Sebuah Kisah Tentang Kemarahan dan Kesedihan Akibat Penyesalan

sebuah kisah penyesalan

Saat kehidupanmu berjalan tidak selembut bantal baru yang kamu beli kemarin. Maka yang kamu lakukan kala itu adalah tertidur sembari memimpikan kejadian-kejadian masa lalu. Kamu teringat saat salah mengambil langkah hingga terjatuh yang menyebabkan luka. Luka yang menyebabkan kesedihan yang berlarut-larut menjadikannya trauma.

Advertisement

Seseorang yang menyesali kesalahannya dan berusaha tidak mengulanginya memanglah orang yang baik. Tapi ketika ia terlalu lama menyesal dan berdiam diri dalam parit kesedihan. Sehingga penyesalan-penyesalan yang telah lalu mengerubunginya, membuatnya marah dan kecewa setiap ia bangun dari tidurnya.

Ketika kamu bicara santai dengan temanmu, membicarakan hal-hal yang tidak penting. Hal-hal yang hanya menjadikan kalian tertawa. Tapi tanpa kamu sadari bahwa ada satu atau dua kata yang menyakiti hati temanmu. Kamu tak tahu pada saat itu. Lalu baru menyadarinya dan menyesal telah mengatakannya.

Saat bercita-cita menjadi seseorang yang dikenal. Lalu sepuluh tahun kemudian kamu belum menjadi siapa-siapa. Dalam hati kau berkata bahwa tunggu saja, nanti aku akan menjadi seseorang yang memiliki nama. Lalu sepuluh tahun kemudian kamu masih sama seperti sebelumnya. Penyesalan yang akan membangunkanmu mengenal kenyataan.

Advertisement

Temanmu yang kelihatannya baik, tapi sayangnya ia menyembunyikan niat keusilannya. Ia bersikap baik hanya saat di depanmu. Di belakangmu ia bersikap terbalik. Ia menjerumuskan, berusaha menjegal dan menjatuhkanmu. Tapi kamu tetap bersikap baik, maka penyesalan akan menghampiri temanmu. Ia lalu berusaha berubah menjadi lebih baik. Demi menebus kejahatannya selama ini.

Ketika kamu diberitahu bahwa sebaiknya ikuti saja orang tuamu, jangan sampai menyesal. Lalu seorang berkata jangan melakukan hal itu, lebih baik pilih saja jalan ini supaya jangan menyesal. Mungkin saja penyesalan mereka berbeda denganmu. Mungkin saja kalau kamu ambil jalan yang berbeda. Kelak akan ada hari di mana kamu mengatakan hal yang sama.

Advertisement


“Jangan ambil jalan itu supaya kamu tidak menyesal!”


Itulah katamu kelak di kemudian hari. Berbeda jika kau punya dua pilihan, dan kamu tahu bahwa dua-duanya punya penyesalan yang berbeda. Maka kamu tinggal memilihnya. Memilih adalah bersiap akan tanggung jawab.

Tidak ada seseorang yang tidak pernah menyesali kehidupannya, keputusannya, kesalahan-kesalahannya, perilakunya, bicaranya, tulisannya, sikapnya, amarahnya, amanatnya dan kebijakan-kebijakannya. Semua penyesalan ada waktunya. Jangan sampai penyesalan membuatmu ragu mengambil keputusan. Kesedihan, kemarahan dan kekecewaan akibat penyesalan akan terhapus di masa depan.

Karena kehidupan kita berbeda, penyesalan kita berbeda. Tapi kita tetap bersama, dan menjalani penyesalan yang tidak begitu berarti sebenarnya kalau dipikirkan. Tetapi akan menjadi berarti ketika dimaknai.

Menjadikan penyesalan yang ditimbulkan sebagai bentuk penyelesaian. Perubahan sikap yang menjadi lebih rukun. Perubahan bicara yang menjadi lebih tertib. Dan pikiran yang lebih terukur. Penyesalan memang belum tentu baik, tapi penyesalan akan selalu ada dalam setiap hati dan saat waktu kita butuhkan. Sebab penyesalan akan membimbing kita, kalau kita sudah benar-benar bersiap.

Penyesalan akan menjadikan kita lebih teguh di masa mendatang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang pembaca yang tekun

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE