Keunikan dari Tanaman Monstera Adansoni. Sederhana, Namun Bernilai Jutaan Rupiah!

Pada awal bulan Maret 2020 Corona Virus Disease 19 atau Covid-19 berhasil menggegerkan Indonesia. Banyak aktivitas yang terhambat karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat itu. Bahkan kerja, kuliah, sekolah, dan hampir segala aktivitas dilakukan dari rumah. Masyarakat pun mulai mencari kegiatan lain yang bernilai positif untuk mengisi kegiatan selama di rumah. 

Sebagian ada yang mengisi waktunya dengan bersepeda, ada juga yang memilih merawat tanaman hias. Dalam pandangan masyarakat ketika berbicara tentang tanaman hias, tentu identik dengan tanaman yang berbunga cantik, berwarna indah, dan mudah untuk ditemui. Tapi pernahkah terfikir bahwa ada masyarakat yang rela merogoh kocek hingga puluhan juta demi mendapatkan tanaman hias yang bisa dibilang sederhana?

Menarik sekali berbicara tentang tanaman yang satu ini. Perlu diketahui bahwa minat terhadap tanaman tersebut meningkat drastis selama awal masa pandemi. Padahal jika melihat harganya, sangat bombastis untuk ukuran tanaman sesederhana itu. Yap, tanaman ini adalah Monstera Adansoni atau yang populer disebut Janda Bolong. 

Memang tidak dipungkiri, walaupun sederhana tetapi tanaman ini memiliki keunikan tersendiri yang menyebabkan harga jualnya tinggi. Keunikan dari Janda Bolong ada pada daunnya yang berlubang secara alami. Uniknya lagi jumlah daunnya menentukan besaran harga dari tanaman jenis ini. Besaran harga berkisar mulai dari Rp. 50.000,- untuk bibit biasa  dan mencapai Rp. 70.000.000,- untuk Monstera Adansoni jenis Varigata atau yang mempunyai variasi warna.

Satu fakta yang diperoleh dari penjual tanaman, Khusain bahwa jenis Monstera termahal yang pernah dijualnya adalah Monstera King seharga Rp.1.800.000,- kemudian untuk Monstera Adansoni yang banyak terjual seharga Rp. 175.000,- pernah juga ada toko yang menjual seharga Rp. 150.000,- perdaun. Dan ada pula yang tiga daun seharga Rp. 500.000. 

Menurutnya selama pandemi, peminat tanaman Janda Bolong ini lumayan ramai dan bisa laku empat hingga tujuh pot dalam seminggu. Salah satu masyarakat pecinta tanaman hias juga mengatakan bahwa dirinya pun mengoleksi tanaman Janda Bolong di rumahnya. Hal ini dilakukan ketika mengetahui  tanaman tersebut viral. Dirinya berinisiatif membudidayanya dengan cara stek karena bisa menjadi peluang usaha.

Mengulik lagi namanya yang tak kalah unik, bahwa Janda artinya wanita yang tidak mempunyai suami. Dan bolong yang artinya lubang. Sebenarnya berdasarkan histori, tanaman tersebut pada awalnya bernama Ron do bolong, yang jika dalam bahasa jawa ron adalah daun, do itu pada, dan bolong itu berlubang. Sehingga Ron do bolong itu berarti daun pada berlubang, sesuai dengan bentuk nyatanya. 

Namun karena masyarakat selalu menyebutnya Rondo bolong, kemudian nama tersebut diadopsi dengan bahasa Indonesia. Bahwa rondo dalam bahasa Indonesia adalah janda. Sehingga tercetuslah nama Janda Bolong tersebut sampai saat ini. Perlu diketahui bahwa tanaman hias tidak melulu tanaman yang berbunga cantik dan indah. Ada pula tanaman yang berpenampilan sederhana, dan tidak ada keindahan bunganya, akan tetapi bernilai lebih tinggi dari tanaman yang justru berbunga cantik.

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis