Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai penindasan/risak) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
Perundungan atau bullying merupakan suatu tindakan yang sudah biasa terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia. Bullying tidak hanya terjadi pada anak remaja saja, akan tetapi kasus bullying juga sudah sering terjadi di sekolah dasar. Dalam keadaan sebenarnya Kasus bullying bahkan bisa membuat seseorang meregang nyawa. Sering berkembangnya teknologi, tindakan bullying merambah ke media sosial atau yang lebih dikenal sebagai Cyber bullying.Â
Dampak Bullying Jangka Panjang dan Jangka Pendek
Ada 2 dampak akibat dari bullying ini bagi korban, yaitu dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang. Dampak jangka pendek yang terjadi yaitu korban bullying akan terganggu dengan ketidakstabilan emosi yang timbul. Korban bullying akan mudah sekali mengalami perubahan emosi. Biasanya korban akan menarik diri dari masyarakat. Korban akan membatasi aktifitasnya di masyarakat.Â
Sedangkan dampak jangka panjang yang timbul yaitu berupa munculnya trauma terhadap suatu kejadian sehingga korban akan mengalami kesusahan ketika akan menjalin relasi dengan orang lain. Bahkan korban akan memliki pikiran negatif terus menerus terhadap dirinya sehingga muncul perilaku menyalahkan dirinya sendiri yang dapat menyebabkan korban mempunyai niat untuk mengakhiri hidup.
Cara Mengatasi Korban Bullying
Ada 4 cara yang dapat digunakan dalam terapi psikologi bagi anak korban bullying, yaitu:
Psikoterapi. Psikoterapi dirancang untuk membantu anak mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola perasaan yang dialami. Selain itu, terapi ini juga mengajarkan untuk mengatasi perasaan ketakutan tersebut. Sehingga akan terbantu untuk membangun kembali harga diri, sikap optimis, dan percaya diri.
Konseling. Konseling dapat membantu korban untuk terbuka mengenai pengalaman bullying yang dialaminya sehingga korban akan dapat menemukan cara efektif dalam menghadapi situasi demikian.
CBT. CBT merupakan salah satu terapi paling efektif dalam mengatasi gangguan emosi. CBT mengajarkan individu untuk lebih memahami dirinya (dalam hal pikiran dan perasaannya) dalam kaitannya dengan situasi yang dihadapi. Melalui terapi ini anak terbantu untuk mengidentifikasi masalah, fokus pada pencarian solusi, dan mendorong untuk mempraktikkan kebiasaan positif.
Pengobatan. Apabila depresi dan rasa cemas tidak bisa hanya ditangani melalui psikoterapi, maka dokter akan menyarankan alternatif pengobatan untuk mengatasinya. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan obat antidepresan yang dapat membantu anak menjadi rileks.Â
Maka dari itu, yuk berhenti melakukan bullying, karena dapat merugikan diri sendiri juga orang lain. Semoga bermanfaat 🙂Â
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”