Cerita ini merupakan kisah nyata teman laki-lakiku yang tidak ingin disebut namanya. Kenyataan pahit yang ia alami membuat imajinasinya melambung tinggi seperti ini.

Kisah ini dimulai 6 tahun silam. Ketika saya baru saja lulus SMK dan memulai kehidupan baru dengan mengisi kesibukan dengan bekerja. Singkat cerita, saat itu saya berkenalan dengan seorang gadis cantik nan lembut, sebut saja ia "Mawar". Kami diperkenalkan secara singkat dengan teman kami, entah mengapa pertemuan pertama dengan Mawar menjadi kesan yang teramat bahagia untuk saya. Hari berganti waktu semakin tak terasa pelan-pelan menumbuhkan rasa ingin memiliki, di waktu yang tepat saya pun memberanikan diri untuk menyatakan rasa ingin memiliki itu. Tanpa dugaan saya, Mawar menerima rasa ingin memiliki yang saya ungkapkan, hari berlalu lalang kita menjalani semua dengan baik.

Pertemuan singkat kami ternyata membuat kami tidak mengenal satu sama lain, hingga menimbulkan permasalahan bahkan kesalah pahaman. Singkat cerita tentang pribadi saya, saya bisa dikatakan sedikit nakal, cuek dan dingin dengan wanita. Sebelum kenal dengan Mawar memang saya suka mabuk dan sejenisnya, ya maklumlah, anak ABG saat itu. Mabuk hanya karena mengikuti teman supaya nggak di bilang cupu. Tapi saya ini termasuk laki-laki yang setia dan rela berkorban apalagi demi wanita yang saya sayangi.

Sejujurnya waktu itu saya belum mengenal jauh tentang Mawar, karena saya selalu disibukkan dengan pekerjaan dan nongkrong dengan teman-teman, yang tanpa sadar ternyata saya sering mengabaikan Mawar. Ketika sadar sebisa mungkin saya luangkan waktu bertemu dengan Mawar.

3 bulan berlalu membuat kita semakin renggang, entah mengapa Mawar pun memutuskan hubungan itu. Dengan rasa terpukul saya pun harus menerimanya. Hari ke hari, bulan ke bulan ternyata membuat saya semakin rindu dengan Mawar. Saya adalah tipe orang yang tidak bisa bersedih di depan orang lain, di saat saya merasa rindu, sedih dan kecewa saya lampiaskan semuanya dengan cara mabuk.

Advertisement

Semakin saya merasakan hal itu membuat saya semakin terbiasa untuk mabuk, dan ternyata hal itu hanya menimbulkan dampak buruk yang menyeret kebdalam lingkungan pekerjaan saya. Seketika semua menjadi kacau balau. Dengan terpaksa saya pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang sudah saya geluti bertahun-tahun, semata-mata untuk menenangkan diri. Berbulan-bulan saya meratapi semua, tidak ada hasil baik yang saya dapatkan.

Saya pun memutuskan untuk bangkit dan memulai kehidupan baru. Mendapatkan pekerjaan baru berhasil membuat saya sibuk tanpa memikirkan yang lalu-lalu. Perlahan pun saya bisa membuka hati. Namun, masuknya wanita lain di hidup saya, tidak membantu sama sekali, hanya membuat saya semakin menginggat Mawar. Tanpa basa-basi saya mencari informasi baru tentang Mawar. Tidak mudah memang, setiap kali saya gagal saya selalu melampiaskannya dengan cara mabuk, semakin saya banyak gagalnya, semakin banyak pula saya untuk mabuk. Entah kenapa bayang-bayang Mawar selalu di pikiran saya.

Sebetulnya saya tahu rumah Mawar, tapi saya takut untuk datang. Itulah salah satu dari sekian banyak kekurangan saya, pengecut dalam masalah perasaan. Senakal-nakalnya saya, kalau masalah hati, entah kenapa langsung ciut. Sedihnya saya tidak dapat kabar dari Mawar, membuat saya putus asa, dan mencoba kembali untuk melupakannya.

Saya sempat menjalani hubungan dengan beberapa wanita lain, tapi ternyata semua itu sia-sia. Semakin saya menjalani hubungan lagi, semakin jelas juga bayang-bayang Mawar. Tetapi saya terus berusaha untuk membuka lembaran baru. Akhirnya saya pun memantapkan diri menjalani hubungan dengan wanita lain, saat itu saya berjanji pada diri sendiri untuk setia dengan wanita yang baru dengan sepenuh hati.

Di saat saya mulai serius menjalani hubungan dengan wanita tersebut, tak ada angin tak ada hujan, yang ada petir menyambar hati saya, tak disangka Mawar menyapa saya di jalan. Singkat cerita, kita saling menukarkan nomor HP dan di saat itulah saya mengkhianati janji saya, di situ pula rasa yang pernah hilang tumbuh kembali. Kami pun melanjutkan semuanya melalui sms atau telepon. Banyak pertanyaan yang saling kita lempar.

Semakin hari itu pun kembali lagi, tanpa rasa berdosa saya meninggalkan wanita baik hati itu demi rasa yang masih tersimpan dengan Mawar. Kami pun menjalani hubungan lagi setelah sekian lama kita terpisah, namun semuanya hanya sesaat, Mawar terlalu pintar menghancurkan semuanya dengan sekejap mata.

