20 tahun lebih aku hidup dengan penuh cinta pada satu nama, Mama. Mama yang telah membesarkanku dengan segenap kasih sayangmu. Mama yang telah mendidikku sedemikian rupa dengan deretan cintanmu. Mama yang telah mengajarkanku cara bangkit dari keterpurukan dengan pelukanmu. Mama yang mengajarkanku mencintai hidup dan kehidupan dengan sepenuh jiwa raga. Tapi Ma, sadarkah bahwa mama juga yang mengajarkanku jatuh cinta pada wanita? Yaaah… dia anggun, sama seperti mama.

Hendaknya mama jangan cemburu ketika aku kian tumbuh dewasa. Aku kan membagi cintaku, jika dulu hanya untuk mama, kini ada dia. Anakmu kian jatuh cinta. Bagaimana tidak, setiap tingkah anggun mama kulihat, setiap tutur kata lembut mama ku dengar, setiap teduh senyum mama kupandang, setiap halus belaian mama kurasa, kini kian tak ada. Mama jauh diseberang sana, mama sudah memutuskan melepasku secara jarak. Dalam detik itu kini senyum serupa mama, tingkah seanggun mama, tutur selembut mama, serta belaian sehalus mama kudapat. Bukan dari mama, hanya insan anggun yang mirip mama.

Hadir dirinya memang tidak bisa menggantikan posisi mama, hanya saja kini kalian menjadi dua. Aku tak berniat menggantikan posisi mama. Sungguh mama tetaplah ratuku, sekalian nanti ia permaisuriku. Tapi izinkan ku untuk menyandingkan dia duduk disamping mama. Bukan untuk ku bandingkan senyumannya. Namun agar ku bisa melihat kedua senyum yang sama dari lekuk bibir yang beda. Aku bahagia mengenalnya, karena dengannya ku temukan cinta meski dalam dimensi bukan sebagai bunda.

Aku bahagia disampingnya, meski canda tawa bukan terlahir dari sisi bunda. Ma, anakmu kian jatuh cinta, sungguh. Mama, hendaklah mama berbesar hati ketika mama harus kuduakan. Ketika putra nakal mama kian menjadi pendiam. Kini aku lebih suka menatap monitor komputer dari pada pergi jalan-jalan. Ketika dahulu aku butuh mainan lantas menangis ketika tidak mama belikan, kini tidak ada tangisan itu. Mama pastilah sadar ketika aku lebih memilih membeli parfum daripada mobil mobilan. Ketika aku lebih memilih membeli pakaian baru daripada membeli jajan. Ketika siang tidak didepan mama, lalu malam aku kelelahan. Yaaaahh, benar saja kini aku memilih sibuk kerja. Tentulah mama paham, agar mama segera melingkari cincin dijarinya.

Mamaku tercinta,
Malam ini anakmu mungkin pulang terlambat
Tutup saja pintu rumahnya, namun jangan dikunci
Agar esok puteri anggun seperti mama datang
kuperkenalkan dia untuk mama.
Advertisement