Dalam hidup ini kita memahami bahwa jalan cinta memang nggak selalu mulus seperti apa yang kita bayangkan. Jatuh cinta, lalu patah. Sungguh menyakitkan bukan? Apapun alasan yang menjadi ahkir dari cerita cinta itu, pasti membuat air mata berlinang, terlebih ketika kita dikhianati dia yang kita harapkan menjadi teman hidup di masa depan.

Saat jatuh cinta segala terasa indah dan selalu ada banyak kemungkinan asal bisa dijalani bersama-sama. Hal ini terasa berbeda ketika cinta usai dengan ending yang menyakitkan. Ketika hubungan berakhir dengan tidak bahagia, kita pasti membenci segala hal tentangnya. Meskipun tidak semua orang yang patah hati membenci orang yang pernah dicintainya. Ibarat sebuah keramik yang sudah kita ukir dengan indah lalu hancur berantakan. Dari rasa galau yang merongrong, kesedihan yang mendalam, kecewa sampai nggak nafsu makan pastinya sudah khatam kita alami.

Baiklah patah hati memang menyakitkan, akan terasa tetap menyakitkan ketika kita bertahan dengan kesedihan itu sementara dia si “ex” bisa makan sampai kenyang dan tertawa ngakak. Bukankah tidak adil jika kita masih saja bersedih atas kepergiannya?

Sebagai cewek, kita harus balas dendam. Balas dendam dengan cara yang elegan dan cantik. Jangan sampai kita balas dendam dengan cara idiot seperti melabrak si ex atau nyamperin pacar barunya meskipun toh pacar barunya itu selingkuhannya. Itu Big No!

Mari kita balas dendam dengan cara yang elegan. Dengan memaafkan si ex. Kita perlu memaafkan dia bukan karena dia layak dimaafkan tetapi karena diri kita ini berhak memiliki perasaan yang nyaman tanpa penyakit hati disebabkan kebencian kita pada seseorang. Kita juga perlu berdami dengan masa lalu. Belajar lebih lapang dada dan menyadari bahwa kita manusia hanya bisa berencana. Hasil akhir tetap Tuhan yang menentukan. Toh jika nanti kita jodoh bakalan ketemu lagi di KUA, tentu saja dengan dia yang jauh lebih baik dari sekarang.

Advertisement

Orang lain mungkin melihat kita sebagai wanita yang ditinggalkan. Itu hanya sudut pandang mereka, yang benar adalah kita terhindar dari orang yang salah. Tuhan sangat menyayangi kita, itu sebabnya kita dijauhkan dari lelaki yang nggak layak macam dia.

Boleh saja mengenang masa lalu, tetapi secukupnya saja. Kedepannya kita harus bisa menjadi lebih baik lagi. Kita tetap bisa hidup bahagia meski tanpa kekasih. Ada orangtua yang selalu ada untuk kita. Balas dendam terbaik adalah dengan menjadi lebih baik setiap harinya dan selalu berbaik sangka pada masa depan. Kita nggak perlu membuktikan pada siapa-siapa bahwa kita luar biasa. Cukup kita melakukan yang terbaik setiap saatnya dan orang-orang akan tau bahwa kita memang luar biasa.

Setelah patah hati, kita tentu bisa mengambil banyak pelajaran, kita bisa belajar menjadi lebih bijaksana. Belajar berempati pada sesama. Dan juga lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Bahwasannya sekeras apapun usaha yang kita lakukan tetap ada Tuhan yang akan menjadi penentunya.

Advertisement

Menjadi jomblo tidak harus membuat kita bersedih. Jomblo artinya kita memiliki lebih banyak waktu untuk memperbaiki apa yang kurang dalam diri kita. Serta kita nggak perlu galau lagi. Pastinya hidup akan terasa lebih indah dan nyaman.

Kita juga memahami bahwa cinta saja tidak cukup untuk membangun sebuah komitmen. Dari sini kita bisa belajar, tidak harus berisik ketika jatuh cinta. Biarkan saja terlihat hening tetapi dalam doa-doa kita riuh penuh dengan pinta pada Tuhan.

Memantaskan diri menjadi sebuah keharusan. Karena kelak pasangan kita pun layak mendapatkan kita dan segala kelebihan kita.

Jangan berhenti berharap!

Karena selalu ada cinta kelas atas untuk wanita-wanita keren yang sedang memantaskan diri.

Tidak perlu risau akan kejombloan, karena setiap hal pasti ada akhirnya. Termasuk masa jomblo kita.

Tetap semangat!

Karena yang terbaik pasti datang, dia pasti datang!