Apakah kamu punya kejadian-kejadian di masa lalu, yang kamu berharap tidak pernah ada dalam hidupmu? Ketika sekilas teringat, bisa membuat suasana hatimu buruk dalam sekejap. Kamu merasa sangat menyesal, hingga berharap diberi keajaiban untuk melakukan perjalanan kembali ke masa lalu (time travelled) untuk bisa mengubahnya. Kamu berharap bisa membuat sebuah perbedaan. Kamu terus berpikir bahwa jika terjadi hal yang berbeda, mungkin hidupmu kini akan lebih baik. Kata-kata seperti "seandainya", seolah menjadi kata yang selalu terucap saat kita membicarakan masa lalu.

Kejadian-kejadian masa lalu yang kamu benci dan kamu sesali mungkin berupa tingkah konyol dan memalukan yang pernah kamu lakukan, perilaku burukmu terhadap seseorang, pilihan-pilihan salah yang kamu ambil, atau bahkan seseorang yang kamu sesali pernah kamu pilih untuk menemani perjalanan hidupmu?

Advertisement

Tapi sayangnya, time travelled hanya ada dalam film-film fantasi. Kita sebenarnya sangat tahu dan sadar bahwa masa lalu tidak bisa kita ubah.


Masa lalu sudah lewat dan sudah tetap di tempat dia berada. Tak ada hal yang bisa kita perbuat untuk mengubahnya.


Ada sebuah kutipan inspiratif yang aku dapatkan dari film When We First Met (2018) tentang bagaimana menyikapi masa lalu dengan lebih bijaksana.

Advertisement


All I know is the mistakes I've made, have made me who I am today. If I were to go back and relive it differently, I wouldn't be me.

(Semua kesalahan yang aku pernah perbuat telah menjadikan siapa diriku hari ini. Jika aku kembali ke masa lalu dan menjalani hidup dengan berbeda, aku tidak akan menjadi diriku seperti saat ini).


Ya, tanpa kejadian yang terjadi di masa lalu kita, kita tidak akan bisa menjadi diri kita saat ini. Jadi, apa yang bisa kita lakukan terhadap masa lalu adalah bukan membenci, melupakan, atau mengubahnya. Hal paling bijak yang bisa kita lakukan adalah memandangnya dengan cara yang lebih ramah. Berdamai, merelakan, dan berterima kasih padanya.

Apa yang yang terjadi di masa lalu, entah kata-kata, perilaku, pilihan yang kita ambil hanya mencerminkan apa yang sudah kita tahu saat itu. Itu yang bisa kita lakukan di tahap pembelajaran hidup saat itu. Kita tidak akan memperlakukan orang dengan buruk, jika kita tahu bahwa dia akan meninggalkan kita karena hal itu. Kita tidak akan memilih seseorang jadi pasangan, jika pada akhirnya kita tahu bahwa dia bukanlah pasangan yang tepat untuk kita. Kita tidak akan mencoba suatu hal, jika pada akhirnya kita tahu bahwa hal itu tidak berdampak baik pada kita. Dan berbagai kejadian lain di masa lalu yang mungkin memalukan jika diingat kembali.


Kita melakukan semua itu, karena itulah yang memang bisa kita lakukan saat itu.


Kejadian yang telah terjadi adalah sebuah pembelajaran. Kita belajar dari apa yang terjadi di masa lalu untuk menjadikan hari ini dan masa depan kita lebih baik. Kini, kita mungkin lebih berhati-hati dalam berbicara, karena kita sudah belajar bahwa kata-kata yang salah akan menyakiti orang lain dan membuatnya pergi meninggalkan kita. Kini, kita juga lebih baik dalam memilih mana yang cocok dan tidak cocok untuk kita. Karena kita sudah belajar dan mencoba berbagai hal dan tahu mana yang memberikan hasil yang baik dan mana yang tidak.

Marilah kita memandang masa lalu dengan sudut pandang yang lebih ramah. Tidak membenci atau berusaha mengabaikannya. Tapi memberikan senyum dan berterima kasih padanya. Jika kamu tak sengaja bertemu atau teringat masa lalu, katakanlah pada masa lalu


Terima kasih sudah pernah hadir dalam hidupku. Aku tidak akan jadi seorang yang lebih baik seperti saat ini, tanpa kehadiranmu dulu.


Masa lalu sudah berlalu, sudah tetap, dan tidak bisa diubah.


Satu-satunya hal yang bisa kita ubah dari masa lalu adalah cara pandang kita terhadap masa lalu.


Apakah kita ingin terus membenci dan menyesalinya, atau kita ingin merelakan, berterima kasih padanya, dan menjadikan hari ini dan masa depan lebih baik dengan apa yang sudah kita pelajari darinya.

Kita mungkin tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita masih punya kesempatan untuk membuat masa depan lebih baik. Namun, kita perlu berdamai dulu dengan masa lalu. Agar kita bisa tahu pembelajaran apa yang dia coba berikan pada kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya