Mungkin kamu pernah tanpa sengaja suka sama seseorang. Lalu karena ada teori "we can't choose whom we love", maka bisa jadi orang yang kamu suka itu bukan orang yang seharusnya kamu suka. Mungkin kamu naksir sama atasan, bawahan, temen, sahabat, pacar temen, suami temen, istri temen, naksir orang yang jauh lebih tua, dan nggak-boleh parah lainnnya.

Sementara, pertemuan setiap hari, waktu yang semakin banyak dihabiskan berdua membuat kamu makin susah tidur kepikiran mungkin nggak sih orang itu juga naksir kamu. Pengen bilang langsung takut salah alamat. Ditahan, jantung kamu bisa kumat.

Advertisement

Terus gimana?

Merasa naksir kamu adalah naksir sia-sia karna nggak mungkin banget rasanya untuk dilanjutkan, kamu memutuskan untuk naksir diam-diam sambil pelan-pelan kasih signal secara nggak sadar.

Pelan-pelan juga kamu mulai takut kalau doi ngeh sama signal "nggak sengaja" tadi dan kadang sering salah tanggap kalau perhatian dan kebaikan mereka adalah umpan balik dari signal kamu yang salah alamat.

Advertisement

Aduh, jadi kamu harus seperti apa?

Santai. Rasa suka itu anugerah. Kita memang nggakbisa memilih akan suka dengan siapa. Tapi seenggaknya kita harus tau cara menghadapinya. Kita juga harus tau, apakah rasa tersebut pantas untuk dibiarkan tumbuh atau harus dicabut seketika ia datang.

Bersikap lah biasa jika memungkinkan. Tapi siapa sih yang sanggup lama-lama nahan perasaan sukanya dengan menjadi pengagum rahasia. Tindakan manis sekali atau dua kali pasti secara nggak sengaja kamu perlihatkan.

Syukur-syukur kalau doi orang nggak peka yang sama sekali nggak notice perubahan cara kamu menyimaknya ketika berbicara. Bagaimana jika orang itu sensitif dan langsung ngeh kalau kamu ada rasa.

Bersiap-siaplah memutuskan pilihan

Kamu harus memilih untuk mengutarakannya secara langsung dan siap menanggung semua resikonya, atau jaga sikapmu dan menikmati sensasi jatuh cinta itu diam-diam.

Memangnya apa yang bisa dinikmati dari naksir diam-diam?

Jangan salah, naksir seseorang secara rahasia memberi kamu ruang lebih banyak untuk memperhatikannya. Sensasi bahagia yang kamu rasakan ketika menghabiskan waktu bersama orang itu tanpa ada momen "canggung" adalah masa-masa yang sering dirindukan oleh orang yang telah menjalin sebuah hubungan.

Selain itu, kamu juga akan menikmati momen-momen berdua yang harusnya biasa saja jadi terasa berkesan bagi kamu. Kamu benci macet Jakarta? Nggak akan lagi jika macet berjam-jam itu kamu lalui dengan doi.

Kamu nggak suka mengantri? Kalau ditemani si dia pasti nggak benci antrian panjang lagi.

Malas bangun pagi? Ah kalau demi berangkat bareng doi kamu pasti jadi semangat wake up really early.

Dia jadi terasa lebih baik dari biasanya? Walaupun mungkin dia biasa-biasa aja, tapi karena kamu udah naksir duluan, nikmati saja perasaan "seolah ditaksir balik" itu.

Terus?

Ya gitu aja. Naksir diam-diam hanya akan bisa dinikmati jika kamu kuat iman untuk nahan diri dari "nggak sengaja" bilang ke orangnya. Kalau kamu adalah tipikal orang nggak sabar yang menggebbu-gebu, bilang aja terus terang.

Biasanya, ketika kita suka dengan seseorang, ada getaran nggak langsung yang sama sekali nggak disadari orang tersebut bahwa ia juga menyukai kamu. Percaya nggak percaya.

Selamat berbunga-bunga dalam diam!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya