Apakah Kamu Mau Menjadi Bintang yang Paling Terang Tetapi Redup Paling Awal?

Semua yang berlebihan itu tidak baik, kita harus memiliki batasan untuk segala sesuatu yang kita lakukan.

Tulisan ini akan membahas tentang seorang manusia yang mudah sekali puas dengan pencapaiannya. Tentu baik, merasa senang  puas atas suatu pencapaian, ataupun memberikan rasa terima kasih  award terhadap diri sendiri setelah melalui atau berjuang untuk menghadapi hal hal yang sulit.

Advertisement

Akan tetapi semua yang berlebihan itu tidak baik, kita harus memiliki batasan untuk segala sesuatu yang kita lakukan, tidak terlalu jahat  juga tidak terlalu memanjakan diri sendiri. Maka dari itu, kali ini kita belajar untuk meningkatkan kesadaran diri,ketika kita sedang sedikit terlalu memanjakan diri. Ucapkanlah kepada diri sendiri:


Hei, apakah kamu mau menjadi bintang yang paling terang tetapi redup paling awal?


Kemudian, bimbinglah pikiranmu ke jalan pikiran, di mana pikiran itu akan menuntunmu untuk berbangga tetapi tidak terlalu puas, kita harus terus mempertahankan langkah baik ini, kita harus terus meningkatkan prestasi kita, kita harus terus menjadi lebih baik setiap harinya, sekecil apa pun proses itu kita harus berusaha untuk menjadi lebih baik daripada hari kemarin.

Advertisement

Karena, tentu tidak ada yang mau kan, untuk menjadi bintang yang paling terang, tetapi redup paling awal?

Kamu juga bisa menggunakan kata kata ini, ketika kamu sudah mencapai puncak atau tempat di mana posisimu sangatlah aman, kemudian kamu terkena masalah lalu di jatuhkan oleh semesta, percalah, kamu masih berhak untuk bangkit, memperbaiki diri, mengoreksi diri, menjadi lebih baik lagi,  berjanji kepada diri sendiri agar tidak mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kali.

Advertisement


Katakanlah, Hei apakah kamu mau menjadi bintang yang paling terang tetapi redup paling awal?


Kemudian jawablah dengan lantang kepada dirimu sendiri, Tidak, aku tidak mau, aku akan menjadi bintang yang bersinar terang hingga akhir sisa hidupku, aku tidak akan meredup, aku akan menyala, jika aku jatuh aku akan berusaha untuk bangkit  menjadi lebih baik, karena aku menolak untuk meredup lalu mati, aku akan menjadi bintang yang hanya padam ketika waktunya sudah habis.

Mungkin kalian bertanya, dari mana aku menemukan ide artikel ini? Aku tetiba saja berpikir, semua manusia tentu melakukan kesalahan dalam hidupnya,  karena itu dia bisa belajar dari kesalahannya  juga orang lainpun bisa belajar dari kesalahannya juga.

Menurutku, manusia yang terbaik bukanlah manusia yang hidupnya selalu berada dalam kebenaran, prestasi,  juga kesuksesan. karena aku rasa tidak akan pernah ada orang yang seperti itu. Aku yakin, orang yang terbaik adalah orang yang berhasil meluluhkan dirinya sendiri, egonya, pikiran buruknya,  juga sifat  karakter kurang baiknya. Menjadi hal yang positif yang memberikan manfaat kepada orang orang di sekitarnya, entah itu kehangatan, kebahagiaan, ataupun kasih sayang, hingga sampai pada waktunya tiba dia dipanggil dalam keadaan menjadi manusia yang kepergiannya dirindukan banyak orang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

if one day i was gone, and then u miss me, just read my writing, cause i was in there.

CLOSE