Di mulai dari sini kehidupan saya semakin hancur, saya semakin sering dan menjadi kebiasaan melakukan hal negatif. Hidup saya semakin berantakan, dan di saat itulah saya murka. Saya bersumpah untuk selalu membenci Mawar, setiap kali terbayang Mawar saya selalu membencinya, apapun itu.

Hari berganti, 80% saya cukup lupa. Dan saat itulah seorang bidadari cantik membuka hatinya untuk saya, 1 tahun lamanya kita jalankan hubungan dengan sangat baik. Dan entah mengapa petaka datang melanda saya, kebodohan yang selalu saya lakukan yaitu mencari kabar Mawar, lagi dan lagi. Untuk kedua kalinya saya mengkhianati janji dan sumpah saya, ya Tuhan ampunilah dosa saya.

Entah kenapa saya selalu membuka hati untuk Mawar, waktu dulu saya bersumpah membenci Mawar tapi dengan bodohnya saya jilat lagi sumpah itu, ini juga menjadi pelajaran saya.


Jangan pernah membenci seseorang, karena orang yang dibenci dan dicintai itu letaknya sama, sama-sama ada di hati .


Ya, Mawar datang lagi. Saat ini Mawar datang dengan sejuta luka. Banyak cerita yang membuat saya terpukul sendiri. Sampai saat ini saya selalu menjadi orang yang sok jagoan bila ada yang melukai atau menyakitinya, karena pada dasarnya saya tidak mau Mawar bersedih. Seiring waktu berganti saya pun lagi-lagi jatuh di lubang yang sama. Tanpa rasa bersalah tanpa rasa berdosa, bidadari cantik itu saya tinggalkan begitu saja, dan lagi-lagi demi Mawar, oh Tuhan akal sehat saya pun tak terkendali di saat Mawar hadir di kehidupan saya.

Entah berapa kali hati ini berbunga di atas penderitaan orang lain. Butuh waktu yang lama untuk mengulangi rasa ingin memiliki dengan orang yang berbeda, itu adalah salah satu alasan mengapa saya selalu bertahan pada Mawar. Di sisi lain, kita baru mengenal lebih dalam satu sama lain, memang sangat telat, setelah sekian lama kenal baru sekarang tahu karakter asli masing-masing.

Sampai akhirnya kita memutuskan untuk menjalani hubungan yang sempat tertunda waktu itu. Ternyata banyak sekali rahasia yang dulu terpendam kini kian terungkap, saya bisa terima itu semua karena cinta yang yang saya miliki sangat tulus untuk Mawar. Apapun dan bagaimana pun dia tidak akan merubah perasaan yang saya rasakan.

Sisi lain Mawar yang membuat saya senang ialah karena ia selalu menjadi lebih baik. Setiap apa yang dilakukannya meyakinkan saya bahwa Mawar yang sekarang lebih baik dari Mawar yang dahulu. Saya pun cukup yakin Mawar tidak akan mengulangi hal yang sama, pergi tanpa alasan.


Banyak rencana yang sudah saya siapakan dan memotivasi saya untuk melamar Mawar, ternyata semuanya hanya mimpi. Mawar pun mengulangi hal yang sama lagi seperti dulu. Mawar layu, Mawar ditelan bumi, Mawar hilang, Mawar dicuri, dan saya pun tak tau rimbanya.


Cukup lama saya bersabar, dan cukup lama pula saya menunggu. Mawar yang aku tunggu pun akhirnya datang. Kali ini saya yang menghancurkan semuanya dengan sekejap, emosi yang dulu meluap tak tertahankan. Saya sadar bahwa cara saya untuk mempertahankan cinta terkadang terlalu ekstrim dan kasar, bahkan terkadang nekat dan melukainya. Tapi bagi saya itulah cara saya untuk mempertahankan Mawar, wanita yang sangat saya cintai. Tapi semua itu tak sanggup membendung Mawar untuk menjauhi saya di tengah besarnya cinta dan harapan untuk bisa hidup selamanya bersamanya.


Akhirnya Mawar memutuskan hubungan kami, meski saya tak menyetujui keputusan Mawar tapi saya berusaha sekuat hati untuk menerimanya. Berbahagialah kasih tak sampai, semoga Tuhan menjagamu. Harapanku ialah sesederhana bahagia selalu menyertaimu


Putus cinta tidak membuat saya dengan Mawar saling membenci satu sama lain. Sebaliknya, kita merubah hubungan yang lalu menjadi sebuah persahabatan. Tidak jarang kita bertukar cerita dalam masalah apapun, jalan berdua ke sana-kemari dan janji saya tetap saya penuhi, bahwa saya tetap menjaganya.

Sampai akhirnya Mawar yang dulu saya tanam hingga kini mekar, benar-benar dipetik orang lain. Sebentar lagi Mawar akan dilamar pria yang dia yakini, dengan orang yang tidak saya kenal. Saya ikut berbahagia karena Mawar terlihat sangat bahagia. Mawar begitu menanti hari bahagianya, dan saya pun harus mencari penggantinya.

Terimaksih untuk 6 tahun yang berliku Mawar, tugasku selesai.