Kendaraan listrik mungkin saat ini  terdengar masih aneh bagi sebagian masyarakat, apalagi saat ini masih jarang muncul di jalanan. Tapi tahukah kalian kalau kendaraan listrik ini sudah digunakan sebagai kendaraan dinas pemerintah, walaupun mungkin belum keseluruhan untuk se-Indonesia ya. Hal ini berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022. Melalui perintah tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh dinas pemerintahan, baik pusat maupun daerah, serta Polri/TNI, untuk mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas. (otomotif.kompas.com). Namun sayangnya, apakah kendaraan listrik ini hanya dapat dinikmati oleh barisan pemerintahan ?
Wuling Air ev hadir buat kalian yang tak sabar memiliki mobil listrik ramah lingkungan di perkotaan besar. Wuling hadir tidak sekedar memberikan inovasi kendaraan listrik lalu lepas tangan begitu saja lho, namun ada visi besar yang tersemat didalamnya. DRIVE FOR A BETTER LIFE. Yap, alasan utama keberadaan Wuling AIr ev disini untuk memperbaiki kehidupan dan memajukan masyarakat dengan menyediakan mesin. Dan wuling percaya dengan mimpi mereka untuk menjadikan kehidupan yang lebih baik, pelan-pelan nantinya masyarakat pun akan berubah ke arah sana. Keren kan !!
Kalau kalian mulai penasaran kayak gimana sih kendaraan listrik itu ? jadi ga pakai BBM nih ? tapi listriknya gede ga ya ? Harga mobilnya ?  Nah, yuk disimak dulu buat tahu lebih detail, seperti apa sih Wuling AIr ev.
Wuling Air ev jelas nggak menggunakan BBM dong. Poin ini lah yang berkontribusi dalam mengurangi tingkat polusi udara dari kendaraan, karena mobil listrik sendiri nggak menghasilkan gas emisi. Jadi Wuling Air ev ini menggunakan baterai yang pengisian dayanya bisa dilakukan dirumah. Dari segi performa dan kapasitas baterai, Wuling Air ev mengusung motor listrik berdaya maksimal 30 kW. Tenaga yang dihasilkan tersebut dihantarkan melalui transmisi Single Reduction Gear ke roda belakang.
Sebagai jantung dari sumber listrik kendaraan compact ini, Wuling menggunakan baterai lithium ferro-phosphate (LFP) berkapasitas 17,3 kWh untuk tipe Standard Range dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan 26,7 kWh untuk tipe Long Range dapat mencakup jarak tempuh hingga 300 kilometer saat terisi penuh. Jadi, ga perlu capek antri dan pusing mikirin BBM lagi kan ?
Kalian tahu sendiri kan gimana padatnya jalanan perkotaan besar, pagi siang maupun malam hampir selalu padat merayap penuh kendaraan. Sampai yang namanya macet uda jadi konsumsi harian rasanya, capek di jalan banget kan ? nah, mobil listrik anyar Wuling ini menjawab dengan dimensinya yang mungil. Dengan panjang hanya 2.974 mm, lebar 1.505 mm dan tinggi 1.631 mm, mobil berkapasitas empat tempat duduk ini dapat diandalkan bermanuver di jalanan perkotaan Indonesia yang dinamis.
Sekalipun mungil, Wuling Air ev punya kabin yang cukup lapang bagi pengemudi dan penumpang. Sementara urusan performa, mobil yang hadir dalam dua tipe meliputi Standard Range dengan jarak tempuh hingga 200 km dalam sekali isi daya, dan Longe Range sebagai tipe tertinggi dengan jarak tempuh hingga 300 km ini memiliki tiga pilihan mode berkendara yaitu Normal, Eco dan Sport.
Jadi meski desainnya mungil, tapi kapabilitas mobilnya nggak kalah dengan mobil berbahan bakar konvensional. Menjawab kebutuhan yang nggak kita bayangkan sebelumnya ya? Keren !!
Wuling Air ev cukup terjangkau dengan banderol Rp295 juta untuk tipe Long Range dan Rp238 juta untuk tipe Standard Range. Sedangkan untuk urusan pengisian daya, Wuling Air ev mengusung konsep easy home charging, di mana pengisian daya dapat dilakukan di rumah dengan daya minimal 2.200 volt ampere.
Jadi, gimana? Udah tertarik buat kepoin lebih lanjut Wilung AIr ev? Yuk, segera berkunjung ke showroom-nya yang sudah ada di berbagai kota ya, untuk info selengkapnya kalian bisa kunjungi akun official Instagram Wuling @wulingmotorsid
#HipweexWuling #ForABetterLife #DriveForAGreenLife
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”