Setiap orang memiliki cara sendiri dalam bahagia dan kecewa. Namun, semua orang selalu memiliki urutan fase hidup yang sama, baik sedih maupun bahagia. Dan, seringnya, bahagia dirasakan saat kita sudah berdamai dengan kesedihan.

Kamu yang sedang mengalami patah hati pasti selalu mengutuk sosok yang memberimu rasa sakit yang teramat di hatimu. Mengatainya bajingan, tak berperasaan, tak tahu diri, kejam, dan cemoohan lain selalu kaurasa pantas untuk diujarkan. Kamu yang sedang dikecewakan oleh sesuatu, rasanya diri sendiri tak memiliki arti di hadapan yang lain. Mempertanyakan '"kenapa aku mendapat masa sulit seperti ini" juga kerap terlontar meski dalam doa. Kamu yang sedang terjatuh pasti merasa diri sendiri begitu lemah dan tak sanggup berdiri. Merasa iri pada semua hal yang kamu rasa gemilang dibanding milikmu.

Advertisement

Tak apa.

Sebab semua itu memang fasemu dalam melewati kesedihan. Jalani saja sebaik-baiknya kamu bisa.

Menangis adalah layaknya tertawa ketika bahagia. Bedanya, ia terjadi saat kamu sedih. Tidak masalah untuk dilakukan, sebab itu memang ekspresi alami seorang manusia. Tidak ada yang salah. Sama sekali. Sungguh.

Advertisement

Jadi, untukmu yang masih dalam fase menangis berkali-kali, jalani harimu dengan cara terbaik. Tidak masalah jika ingin menghabiskan waktu bersama teman agar lupa akan masalah. Tidak masalah untuk terus makan makanan manis untuk membantu meningkatkan mood-mu. Tak apa untuk mengurung diri di kamar seharian. Pun tidak perlu ragu untuk mengatai dunia ini tidak adil. Jika memang itu semua yang bakal membuatmu tenang, lakukanlah sesuka hatimu.

Akan tetapi, yang paling penting untuk kamu ingat, di luar sana banyak sosok yang menunggumu bangkit dan sembuh. Mereka menanti kembali senyum bahagiamu. Kamu harus menyadari hal itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya