-repot atau bersusah payah dengan parasmu, atau kemampuanmu. Jadilah wanita baik dan penuh kasih, untukku dan orang-orang sekitarmu. Jadilah wanita yang tulus dan penuh senyum. Ketahuilah, aku mencintaimu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya