"Perjalanan waktu takan melihat siapa dan apa dari dirimu, tapi bagaimanakah kau mengisi hidupmu saat hari ulang tahunmu" ~Kahitna – Selamat ulang tahun cinta~


Itu hanyalah sepenggal lirik lagu dari Kahitna yang sedikit mewakili apa yang ingin ku ucapkan padamu. Bukan ku tak ingin mengucapkan selamat padamu. Bukan, hanya saja aku tidak ingin menghujani selamat atas berkurangnya sisa usiamu. Melainkan di tanggal lahirmu ini, 16 September begitu banyak harapan serta doa-doa terbaikku untukmu.

Harap dan doaku, segenap jiwa serta raga yang ada pada dirimu, sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya, tanpa ada hal-hal yang kita khawatirkan kedepannya. Untuk rejekimu yang tidak hanya berupa materi saja juga semakin diperlancar, dan semakin dilimpah ruahkan agar kelak tidak hanya bermanfaat untuk dirimu sendiri tetapi juga untuk semua orang. Lalu kemudian, pribadi dan mentalmu mampu dan bisa menjadi imam yg baik, yang arif dan bijaksana, sabar dalam menuntun makmummu kelak. Juga untuk baktimu terhadap agama dan orang tua semakin mengarah pada ketingkatan, menggenapi apa yang masih ganjil, melengkapi apa yang masih kurang, dan meninggalkan segala sesuatu yang dapat menghambatmu menuju surga Allah SWT, amin.

Dan bolehkah dalam kesempatan ini, aku memohon doa untuk kelancaran dalam setiap proses yang sedang kita jalankan? Agar bagi setiap yang berkenan membaca mengucapkan amin untuk doa-doa kita. Seperti yang kita ketahui, karena semakin banyak yang mendoakan semakin banyak keberkahan dan kerahmatan datang kepada kita.

Tidak cukup waktu dan kata jika semuanya aku tuangkan di sini, beberapa tahun mengenalmu, dan baru beberapa bulan kita berkomitmen. Sudah begitu banyak kebaikan dan kebahagiaan yang kamu berikan.

Advertisement

Izinkan aku menjadi wanita yang tidak hanya lagi membangunkanmu melalu telpon, tetapi membangunkanmu dengan bisikan lembut ditelingamu. Menjadi wanita yang bisa membangunkanmu di sepertiga malam untuk memperkuat segala usaha kita dengan doa-doa. Menjadi wanita yang menyiapkan segala kebutuhan dan keperluanmu dengan ganjaran pahala untukku. Menjadi wanita yang melahirkan, mendidik, dan membesarkan anak-anakmu kelak. Dan menjadi wanita yang mampu menambah baktimu kepada orang tuamu, penyejuk dan peredam emosimu, juga menjadi alasan bahagiamu. Semoga kita, selalu menjadi penggalan dalam lirik ini ya… amin


"Kita kan bersama, tak ada bosan-bosanya

Dulu, kini hingga nanti, sampai kita tua

Kita kan bersama, tak ada bosan-bosanya

Dulu kini hingga nanti, sampai menutup mata" ~Citra Scholastika – Dulu kini nanti~